KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 

Pesan Semesta Melalui Kemajuan Repubik Rakyat Tiongkok (1): Agama Tidak Menjadikan Orang Menjadi Baik

 
IPTEK

Pesan Semesta Melalui Kemajuan Repubik Rakyat Tiongkok (1): Agama Tidak Menjadikan Orang Menjadi Baik
Oleh : Tonny Djayalaksana | 06-Des-2019, 15:48:16 WIB

KabarIndonesia - Mencermati perayaan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada tanggal 1 Oktober yang baru lalu, saya mendapatkan pemahaman spiritual yang sangat dalam. Republik Rakyat Tiongkok adalah salah satu negara yang masih mempertahankan ideologi komunisme. Dimana pada umumnya semua manusia beragama menilai bahwa paham komunisme itu tidak percaya dengan beradaan Tuhan, dan lazim disebut Kafir.

Setelah menyaksikan berbagai kemajuan teknologi dan peradaban manusia yang terjadi di negara Repubik Rakyat Tiongkok tersebut, saya jadi bertanya kepada diri saya sendiri, kenapa ada sebuah negara besar dengan jumlah penduduk terbanyak di belahan bumi ini --pada saat ini diperkirakan populasi penduduk negara RRT tersebut berjumlah sekitar -/+ 1.4 Milyar manusia dan mayoritas penduduknya tidak paham agama. Namun negaranya bisa tumbuh makmur, dan rata-rata kehidupan masyarakatnya damai serta bahagia.       

Berkebalikan dengan negara-negara yang dikatakan paling religi, tetapi hampir semuanya mengalami konflik di dalam negerinya sendiri, serta kehidupan masyarakatnya cenderung kurang stabil.          

Menurut pemahaman saya, agama tidak bisa menjadikan orang menjadi baik, tetapi kesadaran manusia itulah yang akan menuntunnya menjadi baik.           

Dengan mudah bisa kita saksikan dalam kenyataan saat ini, banyak negara-negara yang bertikai, konflik yang tidak berkesudahan dan itu berada di negara-negara yang mengaku paling beragama. Seperti yang saat ini terjadi di negara-negara yang berada kawasan Timur Tengah yang terkenal dengan peristiwa Arab Spring.           

Begitu juga yang saat ini terjadi di dalam negeri kita sendiri. Di Indonesia sendiri, tiada henti-hentinya timbul berbagai macam kekacauan akibat demo yang terus menerus. Perihal demikian itu, hanya semata-mata dikarenakan kesadaran manusia-manusianya masih sangat rendah.          

Adapun kemajuan negara RRT yang saat ini terjadi di dalam segala bidang, menurut pemahaman saya itu semata-mata hanya dikarenakan filosofi kehidupan mereka. Filosofi hidup masyarakat Tiongkok pada umumnya adalah mengabdi kepada masyarakat dunia. Hal itu tercermin ketika parade perayaan ulang tahun RRT kemarin.          

Sebelum dimulai, pemimpin RRT, Xi Jin Ping dari dalam mobil terbuka menyapa seluruh peserta parade dengan kalimat berbahasa Mandarinnya yang kurang lebih bunyinya sebagai berikut: "Dong Che Men Ni Men Xing Ku Le". Arti dalam bahasa Indonesianya kira-kira seperti ini: "Para sahabat sekalian, kalian tentu lelah akibat kerja keras?" Spontan dijawab oleh seluruh peserta parade dengan jawaban yang berbunyi: "Wei Ren Min Fu Uu". Arti dalam bahasa Indonesianya kira-kira adalah: "Mengabdi untuk Masyarakat".         

Menurut saya, slogan yang mereka gunakan itu sangat luar biasa. Selaras dengan keterangan dalam ayat Al-Quran surat Al-Isra ayat 7, dimana Allah berfirman: "Jika kalian berbuat baik, sesungguhnya kalian berbuat baik bagi diri kalian sendiri"          

Demikian juga dengan sabda Nabi Muhammad SAW dalam sebuah Haditsnya: "Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya".          

1. Bila hari ini belum dapat memberi kebahagiaan kepada sesama, usahakan hari ini tidak menyakiti orang lain.       

2. Bila hari ini belum dapat melakukan amal sholeh, usahakan hari ini tidak melakukan dosa.    

3. Bila hari ini belum dapat berakhlak mulia, usahakan hari ini tidak menyimpan hati buruk pada sesama.    

4. Bila hari ini belum dapat menghargai orang lain, usahakan hari ini tidak memberi nilai berlebih pada diri sendiri.    

5. Bila hari ini belum dapat memberi manfaat, usahakan hari ini tidak memberi mudharat bagi sesama.     

6. Bila hari ini belum dapat menciptakan suasana yang menyenangkan bagi orang lain, usahakan hari Ini tidak melakukan kemarahan dan kebencian pada sesama.    

7. Bila hari ini belum dapat mengingat kebaikan orang, usahakan hari Ini dapat melupakan keburukan orang lain.     

8. Bila hari ini belum dapat beramal dengan ikhlas, usahakan hari ini dapat membebaskan diri dari pujian orang lain.          

Makna dari kehidupan bukan terletak pada seberapa bernilainya diri kita. Tetapi seberapa besar bermanfaatnya kita bagi orang lain.       

Jika keberadaan kita dapat menjadi berkah dan manfaat bagi banyak orang, barulah kita benar-benar bernilai.       

Sesungguhnya, baik itu ideologi Komunis, Sosialis, Kapitalis, Pancasilais dan seterusnya, masing-masing mempunyai keunggulan serta kelemahannya sendiri-sendiri. Maka dari itu Semesta menciptakan manusia dengan berbagai jenis suku bangsa, agar satu sama lain bisa melakukan interaksi guna belajar mengisi kelemahan masing-masing.        

Pasalnya, walaupun manusia diciptakan sebagai makhluk yang paling sempurna, namun tetap mempunyai keterbatasan. Tidak ada satu manusia atau bangsa pun yang bisa berdiri sendiri tanpa berinteraksi satu dengan yang lainnya karena perihal tersebut adalah sebuah keniscayaan.             

Jadi untuk menyimpulkan, kenapa saat ini negara RRT kemajuannya di segala bidang begitu sangat menonjol? Jawabannya adalah hukum sebab-akibat, tabur-tuai dari Semesta yang tidak pernah ingkar janji dan tidak mungkin juga salah alamat. Semuanya terbukti dengan kasat mata. Realitanya bisa disaksikan pada saat ini. (Bersambung)       

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia