KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA PENDIDIKAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
BNN "Panen" 1 Ton Ganja di Aceh 13 Aug 2020 02:57 WIB


 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PENDIDIKAN

Prancis Melarang Semua Anak Dibawah Usia 15 Tahun Menggunakan Telepon di Sekolah
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Nov-2019, 04:21:25 WIB

KabarIndonesia - Mengutip Business Insider US, (3/9/2018), dikabarkan bahwa siswa Perancis yang kembali dari liburan musim panas tidak akan lagi dapat menggunakan telepon mereka selama hari sekolah. Sebelumnya musim panas ini Perancis melarang semua siswa di bawah 15 tahun untuk menggunakan semua ponsel, tablet, dan jam tangan pintar kapan saja di siang hari. Itu termasuk waktu makan.

Pemerintah prihatin bahwa para siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh telepon mereka. Sehingga ditetapkan, anak-anak sekolah di Prancis di bawah 15 tahun tidak dapat menggunakan ponsel mereka kapan pun selama hari sekolah, berkat undang-undang nasional yang baru.

Selanjutnya disebutkan, larangan itu disahkan pada bulan Juli 2018 setelah janji kampanye yang dibuat oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron, akan memengaruhi sekolah-sekolah dasar dan menengah di seluruh negeri ketika mereka kembali dari liburan musim panas.

Undang-undang baru, yang mulai berlaku pada 5 Agustus, melarang semua jenis ponsel, serta tablet dan jam tangan pintar. Sementara larangan ponsel selama jam kelas sudah ada sejak 2010, undang-undang baru meluas ke waktu istirahat dan waktu makan.

Associated Press melaporkan, sekolah bebas memilih sendiri jika mereka akan menerapkan larangan bagi siswa di atas 15. Ada juga beberapa pengecualian untuk larangan tersebut, seperti untuk siswa penyandang cacat.

Disebutkan, dibawah undang-undang yang baru, siswa harus mematikan ponsel mereka di siang hari atau meletakkannya di loker. Sekolah akan secara mandiri berurusan dengan logistik tentang bagaimana siswa akan dijauhkan dari telepon mereka, kata kantor berita itu. Undang-undang tersebut diperkenalkan di tengah kekhawatiran bahwa siswa menjadi terlalu bergantung dan terganggu oleh smartphone mereka.

Agence France-Presse melaporkan, Menteri Pendidikan Jean-Michel Blanquer pada bulan Juni mengatakan undang-undang tersebut sebagai "undang-undang untuk abad ke-21," dan akan meningkatkan disiplin di antara 12 juta anak sekolah di Prancis. "Bersikap terbuka terhadap teknologi masa depan bukan berarti kita harus menerima semua penggunaannya," katanya.

Sementara itu, di Indonesia penggunaan barang digital lagi-lagi menimbulkan polemik didunia pendidikan. Ketika baru-baru ini viral postingan di Twitter soal sekolah yang melarang siswanya menggunakan smartwatch.

Ada sekolah menginformasikan kepada orang tua murid tentang larangan siswa menggunakan smartphone, dengan alasan demi keamanan dan kenyamanan anak serta kemungkinan proses belajar terganggu.

Sementara dari pihak orangtua, ada yang mengungkapkan alasan-alasam kenapa anak dibelikan gadget atau telepon, antara lain alasan psikologis,
untuk melacak keberadaan anak dan memonitor kegiatannya serta komunikasi.

Namun banyak juga orangtua yang justru melarang anaknya menggunakan gadget apalagi membawanya ke sekolah. Nada skeptis seorang ibu misalnya, "kog anak-anak dikasih barang harga jutaan, ya cuma buang-buang uang saja". Bagi orangtua, penggunaan smartphone dan gadget lainnya bisa memicu kekuatiran dan mimpi buruk.

Pasca dilantiknya Nadiem Makarim yang ditugaskan Jokowi untuk menangani sektor pendidikan, dari jenjang dasar hingga jenjang perguruan tinggi, masyarakat menaruh harapan besar Nadiem untuk membangun sistem pendidikan yang berkesinambungan dengan dunia industri.

Dan yang paling utama tantangan dunia pendidikan Indonesia ke depan adalah mempersiapkan bibit-bibit Sumber Daya Manusia (SDM) yang siap menghadapi persaingan global, dan solusi pemanfaatan IT buat anak-anak usia sekolah.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
"BURN OUT" = 4G (Gosong) 13 Aug 2020 04:53 WIB


 

 

 

 
Saatnya Nabung Saja Tidak Cukup 13 Aug 2020 02:57 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia