KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Internasional oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

BKTI PII Selenggarakan Workshop Sertifikasi Keinsinyuran

 
IPTEK

BKTI PII Selenggarakan Workshop Sertifikasi Keinsinyuran
Oleh : Zohiri Kadir | 19-Mar-2019, 20:43:55 WIB

KabarIndonesia -  Ketua Umum BKTI PII I Made Dana Tangkas mengatakan harmonisasi perlu dilakukan agar terjalin sinergitas antar organisasi pembinaan profesi insinyur. Saat ini ada tiga lembaga yang mengeluarkan sertifikasi insinyur profesional, yakni Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

"Harmonisasi perlu dilakukan supaya menyasar pada sertifikasinya, bukan dari segi kuantitasnya saja, tetapi juga kualitas sertifikasi sehingga tenaga kerja menjadi kompeten dan profesional untuk pengguna, baik bagi industri jasa maupun manufaktur," hal ungkap I Made Tangkas, saat workshop harmonisasi peran PII, LPJKN dan BNSP  di gedung Kementerian Perindustrian Jakarta, Senin (11/3/2019).

I Made menjelaskan dalam pengembangan kompetensi SDM, khususnya insinyur, ada tiga kebijakan yang mendasari, yakni melalui UU No 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, UU No 2/2017 tentang Jasa Konstruksi, dan UU No 11/2014 tentang Keinsinyuran.

Dari ketiga dasar hukum tersebut, telah diatur tiga lembaga untuk sertifikasi insinyur profesional, yakni PII, LPJK dan BNSP. Dalam kegiatan industri yang lebih masif, di PII sendiri terdapat 23 badan kejuruan (BK) di sektor industri masing-masing.

Menurut dia, ketiga Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) memiliki program pembinaan profesi insinyur dengan tujuan sama. Oleh karena itu, Made menilai harmonisasi sertifikasi perlu dilakukan berdasarkan sektor industri masing-masing, mulai dari industri kimia, permesinan, otomotif dan manufaktur lainnya.

Setelah dilakukan persamaan persepsi, ketiga LSP ini akan membentuk simpulan rekomendasi yang nantinya diajukan kepada kementerian terkait, yakni Kementerian Ketenagarkerjaan, Kementerian PUPR, Kementerian Perindustrian dan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi.

"Setelah disimpulkan dan disinkronisasi, kami akan membuat semacam buku putih yang diajukan ke para menteri terkait untuk mengatur keinsinyuran dari berbagai badan kejuruan itu," kata Made.

Ia menambahkan melalui harmonisasi ini, target pembangunan industri pada 2030 dengan SDM yang kompeten, dapat tercapai melalui sertifikasi yang berkualitas .

Dalam Workshop ini diundang hadir pihak-pihak terkait seperti , PUPR, Kemenaker, Perguruan Tinggi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia