KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA INTERNASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
INTERNASIONAL

Seputar Covid -19 Pemerintah Belanda Terapkan Kebijakan Pembatasan Ketat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Mar-2020, 11:36:03 WIB

KabarIndonesia - Bangsa Belanda memang aneh. Mereka yang sehari harinya mementingkan privacy dan bisa berjam jam duduk dalam kereta tanpa ada kebutuhan untuk berkenalan dan mengobrol dengan orang lain, berubah menjadi penolong yang perhatian dalam situasi yang dibutuhkan. Di musim 'winter' saat jalanan licin dan banyak pengendara sepeda tergelincir, mereka yang biasanya tergesa gesa bersepeda menjadi ramah bahkan mau berhenti untuk mengingatkan pengendara lain untuk berhati hati. Begitu juga sekarang saat Corona virus menyerang negaranya. 

Ketika virus Covid-19 mulai menyerang sebagian kecil penduduknya pemerintah Belanda segera menerapkan kebijaksanaan melarang massa berkumpul lebih dari 100 orang yang ditindak lanjuti dengan menutup sekolah menengah, universitas, museum, bioskop, tempat konser dan pertunjukan kesenian, pertandingan olah raga dan sebagainya. Namun murid Sekolah Dasar masih tetap masuk sekolah agar orangtua mereka bisa tetap bekerja walau sebisa mungkin dianjurkan untuk bekerja dari rumah sampai tanggal 30 Maret.

Keadaan berubah drastis ketika dalam hitungan hari, korban yang terinfeksi dan meninggal berlipat ganda. Tanggal 16 Maret kemarin Perdana Menteri Belanda mengumumkan diberlakukannya peraturan isolasi yang lebih ketat. Sekolah Dasar pun ditutup, juga restoran, cafe, koffieshops, tempat sport, kantor dan pertokoan setidaknya sampai tanggal 6 April dengan kemungkinan diperpanjang lebih lama. 


Dengan pengecualian supermarket yang justru harus bekerja keras memenuhi kebutuhan hidup penduduk dan rumah sakit. Warga negara Belanda dihimbau mengisolasi diri sendiri di dalam rumah dan untuk tidak meninggalkan negaranya dan yang ada di luar negri diminta segera pulang.


Dapat dibayangkan bagaimana paniknya pemilik restoran yang sudah membeli stok cukup banyak. Sebagian besar karyawan segera diminta berhenti bekerja sampai ada pengumuman selanjutnya tapi bagaimana dengan bahan makanan segar yang harus segera di masak? Banyak restoran berusaha menjual masakan melalui online dan jasa antar jemput.


Namun bagaimana dengan pengimpor ikan dan bahan makanan segar lainnya atau petani, peternak susu dan pedagang bunga yang tidak bisa mengeksport bunga ke luar negri. Padahal 70% bunga Belanda dibudidaya untuk dieksport. Begitu juga pengusaha di sektor lainnya karena bangsa Belanda sejak jaman VOC dulu memang bangsa pedagang.

Keadaan darurat gawat merubah orang Belanda yang biasanya walau cuman ngopi tetap pada bayar sendiri sendiri menjadi orang penderma. Petani dan pedagang bunga mengantarkan bunga segar yang tidak terjual ke rumah sakit, rumah perawatan orang tua dan para perawat. Pengimport makanan mendonasikan bahan makanan ke bank bank makanan untuk keluarga kurang mampu.
Pemilik property memberi diskon 50% pada restoran, salon yang terpaksa menutup usahanya. Tetangga membantu tetangga yang sudah lanjut usia memenuhi kebutuhan sehari hari. Rumah keluarga yang diisolasi karena ada anggota keluarga terinfeksi bukannya dibenci atau dihindari tapi justru diberi perhatian lewat email, WA, telpon dan pertolongan yang diperlukan.

Rumah Sakit yang semakin dipenuhi pasien Corona juga mendapat bantuan dari mana mana, mahasiswa kedokteran juga dokter dan perawat yang sudah pensiun menawarkan diri sebagai suka relawan di berbagai Rumah Sakit dan rumah parawatan. Begitu tersebar berita bahwa Rumah Sakit membutuhkan masker, salon kecantikan dan perawatan tubuh mengantarkan stok masker yang masih ada ke Rumah Sakit.
Para penyanyi yang tidak bisa manggung mengambil inisiatif untuk menghibur Lansia dan orang sakit dengan menyanyi di halaman rumah perawatan karena semua tetap harus menjaga jarak. Penduduk awam janjian berdiri di depan Rumah Sakit untuk memberi applaus pada para pegawai medis yang bekerja keras mempertaruhkan kesehatan mereka sendiri.

Pemerintah Belanda yang biasanya pelit dan sedikit sedikit menjatuhkan denda tinggi pada penduduknya yang tidak tertib pun berubah menjadi dermawan. Tiga menteri segera merealisasikan janji Perdana Menterinya dengan menyatakan pemerintah akan menyediakan dana berpuluh puluh milyar euro untuk membantu rakyatnya dalam situasi sulit ini.
Untuk pengusaha menengah dan kecil akan disediakan pinjaman agar mereka bisa membayar kewajiban bayar mereka, pembayaran pajak tahun ini ditunda, untuk pegawai harian yang tidak bisa bekerja dan kehilangan penghasilan akan diberi tunjangan selama tiga bulan bahkan mungkin lebih lama. Orang baru menyadari keuntungan pemerintah yang selama ini pelit dan berhati hati dalam mengeluarkan uang negara.

Serangan virus Corona membuat Belanda yang mulai cantik karena bunga bunga musim semi sudah berkembang, menjadi lengang. Berkat kebijakan pemerintah yang ditaati penduduknya tidak terjadi kepanikan tapi suasana sedih terasa mengambang di mana mana. Semoga “group-imunity” segera tercapai! (Seputar Covid di Belanda, Geschreven door/ditulis oleh Silvy Werdani Puntowati; dikirim MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia