KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (9), kita telah melihat kepintaran Presiden Jokowi dalam membalikkan keadaan dari semula dianggap penakut dan pengecut, tiba-tiba membalikkan keadaan dengan secara berani bergabung
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
JENUH 17 Jul 2019 15:06 WIB

Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
PWI Jaya Gelar Orientasi Wartawan 17 Jul 2019 16:02 WIB


 

Mengharap Terbentuknya Kementerian Kebudayaan Pada Kabinet Mendatang

 
BUDAYA

Mengharap Terbentuknya Kementerian Kebudayaan Pada Kabinet Mendatang
Oleh : Gunoto Saparie | 22-Jun-2019, 09:29:46 WIB

KabarIndonesia - Sudah sejak lama para seniman dan budayawan Indonesia memimpikan terbentuknya kementerian kebudayaan di negeri ini. Impian itu kemungkinan akan terwujud pada pemerintahan Joko Widodo periode kedua ini. Jokowi kemungkinan akan membentuk kementerian khusus yang menangani kebudayaan dalam kabinet mendatang. Kementerian itu diharapkan memiliki tanggung jawab terhadap pelaksanaan kebijakan kebudayaan dan dipimpin oleh orang yang benar-benar memahami masalah kebudayaan. 
br />Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum Dewan Kesenian Jawa Tengah (DKJT) Gunoto Saparie dalam Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) akhir tahun lalu, yang menghasilkan rekomendasi berupa 7 agenda strategis dan 7 resolusi kebudayaan. Resolusi itu adalah penyediaan ruang budaya yang inklusif berupa Pekan Kebudayaan Nasional, regenerasi karya kreatif, diplomasi budaya, membangun pusat inovasi budaya, pelibatan seniman dalam kebijakan kepariwisataan, membentuk dana perwalian kebudayaan, dan memfungsikan kembali aset publik untuk kegiatan budaya. 

“Untuk melaksanakan rekomendasi itu tentu saja tidak mudah, sehingga dibutuhkan kementerian khusus kebudayaan. Jokowi kemungkinan akan melakukan terobosan menyangkut arah dan orientasi kebijakan kebudayaannya,” ujarnya. 
Lebih lanjut menurut Gunoto, saat ini kebudayaan berada pada kementerian pendidikan dan kebudayaan setelah sebelumnya berada pada kementerian kebudayaan dan pariwisata. Hal ini tentu saja membawa implikasi yang cukup signifikan terhadap arah dan orientasi kebijakan kebudayaan. 

Gunoto berpendapat, ketika dibawah kementerian kebudayaan dan pariwisata dana yang dialokasikan memang cukup besar, namun secara filosofis kebudayaan lebih diarahkan pada nilai ekonomis atau komoditas saja. Sedangkan ketika berada di bawah kementerian pendidikan dan kebudayaan, dana yang dialokasikan untuk bidang kebudayaan minim tetapi secara filosofis kebudayaan lebih dihargai nilainya. 

“Dengan adanya kementerian tersendiri yang menangani kebudayaan, diharapkan penyelenggaraan kebudayaan dapat dilakukan secara terencana. Selama ini secara historis penyelenggaraan kebudayaan berada dalam kewenangan suatu kementerian, namun bukan dengan kementerian yang khusus membidangi kebudayaan. Hal ini tentu saja berimplikasi terhadap kurangnya perhatian terhadap kebudayaan itu sendiri,” ujarnya. 

Bidang kebudayaan, lanjut Gunoto, salah satu bidang yang menjadi ruang lingkup yang disebutkan dalam UUD 1945. Pasal 32 UUD 1945 yang memberikan jaminan kebebasan kepada masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budaya. Hal ini diperkuat pula dengan ketentuan dalam Pasal 17 UUD 1945 tentang presiden perlu dibantu dengan menteri-menteri negara dan setiap menteri tersebut membidangi hal tertentu dalam pemerintahan termasuk kebudayaan. “Syukurlah kita kini memiliki Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Padahal rencana pembuatan hukum turunan Pasal 32 UUD 1945 ini telah dilakukan sejak tahun 1982. Kini kita punya payung hukum yang cukup kuat untuk memajukan kebudayan,” katanya. 

UU ini, tambah dia, berpegang pada pokok pikiran kebudayaan daerah, strategi kebudayan, rencana induk pemajuan kebudayaan, dan membahas tentang tata kelola kebudayaan. Ada 10 objek kebudayan yang akan dikembangkan, yakni manuskrip, adat-istiadat, tradisi lisan, ritus, pengetahuan, teknologi, olah raga, bahasa, kesenian tradisional, dan permainan rakyat.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia