KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Pihak SMPN 2 Rantepao Tarik Biaya Penataan Halaman Dengan Berkedok Bantuan Dan Sumbangan

 
PENDIDIKAN

Pihak SMPN 2 Rantepao Tarik Biaya Penataan Halaman Dengan Berkedok Bantuan Dan Sumbangan
Oleh : Widian Swuit Linggi | 29-Aug-2018, 06:43:41 WIB

KabarIndonesia - Toraja Utara, Berdasarkan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 tentang Komite, pasal 10 ayat (3) bahwa komite sekolah harus membuat proposal yang diketahui oleh sekolah sebelum melakukan penggalangan dana. Pada pasal 12 (b) dijelaskan bahwa komite sekolah baik secara perorangan maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orang tua/walinya.

Dengan penjelasan tersebut maka apa yang dilakukan oleh beberapa komite dan pihak sekolah dengan cara mengundang orang tua siswa dalam membicarakan kebutuhan dana di suatu sekolah yang berkamuflase sebagai sumbangan orang tua siswa, sangatlah tidak relevan dengan pengertian sumbangan maupun bantuan.

Hal itupun diketahui terjadi di SMPN 2 Rantepao karena pengurus komite bersama sekolah mengundang semua orang tua siswa dalam membicarakan kebutuhan anggaran untuk penataan lingkungan sekolah yang jika dihubungkan dengan peningkatan mutu pendidikan itu sangatlah jauh.
Penuturan kepala SMPN 2 Rantepao, Zeth Patanduk bahwa orang tua siswa sudah diundang untuk membicarakan kebutuhan anggaran tersebut dan para orang tua siswa sendiri yang tentukan besarannya dengan berembuk sehingga ada 3 kategori standart nominal bantuan/sumbangan yang disepakati yaitu Rp. 200.000, Rp. 300.000, dan Rp. 500.000 setiap orang tua siswa, saat ditemui media hari Senin (30/7/2018).

"Saya punya program akan penataan lingkungan sekolah sehingga kami undang orang tua siswa untuk bicarakan kebutuhan anggaran penataan lingkungan sekolah dan dalam surat undangan tersebut juga sudah di jelaskan agenda yang akan dibicarakan menyangkut kebutuhan anggaran tersebut", ujar Zeth Patanduk.

Ditambahkan oleh kepsek SMPN 2 Rantepao bahwa pengurus komite masih pengurus lama yang berasal dari orang tua siswa, dan menyangkut estimasi anggaran, kepsek bersama konsultannya sementara menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) sehingga pekerjaan belum dilakukan.

Secara terpisah, pada hari Jumat (24/8/2018) saat dikonfirmasi kepada beberapa orang tua siswa mengenai undangan tersebut, orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya mengatakan jika dalam surat undangan tidak dicantumkan agenda untuk membicarakan mengenai anggaran penataan lingkungan sekolah dan besarannya juga sebenarnya sudah diberikan 3 pilihan nominalnya.

Dari penjelasan pihak kepala sekolah jika dihubungkan dengan penjelasan orang tua siswa, sudah sangat bertolak belakang serta tidak sesuai dengan Permendikbud Nomor 75 tahun 2016 sedangkan kepsek juga sampaikan jika itu dilakukan dengan mengacu pada Permendikbud tersebut.

Sementara susunan pengurus Komite juga disinyalir bertentangan dengan Permendikbud 75 tahun 2016 pasal 4 ayat (3) karena bendahara komite berinisial EB yang dalam data sekolah masuk jajaran tenaga kependidikan pada sekolah tersebut.Dan nampak dilokasi sekolah pekerjaan penataan lingkungan untuk pemasangan paving blok di halaman sekolah juga sudah hampir rampung.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia