KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Lingkungan HidupHARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2019: Bersama Kita Lawan Polusi Udara oleh : Danny Melani Butarbutar
06-Jun-2019, 03:45 WIB


 
 
KabarIndonesia - Hari Lingkungan Hidup Sedunia atau World Environment Day diperingati setiap tahunnya pada tanggal 5 Juni. Pada tahun ini mengambil tema melawan polusi udara #BeatAirPollution. Peringatan ini bertujuan untuk membangkitkan kesadaran global untuk melakukan aksi positif bagi perlindungan pada
selengkapnya....


 


 
BERITA BUDAYA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Kejagung Tunggu SPDP Kasus Makar 24 Mei 2019 17:39 WIB

 
Puisi-Puisi Silivester Kiik 17 Jun 2019 15:16 WIB

Sayap Muratara 17 Jun 2019 15:14 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Penanaman Nilai-Nilai Sejarah Bangsa bagi Generasi Muda di Tahun 2018 dengan Talkshow

 
BUDAYA

Penanaman Nilai-Nilai Sejarah Bangsa bagi Generasi Muda di Tahun 2018 dengan Talkshow
Oleh : Isye Dewi | 06-Feb-2018, 09:55:28 WIB

KabarIndonesia - Generasi muda yang kini viral disebut sebagai kids zaman now, adalah generasi yang mudah tergoda informasi - informasi dari media online. Video youtube, instagram serta facebook adalah tiga media yang paling berpengaruh dalam hal ini. Lalu bagaimana mengajak kids zaman now untuk mengenal tokoh-tokoh bangsa, dan menanamkan nilai - nilai sejarah bangsa dalam kesehariannya? 

Berlatar belakang hal tersebut, kemudian Ambassador Museum Benteng Vredeburg menggagas kegiatan talkshow bertajuk "Penanaman Nilai- Nilai Sejarah Bangsa bagi Generasi Muda di Tahun 2018". Talkshow ini diselenggarakan bekerja sama dengan sebuah radio swasta di Yogyakarta, yaitu Retjo Buntung, pada hari Senin 5 Februari 2018, pukul 14.00 hingga 15.15 WIB, dengan menghadirkan tiga orang narasumber.

Isye selaku Ambassador Museum Benteng Vredeburg yang juga sebagai narasumber menyampaikan, "Mengajak kids jaman now belajar dari sejarah lampau memang perlu trik khusus, yaitu dengan membuat event-event kekinian, dan hal itu sudah dilakukan di Museum Benteng Vredeburg. Contohnya adalah lomba selfie dengan photo booth plus aksesoris foto yang telah disediakan, menjaring komunitas hobi untuk berkegiatan di museum".

Narasumber lain yang dihadirkan adalah Bapak Suryanto Pamuji, Penyusun Dokumentasi dan Publikasi Museum Benteng Vredeburg yang memaparkan beberapa fakta bahwa memang ada generasi muda yang sibuk dengan gadget saja, tapi jika dilihat, tingkat kunjungan ke Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta dari tahun ke tahun terus meningkat. Tapi sekedar berkunjung ke museum memang bukan sebagai indikator bahwa pengunjung tersebut juga menjiwai semangat para pahlawan."

Sementara Ahmad Zaenudin atau Zen, Ketua Komunitas Teater Rakyat Volkschool yang juga diundang sebagai narasumber mengatakan, "Komunitas Volkschool mengajak masyarakat menghargai para pendahulu dengan melakonkan teater mengenai sejarah bangsa. Dengan mendalami tokoh pahlawan tertentu, kita akan sedikit belajar mengenai pemikiran-pemikiran tokoh tersebut". Saat ini komunitas teater rakyat volkschool juga sedang melakukan open recruitment relawan untuk bergabung di komunitas Volkschool.

Isye Dewi menambahkan, "Nilai yang dimaksudkan disini adalah karakte-karakter positif seperti semangat pantang menyerah, semangat untuk belajar, jadi bisa tetap sesuai dengan passion masing-masing. Pelajar ya harus berprestasi, pekerja harus padat karya". Isye Dewi juga menggandeng berbagai komunitas untuk berkegiatan di museum karena semangat positif bentuknya tidak harus kemudian menjadi sarjana sejarah, tapi berprestasilah di bidang dan bakat masing-masing".)  

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia