KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
ProfilEyang Dokter dan Kemenangan Kehidupan oleh : Kabarindonesia
22-Mei-2019, 08:38 WIB


 
 
KabaIndonesia - Bagi sebagian besar orang, menulis narasi kehidupan dalam bentuk autobiografi adalah percuma dan membuang-buang waktu. Tidak sedikit pula orang yang menganggap bahwa hidup terlalu biasa untuk dituliskan menjadi sebuah autobiografi. Tidak ada yang menarik dalam kehidupan, begitulah anggapan
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Menunggu 19 Mei 2019 16:15 WIB

SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
Mengenang Peristiwa 21 Mei 1998 22 Mei 2019 14:14 WIB

 
 
HUKUM

KAHMI Selenggarakan Diskusi Tentang Eksaminasi Putusan Perkara Irman Gusman
Oleh : Adriansyah | 14-Feb-2019, 13:35:40 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Ketua Dewan Penasehat Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Akbar Tandjung, mengaku terkejut saat Irman Gusman, yang ketika itu menjabat Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Pada Sabtu (17/9/2016) dini hari, Irman Gusman ditangkap dalam operasi tangkap tangan (OTT)," ujar Akbar dalam pembukaan diskusi bertajuk Eksaminasi Putusan Perkara Irman Gusman, di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (12/2/2019). Diskusi ini digelar oleh Majelis Nasional KAHMI dalam rangka mendiskusikan isi buku "Menyibak Kebenaran Eksaminasi Terhadap Putusan Perkara Irman Gusman". Buku ini berisi berbagai anotasi terhadap putusan perkara Irman Gusman. Menurut para penulis dalam buku ini, putusan perkara Irman mengandung kekeliruan dari sisi penuntutan oleh jaksa penuntut umum maupun pengambilan keputusan oleh majelis hakim.

Akbar mengaku tidak percaya Irman menerima suap. Menurut dia, sosok Irman dikenalnya cukup baik. "Saya mengenal Irman sejak menjadi Ketua HMI Cabang Jakarta. Irman merupakan salah satu aktivis HMI pada saat itu," jelas Akbar. Saat lembaga DPD mulai terbangun, Akbar meminta agar Irman terjun sebagai anggota DPD. "Mantan Ketua DPD Irman Gusman tidak mungkin menerima uang suap terkait kasus kuota gula Bulog di Sumatera Barat (Sumbar). Irman bukan sosok yang mudah menerima suap," tambah mantan Ketua DPR in. Akbar Tanjung juga menilai, Irman selain sosok yang religius juga sangat dihormati oleh masyarakat Sumbar. Irman memiliki niat baik membantu masyarakat Sumbar untuk memperoleh gula dengan harga murah. Selama ini Irman menyerap aspirasi masyarakat Sumbar yang mengeluhkan mahalnya harga gula mencapai Rp16.000 per kilo gram. "Dia memperhatikan masalah masyarakat yang ada di wilayah dia berasal, yaitu Sumbar," ungkap Akbar.

Irman divonis 4,5 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan. Irman juga dicabut hak politiknya selama tiga tahun terhitung selesai menjalani pidana pokok. Majelis Hakim Pengadilan Tipikor dalam putusannya menyatakan Irman terbukti melanggar Pasal 12 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
Persiapan Puasa Sahur Dahulu 19 Mei 2019 15:43 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB


 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia