KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPresiden Jokowi Dapat Suntikan Perdana Vaksin Covid-19 Beri Kepercayaan dan Keyakinan Pada Masyarakat oleh : Danny Melani Butarbutar
13-Jan-2021, 11:52 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Presiden Joko Widodo pada hari ini, Rabu, 13 Januari 2021, di Istana Merdeka, Jakarta, menjadi orang pertama yang menerima vaksin dalam program vaksinasi massal secara gratis di Indonesia. Vaksinasi tersebut menjadi titik awal pelaksanaan vaksinasi nasional di
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 

Hasil Pemilihan Rektor UKI Toraja Bermasalah

 
PENDIDIKAN

Hasil Pemilihan Rektor UKI Toraja Bermasalah
Oleh : Antha | 06-Jan-2020, 05:52:55 WIB

KabarIndonesia - Toraja, Pemilihan Rektor UKI (Universitas Kristen Indonesia) Toraja telah berlangsung, proses berjalan 2 (dua) tahap. Pertama, penjaringan di tingkat Senat, dan kedua, pemilihan di Yayasan (YPTKM). 
Puncak Pilrek berlangsung pada akhir Desember 2019 (31/12) dan dimenangkan DR. Oktovianus Pasoloran, SE, M.Si, Ak. Okto mengalahkan rivalnya, Prof. DR. Marthen Arie dengan skor 5:4. 

Pemilihan dilakukan pihak YPTKM dengan komposisi 9 orang pengurus yayasan. Mereka adalah Enos Karoma, SE, MH (Ketua Umum), Pdt. Drs. G. G. Raru, M.Si (Ketua I), Drs. Sam Tando, M.Si (Ketua II), Marten Kala’ Lembang, S.Th, M.Pd (Sekretaris I), Drs. Pither Parinding, M.Pd (Sekretaris II), Yotham Pasumbung, S.Pd, M.Pd (Bendahara), Ir. Theo Kristian Seleng, MM (Anggota), Linda C. S. Paembonan, SS, M.Si (Anggota), dan Drs. Pither Salempang (Anggota).

Hanya saja, meski Pilrek ini telah memilih Oktovianus, prosesnya tampak kisruh. Hal ini diduga karena adanya intervensi dua oknum petinggi BPS GT. Kedua oknum yang diduga berinisial MS dan AA ini hendak memaksakan calon tertentu, yang sudah digadang-gadang sebelumnya dan calon dimaksud akhirnya terpilih.

Pengurus yayasan sendiri tampak tidak berdaya menghadapi intervensi itu. Terbukti, dua nama pengurus yayasan yakni Theo Kristian Seleng dan Linda C.S, istri Bupati Torut Kala’tiku Paembonan, meskipun tidak hadir suara mereka tetap dihitung.

Suaranya dititip menggunakan rekomendasi melalui BPS. Dua suara inilah yang akhirnya memenangkan Oktovianus. Padahal peraturan yayasan mensyaratkan para pengurus wajib hadir secara fisik. 

Calon terpilih Oktovianus, berdasarkan data yang dihimpun awak media di lapangan, saat penjaringan lalu juga diduga tidak memenuhi syarat. Pasalnya, yang bersangkutan tidak mundur dari jabatannya di BPS dan masih terikat dengan Yayasan Atmajaya Makassar. Khususnya jabatan BPS, ini menjadi syarat mutlak yang harus dipenuhi (dengan mengisi Surat Pernyataan Tidak Sedang Menjabat Pengurus Unit Kerja Dalam Lingkungan Badan Pekerja Sinode Gereja Toraja).

Kejanggalan lain dilakukan Senat saat penjaringan adalah menolkan penilaian atas presentasi visi-misi salah seorang bakal calon yakni Prof. Dr. Enos Tangke Arung, S.Hut, MP, Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman.

“Tidak logis kalau dalam memberi penilaian atas presentasi Prof. Tangke Arung itu nol. Masa dinolkan. Kalau memang mau objektif harusnya yang ditonjolkan itu fakta-fakta akademiknya, itu yang benar,” ungkap Antonius Silamba, Cendikiawan Toraja yang berdiam di Samarinda, Kaltim, via ponsel, Kamis (2/1).

Antonius mengaku bersedih dengan cara-cara Pilrek seperti ini yang dinilai lebih ditunggangi kepentingan politik ketimbang akademik.
Betapa tidak, Ketua Pembina YPTKM Prof. Sampepayung, Pengurus, dan Rektor lama konon juga dikalahkan oleh adanya intervensi tersebut.

Menurut Koordinator Divisi Monitoring dan Evaluasi Toraja Transparansi, Thonny Panggua SH, jika memang ada kisruh dan penyimpangan di balik Pilrek yang baru digelar, seharusnya Ketua Pembina YPTKM mengambil keputusan tertinggi dengan mendiskualifikasi calon terpilih dan menetapkan pemenang kedua sebagai rektor karena ada calon yang tidak memenuhi syarat sebagai calon.

“Atau kah mengulang proses karena ada suara siluman seperti suara dua orang pengurus yayasan yang tidak hadir itu. Suaranya jadi ada karena pakai rekomendasi,” tandas Thonny.

Bisa saja, tambah adik kandung Pengacara Kondang Mika Lumiling ini, surat rekomendasi itu hasil intervensi dan dimanipulasi atau rentan dipalsukan, sehingga tidak lagi sesuai keinginan yang bersangkutan.

Karena itu, Thonny minta aparat hukum menyelidiki hal ini. “Kalau perlu aparat hukum menyelidiki. Proses ini karena sudah terkait masalah hukum,” bebernya.

“Apalagi Yayasan adalah badan hukum independen karena didirikan dari kekayaan yang sudah dipisahkan. Karakter publik yayasan harusnya untuk kepentingan publik. Belum lagi dana yang dikelola UKI Toraja yang berasal dari mahasiswa atau masyarakat, bahkan ada hibah-hibah dari pemerintah,” tegas Thonny 

Jonathan WS, SH melalui ponselnya pada hari Minggu (5/1), menyatakan menyayangkan langkah yang dilakukan oknum BPS dengan memanggil pengurus yayasan YPTKM sehari menjelang voting Pilrek UKI Toraja digelar. 

"Jangan seret-seret lembaga terhormat organisasi gerejawi ke dalam permasalahan dunia. Apalagi kalau pemilihan rektor ini punya agenda tersembunyi di belakangnya" ungkap Jonathan.
Jonathan menyatakan, bahwa oknum BPS yakni MS dan AA sudah menyalahi aturan dan mekanisme Undang-undang Nomor 16 tahun 2001 dan perubahannya Undang-undang Nomor 28 tahun 2004. 

"Mekanisme pemilihan harusnya tertutup. Dan apabila tidak hadir maka dinyatakan setuju atas pemilihan, yang penting kuorum. Suara sah hanya 7 orang, karena itu sudah 50% + 1, tidak perlu ada suara titipan lagi" tutup Jonatan.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Hacker Misterius 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia