KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
PENDIDIKAN

Prancis Melarang Semua Anak Dibawah Usia 15 Tahun Menggunakan Telepon di Sekolah
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Nov-2019, 04:21:25 WIB

KabarIndonesia - Mengutip Business Insider US, (3/9/2018), dikabarkan bahwa siswa Perancis yang kembali dari liburan musim panas tidak akan lagi dapat menggunakan telepon mereka selama hari sekolah. Sebelumnya musim panas ini Perancis melarang semua siswa di bawah 15 tahun untuk menggunakan semua ponsel, tablet, dan jam tangan pintar kapan saja di siang hari. Itu termasuk waktu makan.

Pemerintah prihatin bahwa para siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh telepon mereka. Sehingga ditetapkan, anak-anak sekolah di Prancis di bawah 15 tahun tidak dapat menggunakan ponsel mereka kapan pun selama hari sekolah, berkat undang-undang nasional yang baru.

Selanjutnya disebutkan, larangan itu disahkan pada bulan Juli 2018 setelah janji kampanye yang dibuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, akan memengaruhi sekolah-sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri ketika mereka kembali dari liburan musim panas.

Undang-undang baru, yang mulai berlaku pada 5 Agustus, melarang semua jenis ponsel, serta tablet dan jam tangan pintar. Sementara larangan ponsel selama jam kelas sudah ada sejak 2010, undang-undang baru meluas ke waktu istirahat dan waktu makan.

Associated Press melaporkan, sekolah bebas memilih sendiri jika mereka akan menerapkan larangan bagi siswa di atas 15. Ada juga beberapa pengecualian untuk larangan tersebut, seperti untuk siswa penyandang cacat.

Disebutkan, dibawah undang-undang yang baru, siswa harus mematikan ponsel mereka di siang hari atau meletakkannya di loker. Sekolah akan secara mandiri berurusan dengan logistik tentang bagaimana siswa akan dijauhkan dari telepon mereka, kata kantor berita itu. Undang-undang tersebut diperkenalkan di tengah kekhawatiran bahwa siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh smartphone mereka.

Agence France-Presse melaporkan, Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer pada bulan Juni mengatakan undang-undang tersebut sebagai "undang-undang untuk abad ke-21," dan akan meningkatkan disiplin di antara 12 juta anak sekolah di Prancis. "Bersikap terbuka terhadap teknologi masa depan bukan berarti kita harus menerima semua penggunaannya," katanya.

Sementara itu, di Indonesia penggunaan barang digital lagi-lagi menimbulkan polemik didunia pendidikan. Ketika baru-baru ini viral postingan di Twitter soal sekolah yang melarang siswanya menggunakan smartwatch.

Ada sekolah menginformasikan kepada orang tua murid tentang larangan siswa menggunakan smartphone, dengan alasan demi keamanan dan kenyamanan anak serta kemungkinan proses belajar terganggu.

Sementara dari pihak orangtua, ada yang mengungkapkan alasan-alasam kenapa anak dibelikan gadget atau telepon, antara lain alasan psikologis,
untuk melacak keberadaan anak dan memonitor kegiatannya serta komunikasi.

Namun banyak juga orangtua yang justru melarang anaknya menggunakan gadget apalagi membawanya ke sekolah. Nada skeptis seorang ibu misalnya, "kog anak-anak dikasih barang harga jutaan, ya cuma buang-buang uang saja". Bagi orangtua, penggunaan smartphone dan gadget lainnya bisa memicu kekuatiran dan mimpi buruk.

Pasca dilantiknya Nadiem Makarim yang ditugaskan Jokowi untuk menangani sektor pendidikan, dari jenjang dasar hingga jenjang perguruan tinggi, masyarakat menaruh harapan besar Nadiem untuk membangun sistem pendidikan yang berkesinambungan dengan dunia industri.

Dan yang paling utama tantangan dunia pendidikan Indonesia ke depan adalah mempersiapkan bibit-bibit Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap menghadapi persaingan global, dan solusi pemanfaatan IT buat anak-anak usia sekolah.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
666 - ANGKA SETAN YG TERKUTUK 06 Jun 2020 11:23 WIB


 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia