KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
InternasionalPelihara Bumi Ini Dengan Perdamaian (4): Tidak Ada Tuhan Kecuali Aku oleh : Tonny Djayalaksana
09-Okt-2019, 05:21 WIB


 
 
KabarIndonesia - Melalui perenungan diri, saya berharap akan bisa lebih menghayati agama dan juga lebih dapat menekuni jalan hidup sehari-hari. Saya memastikan diri bahwa menjadi Mualaf merupakan suratan dari jalan hidup saya, dan setelah menjadi mualaf saya merasakan perubahan 180
selengkapnya....


 


 
BERITA IPTEK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Rayuan Gombal vs Cinta Sejati 11 Okt 2019 08:58 WIB


 

Teknologi vs Teologi (2): Ilmu Pengetahuan dan Agama Itu Harus Simetri

 
IPTEK

Teknologi vs Teologi (2): Ilmu Pengetahuan dan Agama Itu Harus Simetri
Oleh : Tonny Djayalaksana | 24-Mar-2019, 16:00:49 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Teknologi vs Teologi (1)"  saya telah uraikan bagaimana perang tak berkesudahan atas nama agama di negara-negara islam telah membuat banyak generasi milenial menjadi atheis. Mereka tak bisa menerima bagaimana kaum yang beragama justru berperilaku lebih buruk dibandingkan kaum yang tak beragama.

Kesadaran dan akal pikiran sehat saya juga tidak bisa menerima, kalau konflik, seperti perang antar agama, perang saudara, dan perang-perang atau konflik lainnya itu semata-mata karena membela agama atau kepercayaan.          

Lalu timbul pertanyaan dalam benak saya, dalam Al-Quran Allah berfirman dalam surat Al-Hijir ayat 9: Yang menyatakan kemurnian Wahyu Allah yang ditulis dalam Al-Quran itu akan Allah lindungi kasliannya. Lalu kenapa bisa terjadi berbeda pemahaman antara pemeluk satu dengan yang lainnya?         

Saat ini, setelah saya renungkan secara mendalam, banyak ayat-ayat dalam Al-Quran dan Hadits yang ditafsirkan oleh para (Ulama-ulama ahli tafsir) yang sudah terkontaminasi oleh politik dan kepentingan golongan tertentu. Akibatnya bayak makna ayat-ayat dari Al-Quran dan Hadits itu yang sudah melenceng jauh dengan hakekat makna aslinya. Mungkin karena itulah, meskipun 1500 tahun sudah berlalu, namun konflik di jazirah Arab sampai saat ini tidak pernah selesai.     

Bahkan cenderung merembet ke nagara Islam yang di luar, Semenanjung Arab, seperti di Indonesia, Malaysia, Filippina dan banyak lagi. Karena menurut saya (mohon maaf), agama Islam mungkin adalah satu-satunya agama di dunia yang menghalalkan adanya peperangan dan pembunuhan. Sehingga banyak negara-negara adi daya yang ikut memanfaatkannya.          
Boleh jadi karena adanya ulasan-ulasan seperti yang saya bahas di atas itulah yang menjadi salah satu penyebab kenapa generasi muda milenial saat ini banyak yang Atheis. Itu karena mereka beranggapan, orang-orang yang mengaku paling religi saja akhlaknya tidak lebih baik dari pada orang-orang yang dianggap Atheis. 

Bahkan lebih parah lagi bisa dibilang berbanding terbalik. Negara-nagara yang punya predikat sebagai negara yang paling Atheis di dunia seperti China, Jepang, Cheko, Perancis, Australia dan Islandia, peradaban dan perekonomiannya jauh lebih maju dari pada negara-negara yang nota bene paling percaya dengan Tuhan, seperti Arab Saudi, Mesir, Suriah, Yaman, Iraq, Iran dan sebagainya. 

Apalagi ditambah perkembangan teknologi di segala lini yang super cepat. Hal itu mengakibatkan mereka (kaum Atheis) memiliki pemahaman bahwa Alam Semesta ini, bukan diciptakan oleh Tuhan/Allah, melainkan sudah tercipta dengan "Sendirinya". Begitu juga keterangan dari Steven Hawkins, seorang ahli Fisika yang baru meninggal dunia di Inggris, dan juga faham-faham dari Agama Budha. Cuma mungkin mereka-mereka (kaum Atheis, Steven Hawkins dan Agama Budha) lupa, tentang yang dikatakan "Sendirinya" itu "SIAPA"?         

Benar kata seorang ilmuwan besar Albert Einstein bahwa ILMU TANPA AGAMA BUTA, AGAMA TANPA ILMU LUMPUH. Kata-kata ini muncul mungkin setelah beliau mengetahui bahwa Inti Atom sebagai salah satu bahan baku yang memampat menjadi energi untuk membangun Alam Semesta ini, ternyata di dalam inti atom itu 99% adalah ruang kosong. Tentunya ini menimbulkan pertanyaan, lalu yang menggisi kekosongan ruang Inti Atom tersebut sehingga Inti Atom itu bisa bergerak memampat jadi energi itu "SIAPA"?         

Bahkan sudah ditemukan sebuah hasil research secara ilmiah yang menyimpulkan jika yang menggerakan ruang kosong inti atom itu diberhentikan seketika, maka semesta beserta isinya ini tidak kelihatan lagi. Yang namanya Manusia menjadi hilang, dan menjadi lebih kecil dari pada sebutir debu. Tentunya bisa dibayangkan seperti apa alam semesta ini jadinya. Berikut ini saya sertakan link artikel dari hasil research tersebut:             

http://nukepratama.blogspot.com/2014/05/kita-ruang-kosong.html?m=1             
Jadi menurut pendapat yang saya pahami, Science dan Theology itu harus simetri, karena Tuhan/Allah menciptakan Ilmu untuk kehidupan di semesta ini juga dengan "Dualitas" yaitu, satu adalah Ilmu Science/Nyata, dan satunya lagi adalah Ilmu Theology/Tidak Nyata. Tuhan/Allah menghadirkan sejumlah Ilmuwan-Ilmuwan sebagai utusan Tuhan/Allah untuk membangun perkembangan peradaban manusia di semesta ini. Tuhan/Allah juga menghadirkan Nabi-Nabi sebagai utusan Tuhan/Allah, untuk memperbaiki Akhlak dan Kesadaran manusia di semesta ini. Agar manusia-manusia tersebut sadar, siapa diri sejati mereka. Sadar, untuk apa mereka dihadirkan di semesta Ini. Dan juga sadar, dari mana asal mereka, dan kemana mereka akan kembali.          

Kembali ayat yang sering saya tulis dalam beberapa artikel saya, menjadi sangat relevan dengan paparan yang telah saya tuliskan di atas:         DIA YANG AWAL DIA YANG AKHIR, DIA YANG NYATA DIA YANG TIDAK NYATA DAN DIA MAHA MENGETAHUI. (*)  

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman 

Now ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT www.djayalaksana.com             

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia