KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (1): PBB seharusnya PBM (Persatuan Bangsa Manusia)

 
INTERNASIONAL

Pelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (1): PBB seharusnya PBM (Persatuan Bangsa Manusia)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 05-Okt-2019, 13:59:06 WIB

KabarIndonesia - "Peace can not be kept by force, it can only be achieved by understanding" - Albert Einstein

Tanggal 21 September telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai Hari Perdamaian Internasional (Intenational Peace Day). Peringatan yang ditetapkan Dewan Umum PBB sejak 1981 tersebut dianggap sebagai bentuk dedikasi kita agar selalu menjaga perdamaian dunia. Juga sebagai pengingat akan dampak kekerasan dan perang. Bisa disimpulkan, tujuan utama dari peringatan ini adalah untuk lebih meningkatkan perdamaian seluruh bangsa-bangsa di dunia.     

Peringatan 21 September tersebut, harus terus didegungkan agar tindakan yang mengarah kepada ujaran kebencian, cacian dan makian mampu diminimalisir dan ditekan. Sebagaimana orang bijak mengatakan, "bila Anda ingin mendamaikan sekitarmu, berdamailah dahulu dengan diri sendiri dan rumah tanggamu. Bila Anda ingin mendamaikan negaramu, maka berdamailah dulu dengan orang-orang di sekitarmu. Bila Anda ingin mendamaikan dunia, alangkah baiknya damaikan dulu negaramu."       

Sejatinya, terwujudnya perdamaian di dunia ini adalah karena usaha-usaha individu atau seseorang dengan cara menjinakkan dirinya sendiri (hawa nafsu). Setiap individu harus aktif mengolah diri, memperbanyak konsumsi kabar-kabar positif, dan menahan diri agar bisa membagikan segala hal yang mengandung hal yang positif. Setiap individu harus pandai menyemai segala aktivitasnya sebagai edukasi perdamaian dini.       

Seharusnya semua orang punya mimpi untuk hidup dalam perdamaian. Bukankah hidup ini terasa indah bila hidup aman dan tenang dalam perdamaian? Sayangnya, banyak di antara kita yang merindukan kedamaian tetapi tanpa sadar banyak melakukan hal-hal yang mencederai perdamaian itu sendiri.         

Seringkali secara tidak sadar, kita memupuk kebencian terhadap orang lain. Saat terbakar emosi, kita mudah marah, mengeluarkan kata-kata yang penuh caci maki, menghujat atau mengomentari orang lain dengan sinis dan bahkan kasar. Selain itu, kita juga mudah merasa iri terhadap kesuksesan orang lain, bahkan tidak sedikit kita bisa berlaku kasar kepada istri dan  anak-anak kita sendiri.     

PBM (Persatuan Bangsa Manusia) 
Sudah waktunya PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) sebagai persatuan bangsa-bangsa diganti menjadi PBM (Persatuan Bangsa Manusia). Sebab, sejatinya PBB dalam kerjanya bukan hanya mengurusi dan bertanggung jawab terhadap sebuah bangsa semata, melainkan PBB harus bisa berfungsi mengurusi dan bertanggung jawab kepada masalah kemanusiaan, yang artinya Universal bagi seluruh manusia yang ada di muka bumi ini.     

Bilamana PBB hanya fokus mengurusi dan bertanggung jawab kepada sebuah bangsa saja, justru disitulah letaknya awal dari sebuah "kekerasan". Kenapa begitu? Karena sudah terjadi pengkotak-kotakkan, sehingga menjadikan eksklusifitas yang  bisa  menimbulkan   kekerasan. Sejarah membuktikan, dari sejak PBB didirikan konflik terus terjadi dan tidak pernah berhenti hingga saat ini.    

Kedamaian hakiki itu hanya akan muncul dari dalam diri sendiri, Pada saat Anda mampu berdamai dengan diri Anda sepenuhnya, maka Anda dapat berdamai dengan kenyataan apapun dan orang / makhluk lain. Namun sebaliknya, tanpa Anda sendiri mampu menemukan kedamaian itu dalam diri sendiri, maka apapun diluar diri tidak akan membawa Anda pada kedamaian      

Karenanya, apa yang harus kita temukan di dalam diri kita adalah kedamaian itu. Lampauilah semua dualitas yang ada dalam diri kita. Tempatkanlah diri kita pada posisi diri yang tertinggi dimana tidak lagi berisi pikiran tetapi melampaui pikiran dan kehendak apapun. Maka kedamaian itu ditemukan, dan kita akan melihat segalanya dengan kemurnian diri.    

Diri kita adalah hanya manifestasi dari diri sejati yang tidak terikat apapun. Dalam tingkatan itu apa yang ada hanyalah kedamaian dan kesadaran universal. Dimana sifat utama cinta kasih sejati itu ada dan menjadi landasan dari semua kenyataan yang terjadi. Melalui persepsi inilah kita baru akan menemukan bahwa semua kenyataan itu dibutuhkan untuk terjadi. Oleh karena itu, semua itu harus diterima dengan cinta. Tidak perlu dinilai baik atau buruk karena diri kita yang sebenarnya tidak terikat pada dualitas apapun.    

 "Ketika Anda menyatakan diri sebagai orang India, atau orang Muslim, atau orang Kristen, atau orang Eropa, atau orang apa pun; maka Anda sedang melakukan tindak kekerasan. Apakah Anda bisa lihat mengapa demikian? Karena Anda memisahkan diri dari manusia-manusia lainnya. Ketika Anda memisahkan diri melalui keyakinan, kebangsaan, atau tradisi Anda, maka Anda sedang melahirkan kekerasan. Jadi, orang yang berusaha memahami apa itu kekerasan, ia tidak akan melekatkan dirinya pada suatu negara, agama, partai politik tertentu atau sistem yang membeda-bedakan; ia hanya akan berkonsentrasi untuk memahami apa itu bangsa manusia." -JidduKrishnamurti   (Bersambung)   

 Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com         

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia