KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiDua Minggu Berlatih Menulis Bersama PMOH untuk Para Pelajar SMP dan SMA oleh : Redaksi-kabarindonesia
02-Jun-2020, 01:39 WIB


 
 
KabarIndonesia - Selamat Idul Fitri! Masih dalam situasi masa lebaran ini, Harian Online KabarIndonesia (HOKI) kembali membuka pelatihan menulis online Tahun Ajaran (Tajar) XII, 2020. Pada Tajar ini khusus diperuntukkan bagi para pelajar SMP dan SMA untuk mengisi masa liburan
selengkapnya....


 


 
BERITA PARIWISATA LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
Melawan Hoax Virus Corona 21 Mei 2020 15:19 WIB


 
Kami Masih Punya Rasa Malu 31 Mei 2020 11:30 WIB

Aroma Kematian 09 Mei 2020 13:56 WIB


 
BERITA LAINNYA
 

 
Desainer Sang Pemuja Setan 29 Mei 2020 13:08 WIB


 
 
PARIWISATA

Samosir Gelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata untuk Mendapatkan SDM Unggul
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 25-Nov-2019, 14:54:28 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Percepatan pengembangan pariwisata yang mendunia bukan hanya soal pembangunan fisik prasarana, namun juga harus dibarengi pembangunan sumber daya manusia (SDM) nya. Bahkan Presiden Jokowi pun dalam Kabinet Indonesia Maju telah menetapkan misi membangun SDM yang Unggul, yang akan diperoleh melalui pendidikan dan pelatihan.

Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas SDM para pelaku wisata, maka Pemerintah kabupaten Samosir menggelar Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata Seri IV yang diselenggarakan Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata Dinas Pariwisata Samosir. Dana kegiatan ini bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik 2019 ini dilaksanakan di Hotel JTS Parbaba, kecamatan Pangururan, hari Kamis-Sabtu (21-23/11/2019).

Robintang Elfrianto Naibaho SS, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata Samosir, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini mengikutsertakan para pelaku bisnis wisata, baik itu pengusaha hotel, restoran, coffee shop, souvenir shop, pelaku seni, kelompok sadar wisata, pegiat pariwisata, pegiat media sosial, pengusaha becak wisata dan berbagai elemen yang berkaitan dalam bisnis pariwisata.

Robintang menegaskan bahwa dikumpulkannya pelaku bisnis wisata dalam wadah Pelatihan Tata Kelola Destinasi Pariwisata ini adalah untuk membangun sinergitas antar pelaku wisata dan bagaimana agar wisatawan semakin banyak berkunjung ke Samosir, menambah masa tinggal (length of stay) wisatawan di Samosir.

Dikatannya, “dan yang terpenting, bagaimana agar wisatawan yang datang mendapatkan kesan dan pengalaman/experience yang baik dengan pelayanan yang ramah dan ia akan mengabarkan kesan positif tersebut kepada teman-temannya,” ujar Robintang Naibaho.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa untuk mencapai harapan-harapan tersebut, maka pelatihan kali ini membahas materi tentang peluang wisata desa dan budaya di era millenium, managerial bisnis wisata di era digital, membangun sinergitas pelaku bisnis pariwisata dan tourism package to face 4.0,. Dengan menghadirkan narasumber Cahyo Pramono SE MBA dan Abdi N Ginting dari Advisor Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Sumatera Utara.

Sementara itu Bupati Samosir yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata Daulat Nainggolan SKM MKes dalam arahannya menyampaikan bahwa Samosir patut bersyukur karena masuk dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) sehingga mendapatkan perhatian penuh dari Pemerintah Pusat, baik itu pembangunan fisik kepariwisataan maupun pembangunan SDM-nya.

Karenanya, Daulat yang mantan ASN dibidang kesehatan ini mengatakan agar para peserta yang berasal dari berbagai jenis bidang bisnis pariwisata diharapkan dapat membangun sinergitas demi satu tujuan, yakni bagaimana memberikan kesan yang positif kepada wisatawan yang berkunjung.

“Jangan sampai wisatawan merasa jera saat berkunjung ke Samosir, tapi sebaliknya, justru menceritakan kesan positif mereka kepada rekan-rekannya, mengabarkan lewat media sosialnya, sehingga mengundang orang banyak untuk berkunjung ke Samosir,” ujarnya saat membuka pelatihan

Pada sesi awal pelatihan, narasumber Cahyo Pramono SE MBA memberikan materi peluang wisata desa dan budaya di era millennium. Dalam paparannya, Cahyo mengatakan bahwa pelaku bisnis wisata harus mampu mengoptimalkan peluang dengan memanfaatkan teknologi yang sedang berkembang pesat dewasa ini untuk pengembangan pariwisata.

Melalui kajian yang telah dilakukan, Cahyo menyimpulkan bahwa ketertarikan orang/wisatawan untuk menikmati sebuah produk wisata di era millennium ini didominasi oleh review di media digital. “Misalnya, ketika kita buka google map dan mencari daftar hotel di lokasi yang kita tuju, kita akan lihat bagaimana review dari pengunjung, bagaimana komentar-komentar mereka. Dan, jika review bagus, itu akan jadi alasan yang kuat untuk kita menginap di hotel tersebut,” jelas Cahyo mencontohkan.

Cahyo, yang sudah 27 tahun bergelut sebagai praktisi pariwisata ini menceritakan pengalamannya di dunia bisnis pariwisata. Iapun mendorong para pelaku bisnis pariwisata agar memanfaatkan media digital agar usaha yang mereka kelola dikenal publik secara luas yang jangkauannya bahkan sampai ke seluruh dunia.

Selain itu, Cahyo yang merupakan alumni International Hotel School Den Haag-Belanda ini menambahkan, untuk menjaga peluang yang ada, pelaku bisnis pariwisata harus mampu mengerti dan memahami apa kebutuhan wisatawan yang menjadi pasar kita.

"Contohnya saat ini, pasar kita adalah wisatawan dari Malaysia. Jadi, kita sebagai pelaku bisnis wisata harus tau selera mereka. Begitu juga jika pasar kita wisatawan Cina atau Eropa, kita harus tau bagaimana karakter dan selera mereka. Mungkin bagi kita itu tidak penting, tetapi bagi wisatawan yang menjadi target pasar kita, itu sangat penting, bahkan mutlak,” jelasnya.

Sementara itu, Advisor ASSPI Sumut Abdi N Ginting memaparkan materinya tentang bagaimana membangun sinergitas bisnis perilaku pariwisata dalam lima unsur (penthahelix) yakni akademik, bisnis, masyarakat, pemerintah dan media. Terkait hal ini Abdi mengajukan pertanyaan untuk mendorong pemahaman peserta. Apa kontribusi pelaku pariwisata dalam 3A (aksesibilitas, amenitas, atraksi), dan bagaimana implementasi pelaku pariwisata terkait 3K, koordinasi, kolaborasi dan koperatif.

Selain itu, Abdi Ginting juga memaparkan tentang Tourism Package to face 4.0, yakni saat sekarang memasuki era Internet Of Things (IOT) 4.0. Selama hampir 8 tahun menjadi perhatian antisipasi pelaku pariwisata yakni, segmen dan metode penyusunan paket tour yang sudah berubah, bagaimana implementasi dan penggunaan medsos secara optimal serta terpadu dalam marketing tourism.

Selain pemaparan dari narasumber, kegiatan ini juga diisi dengan Forum Discussion Group (FGD) sebagai wadah bertukar ide, pemikiran, pendapat, demi menemukan solusi yang paling tepat terhadap persoalan yang dihadapi.

Pelatihan yang diikuti 40 orang peserta ini akhirnya ditutup pada Sabtu (23/11), setelah para peserta membuat pernyataan bersama tentang komitmen menggunakan medsos secara baik, beradab dan menghindari konten negatif serta hoaks.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
666 - ANGKA SETAN YG TERKUTUK 06 Jun 2020 11:23 WIB


 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia