KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Manfaat Membaca
Oleh : Wahyu Barata | 22-Sep-2018, 15:12:41 WIB

KabarIndonesia - Membaca identik dengan kegiatan belajar atau menggali ilmu. Yang manfaatnya niscaya akan  terus meluas. Misalnya kepada orang yang rajin membaca, belajar terus-menerus, menambah ilmunya akan menjadi cerdas. Kegiatan membaca dikelompokkan ke dalam tiga kategori:

1). Membaca, kegiatan yang paling popular dan lumrah digunakan. Jika seseorang sedang menghadapi buku bacaan dan melihatnya dengan mata kepalanya sendiri kata demi kata, kalimat demi kalimat, halaman demi halaman, akan menghasilkan pengetahuan.
2). Kajian cermat dan seksama dan seksama menegenai sesuatu hingga pada penghujung persoalan atau penelusuran suatu masalah mulai dari pangkal sampai ke ujung. Aktivitas seperti ini dalam bahasa Indonesia disebut mengamati dan meneliti, sehingga tidak bisa dilakukan secara sepintas sambil lalu. Kegiatan ini memerlukan ketekunan, ketelitian, dan keseriusan, bahkan sering memerlukan bantuan laboratorium.. Misalnya  seseorang mengamati objek bebatuan energy alam dan membawanya ke laboratorium untuk diteliti, maka hasil penelitiannya disebut science (sains).
3). Kerja keras pikiran. Oleh karena kerja memeras otak, maka kegiatan ini populer disebut falsafah. Tidak banyak orang menekuninya, karena dianggap lebih sulit atau karena banyak orang yang menganggap berfilsafat merupakan kegiatan aneh. Tetapi sejarah mencatat banyak sekali manfaat yang bisa dipetik dari berfalsafah.

Kemampuan membaca dapat menjunjung martabat suatu bangsa ke kedudukannya  yang lebih tinggi, sudah menjadi keyakinan yang tak diragukan lagi di era informasi ini.“To read is posses a power for transcending whatever physical power human can muster.(Membaca adalah memiliki kekuatan untuk melampaui kekuatan fisik apa pun  yang dapat dikerahkan manusia)”, menurut  Leo Fay (1980), seorang ahli dan pakar kependidikan.Mantan Presiden International Reading Association, Farr (1984), seorang peneliti bidang pendidikan membaca, juga mengatakan betapa pentingnya pendidikan membaca itu,“Reading is the heart of education.” (Membaca adalah jiwa pendidikan), sebutnya.

“Dalam arah perjalanan peradaban manusia ada tiga babak garis evolusi; yaitu era pendayagunaan tanah yang berakhir di ujung tahun 1800-an, era pendayagunaan pabrik hingga akhir tahun 1950-an, dan era pendayagunaan sumber daya manusia yang mulai berkembang di bagian awal tahun 1960-an.” (Harjasujana : 2006).

Di era sumber daya manusia, para ahli ekonomi dunia memprediksi bahwa kehidupan perekonomian akan menemukan sumber kekuatannya pada kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan sumber daya yang ada, dan hanya ada pada manusia, yaitu nalarnya yang merupakan sumber potensi untuk berkreasi dan beradaptasi; yang merupakan persyaratan dasar memacu kehidupan dalam teknologi serba canggih.

Di era system komunikas dan informasi (era media massa/era sibernetik) sekarang ini kebutuhan akan kemahiran baca-tulis yang layak baru dirasakan, ditandai oleh penggunaan alat-alat transportasi  yang serba cepat di darat, laut, dan udara, pengorbitan satelit dan pesawat-pesawat  angkasa luar, dan berbagai jenis computer yang sangat canggih.

Para ahli tenaga kerja juga sudah memprediksi, bahwa 2.000 orang akan dipaksa bergerak menjelajahi permukaan bumi untuk mendapatkan penghidupan dan kehidupan yang lebih layak.Tenaga-tenaga terampil akan percaya diri.  Mereka akan bergerak lebih jauh. Selain memiliki ketrampilan yang andal mereka juga siap untuk berangkat setiap saat  dengan tekad bulat untuk mempertahankan kemampuannya demi kehidupan dan masa depan yang lebih mapan.

Untuk dapat bertahan di era sibernetik, masyarakat tidak mungkin lepas dari kemahiran baca-tulis. Berbagai tujuan  pendidikan nasional hanya akan tercapai oleh anggota masyarakat literat , yang melek wacana, yang sanggup menganalisa, kemudian membuat sintesa dan evaluasi tentang informasi tercetak sebelum mengambil keputusan berdasarkan kemampuan nalar dan intuisinya.Hanya masyarakat literat yang mampu menjadi masyarakat berbudi pekerti luhur, berkepribadian kuat, berdisiplin, bekerja keras, berkualitas, tangguh, bertanggung jawab, mandiri, cerdas, sehat jasmani dan rohani.

Pendidikan membaca sebaiknya diarahkan bersifat nasionalistik-moralistik, menghasilkan lulusan berintelegensi tinggi, menjunjung tinggi nilai budaya, kemudian menekankan penelitian ilmiah secara mendalam dan aplikatif dengan memperhatikan penerapan hasil yang dicapai dari penelitian tersebut.Seiring perjalanan sejarah, pendidikan membaca mengalami knflik internasional, dari interaksi antara abad atom  dan pendidikan membaca yang melahirkan konsep-konsep hakikat membaca seperti membaca merupakan proses berpikir, membaca merupakan proses belajar seumur hidup,  membaca mempunyai kedudukan utama dalam semua mata pelajaran sekolah, membaca harus mempunyai tujuan tertentu. 

Pertumbuhan dan perkembangan membaca dipengaruhi berbagai faktor. Pada periode pengembangan  pengetahuan dan revolusi teknologi, kegiatan membaca membuktikan fungsinya sebagai ketrampilan dasar dalam kehidupan masyarakat.Membaca merupakan dasar bagi keberhasilan  anak di sekolah dan di kehidupan selanjutnya kelak di masyarakat. Tanpa kemampuan membaca yang layak, anak sekolah tidak akan nyaman melanjutkan pelajarannya di sekolah lanjutan dan di perguruan tinggi.Ketrampilan membaca merupakan katalisator yang sangat ampuh untuk memberdayakan sumber daya manusia Indonesia yang jumlahnya sangat banyak itu, yang sekarang belum bisa dimanfaatkan secara maksimal.(*)         

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
DIE HARD - SUSAH MATEK 23 Mei 2020 10:41 WIB

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia