KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 

Mendaras Rahasia Semesta (2): Ruang Kosong Itulah Sesungguhnya Ilmu

 
IPTEK

Mendaras Rahasia Semesta (2): Ruang Kosong Itulah Sesungguhnya Ilmu
Oleh : Tonny Djayalaksana | 14-Apr-2019, 17:06:14 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Mendaras Rahasia Semesta (1)" telah saya tuliskan bahwa sebelum diciptakan alam semesta ini adalah ruang kosong. Namun dalam ruang kosong itulah isinya adalah Sang Maha Hidup. Karenanya kosong maupun isi, semuanya adalah DIA. Alam semesta adalah aliran ilmu yang sebenarnya. Namun untuk mempelajarinya diperlukan kekosongan. Dengan kekosongan itulah dalam hidup kita bisa menerima hal-hal baru yang datang seiring berjalannya kehidupan yang dihadirkan oleh Sang Kecerdasan Semesta Tanpa Batas.

Menurut pemahaman saya, hidup adalah saat ini. Sesuatu yang sudah lalu dan tinggal kenangan, tidak mungkin kembali. Sementara masa depan itu belum pasti. Tidak ada satu makhluk pun di semesta ini, yang mengetahuinya. Karena itu, menurut saya belajar ilmu itu harus selalu yang up to date, yang fresh. Ini mengacu kepada peradaban manusia yang terus bergerak maju dan tidak mungkin mundur. Seperti halnya kita belajar ilmu pengetahuan. Di setiap peradaban pasti ada ilmu yang baru. Bukankah adanya ilmu yang baru itu semata-mata dikarenakan oleh adanya intuisi dari Kecerdasan Semesta Tanpa Batas?      

Intuisi itu, sama dengan wahyu dalam hal ilmu Teologi. Jadi saya berkeyakinan wahyu pun akan selalu datang kepada siapa saja yang peka dan bisa menangkap signalnya. Jadi tidak mungkin baku dan absolut. Karena itulah banyak sekali ayat-ayat dari masing-masing kitab suci yang sudah tidak koheren lagi dengan perkembangan peradaban manusia yang terus bergerak maju.       

Sesungguhnya Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, sudah hadir di penglihatan masing-masing manusia. Hanya saja sering terhalang oleh penglihatan ego, keinginan, dan hawa nafsu pribadinya manusia masing-masing. Beliau juga sudah hadir di pendengaran masing-masing manusia. Hanya saja sama seperti pada penglihatan tadi, pendengarannya pun tertutup oleh suara-suara semesta yang bising, suara-suara yang dicintai serta disenangi oleh pribadi manusia masing-masing. Begitu juga dengan mulut yang tertutup oleh ucapan-ucapan ego, kepentingan dan hawa nafsunya sendiri-sendiri.       

Karena itu, satu-satunya jalan untuk bisa menangkap pesan, wahyu, atau intuisi dari Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, hanyalah mengosongkan semuanya. Baik itu di organ penglihatan, organ ucapan, dan organ pendengaran. Dengan begitu, kita bisa lebih peka dan punya resonansi langsung kepada Allah, untuk menangkap signal petunjuk pesan, wahyu atau intuisi itu. Dengan demikian setiap manusia bisa mewarisi sifat-sifat ke-ilahian-Nya.      

 
Bisa kita bayangkan, saat ini perkembangan teknologi telah maju sedemikian pesatnya. Bahkan tidak bisa dibayangkan di masa depan, mungkin satu abad kemudian, akan seperti apa perkembangan peradaban manusia itu nanti. Namun lucunya, orang yang belajar agama cenderung mundur ke belakang, ke masa yang sudah berlaku ribuan tahun yang lalu. Jika demikian adanya, jadi bagaimana mungkin bisa nyambung?        


Di atas tadi sudah saya jelaskan, alam semesta berikut seluruh isinya, termasuk kita manusia itu bukankah semuanya adalah DIA (ALLAH)? Kalau kita sepaham dengan pemahaman saya tersebut, maka untuk mengetahui rahasia alam semesta berikut semua isinya ini, sudah barang tentu yang paling berkompeten untuk memberikan ilmu dari Semesta ini adalah DIA itu sendiri. Sementara pemilik semesta ini, setiap saat selalu bersama dengan kita. Bukankah Utusan DIA (ALLAH) berada di dalam tubuh kita? Dan kita secara utuh, setiap saat sedang berada bersama DIA (ALLAH).       

Sesungguhnya Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, sudah hadir di penglihatan masing-masing manusia. Hanya saja sering terhalang oleh penglihatan ego, keinginan dan hawa nafsu pribadinya. Beliau juga sudah hadir di setiap pendengaran masing-masing manusia. Hanya saja, sama seperti  yang terjadi di penglihatan tadi, pendengarannya tertutup oleh kebisingan suara semesta dan suara-suara yang dicintai serta disenangi pribadinya saja. Begitu juga dengan mulut yang tertutup oleh ucapan-ucapan ego, kepentingan dan hawa nafsunya sendiri.       

Dus, satu-satunya jalan untuk bisa menangkap pesan, wahyu, dan intuisi dari Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, yaitu mengosongkan semuanya. Baik itu yang berada di organ penglihatan, organ pendengaran dan organ ucapan. Dengan begitu, kita bisa lebih peka dan punya resonansi langsung kepada Allah SWT, untuk bisa menangkap signal petunjuk pesan, wahyu, dan intuisi dari Allah SWT. Dengan demikianlah maka setiap manusia bisa mewarisi sifat-sifat ke-ilahian-Nya.       Bukankah ke-tiada-an itu suatu ke-ber-ada-an. Dari tiada bisa muncul menjadi ada. Dan akhirnya kembali ke tiada. Demikian itulah ruang kosong.   Dan ruang kosong itulah sesungguhnya ilmu. ***   

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia