KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiSenior Living D’Khayangan - Five Star Service with Three Star Price oleh : Kabarindonesia
13-Mei-2019, 17:47 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tidak bisa dipungkiri bahwa d‘Khayangan bagi saya merupakan Senior Living Bintang Lima dan ini bukan sekedar katanya saja, melainkan berdasarkan pengalaman saya pribadi sendiri yang sering datang berkujung ke d'Khayangan.

Kesan pertama yang saya dapatkan adalah lokasinya
selengkapnya....


 


 
BERITA HUKUM LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

Harapan 08 Mei 2019 06:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB


 
 
HUKUM

Komnas Perlindungan Anak dan Ketua TP PKK Tobasa Kunjungi Anak Korban Incest di Balige
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 30-Mar-2019, 10:56:55 WIB

KabarIndonesia- Balige, Tobasa, Sebagaimana diberitakan berbagai media lokal bahwa beberapa waktu yang lalu telah terjadi kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap anak kandungnya sendiri (kasus incest). Mengetahui perkembangan kasus ini, Komnas Perlindungan Anak bersama Ketua TP PKK Ny Darwin Siagian dan Wakil bupati Tobasa didampingi Praeses Toba Hasundutan Pdt Donda Simanjuntak serta Kordinator Relawan Sahabat Anak Indonesia wilayah Tobasa Parlin Sianipar, Jumat 29/03 mengunjungi korban dan ibu korban "incest" yakni hubungan seksual sedarah di Balige.

Kunjungan kasih dan solidaritas ini dilakukan untuk memberikan dukungan moral terhadap Putri (9) bukan nama sebenarnya korban kejahatan seksual dari ayah kandungnya NN ( 52) serta untuk memastikan fakta dan kronologi peristiwa guna memberikan pembelaan dan perlindungan terhadap korban.

Disamping itu, Komnas Perlindungan Anak dan tim relawan bersama ketua PKK Toba Samosir akan dapat segera mengambil langkah, bantuan pemeriksaan dan pemulihan psikologis dan medis terhadap ibu korban yang saat ini mengalami depresi berat akibat kejahatan seksual yang menimpa putrinya. Demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangannya kepada media usai bertemu korban dan korban.

Arist menjelaskan lagi, mengingat ibu korban dalam kondisi depressi berat dikawatirkan dapat mengancam keselamatan korban dan kakak korban yang masih membutuhkan pengasuhan dari ibunya. Seusai melakukan assesement dan 'Indept interviews' terhadap ibu korban, pihaknya akan segera melakukan pendampingan dan pemulihan psikologis dan layanan medis. Sedangkan Ketua PKK Tobasa meminta Dinas Kesehatan Tobasa untuk membantu memberikan bantuan medis dan bantuan sosial bagi korban dan keluarganya.

Sementara itu, untuk penegakan hukum terhadap kasus ini, Kordinator Relawan Sahabat Anak Indonesia untuk wilayah kerja Tobasa, Parlin Sianipar segera melakukan kordinasi ke mitraan dan pengawalan kasus ini dengan Polres Tobasa, dan membantu proses pengobatan medis kepada korban dan keluarga korban.

Arist Merdeka Sirait kepada media menjelaskan, bahwa kasus incest yang menjijikkan ini dilakukan NN pada awal 2017. Selepas NN menenggak mimuman keras di kedai/lapo tuak, sudah kebiasaan NN masuk kamar lalu berbaring disebelah putrinya. Dalam kondisinya tertidur lelap karena sudah lelah bekerja di kebun seharian penuh, disanalah terjadi perbuatan biadab dilakukan NN yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang becak di pasar terhadap putrinya itu. Demikian kejadian terus berulang dengan penuh ancaman untuk tidak memberitahukan kepada siapapun termasuk kepada ibu dan kakak-kakaknya.

Karena korban sudah tidak tahan lagi terhadap perlakuan biadab ayah kandungnya itu, kemudian si korban memberanikan diri menceritakan kejahatan seksual yang terjadi pada dirinya pada tetangganya. Mendapat pengakuan korban dan kronologisnya, lalu tanpa memperpanjang waktu akhirnya tetangga korban berinsiatif mengajak ibu korban untuk membuat laporan kepada Polisi.

Sebagaimana diketahui dari hasil investigasi mitra kerja Komnas Perlindungan Anak Relawan Sahabat Anak Indonesia berbasis di Tobasa bersama pekerja media di Balige melaporkan bahwa kasus ini berawal tahun 2017 ketika NN (51) warga Tobasa ini selepas pulang dari kedai tuak kebiasaannya langsung masuk ke dalam kamar dimana istri dan putrinya sudah tidur terlelap, kemudian NN berbaring di samping putrinya dan melakukan aksinya bejatnya secara berulang-ulang. Dengan demikian NN melakukan perbuatan bejatnya kepada putrinya itu disinyalir sudah berjalan hampir 2 tahun.

Arist Merdeka kepada pekerja media di Tobasa mengatakan, mengingat kejahatan seksual itu dilakukan oleh orangtua terhadap putri kandung sendiri, sebagaimana diatur dalam UU maka hukumannya dapat ditambahkan sepertiga dari ancaman pidana pokoknya menjadi hukuman seumur hidup.

"Komnas Anak sangat mengapresiasi dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada kerja keras penyidik Kasatreskrimum Unit PPA Polres Tobasa yang telah melakukan penegakan hukum yang cepat, tepat dan luar biasa (extraordinary). Penetapan dan penerapan ketentuan UU RI Nomor 17 Tahun 2016 junto UU RI No. 35 Tahun terhadap tindakan bejat NN terduga pelaku kejahatan seksual terhadap putri kandungnya sendiri, adalah merupakan bukti dan komitmen Kapolres Tobasa untuk tidak ada kata kompromi dan kata damai terhadap kejahatan seksual anak dan kejahatan kemanusian bentuk-bentuk lainnya, dan atau kekerasan," sebutnya.

"Sekali lagi, saya menaruh penuh harapan kepada Kapolres Tobasa atas kerja kerasnya dan komitmennya terhadap kasus-kasus kejahatan seksual dan kasus pelanggaran hak anak lainnya, mungkin masih membutuhkan pembuktian hukum, yang pasti saya menaruh harap demi keadilan bagi korban dapat segera menindaklanjutinya, " pungkas Arist Merdeka yang juga putra Porsea Tobasa ini.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia