KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA CERPEN LAINNYA


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
CERPEN

LOVE STORY: BUTA ITU CINTA
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 01-Jul-2020, 12:34:38 WIB

KabarIndonesia - Pada zaman Now ini hampir setiap orang berlomba untuk mempercantik dirinya, sehingga timbulah pertanyaan BISAKAH KITA MENCINTAI seseorang TANPA MELIHAT kecantikan itu sama sekali?

“Terima kasih Tuhan!” itulah ucapan pertama saya tiap pagi, setelah saya bangun tidur. Karena begitu membuka mata tiap hari, saya bisa melihat betapa indahnya ciptaan Tuhan itu, taman yang hijau, bunga yang warna-warni, langit yang biru.
Ini bagi saya merupakan berkat yang sangat indah, karena bisa menikmati karunia dan melihat ini semuanya.

Tapi, apakah Anda bisa membayangkan bagaimana kalau kita dilahirkan dalam keadaan buta? Hidup kita dalam kegelapan terus-menerus? Jangankan gelap terus menerus, lampu mati satu jam saja kita sudah bingung!

Ada seorang mahasiswa yang ingin mencoba bagaimana rasanya menjadi orang buta. Ia ingin tahu kesulitan apa saja yang harus dihadapi oleh mereka yang tidak bisa melihat. Untuk itu ia mencoba melakukan eksperimen, dengan ia menutup matanya selama tiga bulan.

Hal pertama yang ia rasakan ialah kehilangan kemandirian nya, karena jangankan untuk jalan keluar untuk mengambil pakaian saja tidak bisa. Disitulah ia baru bisa merasakan betapa berat dan menderitanya seseorang yang tidak bisa melihat.

Pada saat akhir percobaannya, setelah ia bisa membuka mata dan melihatnya kembali, ucapan pertama yang ia ucapkan ialah: “Terima kasih Tuhan, bahwa Tuhan telah memberikan kepada saya kesempatan untuk bisa melihat semua ciptaan Tuhan!”

Disisi lain ia telah bisa mendapatkan hikmah untuk bisa menilai sesuatu bukan hanya dari kulit luarnya saja, bukan dari bungkus atau mereknya saja.

Apakah penting merk pakaian seperti Aigner, Boss, Christian Dior? Apakah penting mobil bergengsi seperti BMW, Mercedes? Apakah penting Rumah Ibadah yang indah? Apakah penting kosmetik pemoles wajah? Apakah penting untuk menilai seseorang dari warna kulit?

Apakah penting menilai seseorang hanya dari wajah orang yang bermata sipit, atau bermata biru, ataukah ia botak? Apakah penting penampilan wajah maupun paras cantik? Apakah penting rumah dan kebun yang indah? Apakah penting untuk tinggal di daerah permukiman elit?

Sesungguhnya untuk orang tunanetra semua ini sudah tidak mempunyai daya tarik lagi. Ia tidak membutuhkan semuanya ini!

Ia tidak akan tergoda lagi oleh segala macam merek dan segala macam barang yang indah-indah, sebab semuanya itu tidaklah penting baginya!

Ia tidak lagi tertarik dari segi dekorasi atau bentuknya makanan, sebab baginya rasa itu jauh lebih penting daripada dekorasinya. Ia tidak tertarik dan tidak membutuhkan penampilan luar!

Maka dari itu saya yakin hidup kita akan jauh jauh lebih murah kalau mulai besok kita belanja atau membeli sesuatu tidak berdasarkan bungkus, maupun penampilan luarnya!

Dan sayapun yakin kita akan mendapatkan lebih banyak kawan, kalau kita tidak menilai seseorang hanya dari segi bungkus dan penampilannya saja!

Ketika si Polan dilahirkan, ia masih bisa melihat sampai menginjak usia 8 tahun, tetapi karena terkena penyakit akhirnya ia menjadi buta total dan tidak bisa melihat lagi.

Tentu Anda bisa membayangkan bagaimana perasaannya si Polan kalau dengan seketika dunianya menjadi gelap gulita.
Seakan-akan layar tabir kehidupannya ditutup, sehingga ia tidak bisa melihat dan menikmati lagi keindahan alam ini.
Kini ia menjalani sisa kehidupannya sebagai seorang TUNA NETRA.

Walaupun demikian ia merasa beruntung, karena telah bisa mendapatkan pasangan hidup, seorang wanita yang tidak buta; namun bersedia untuk dijadikan istrinya.

Kenapa wanita ini memilih seorang tuna netra sebagai calon suami? Karena wajah wanita itu sendiri telah rusak kebakar, sehingga ia tidak bisa mendapatkan seorang suami. Boro-boro untuk mendapatkan jodoh, pergi keluar rumahpun ia sering sekali menjadi bahan ejekan dan tertawaan orang.

Bahkan anak kakaknya sendiri yang masih kecil merasa takut melihat wajahnya yang sudah penuh dengan cacad kulit yang terbakar!

Oleh sebab itulah ia mencari seorang suami yang tidak menilai dia dari segi wajahnya, ia mencari suami yang bisa mengasihi dia bukan karena penampilan luarnya.

Konon, mereka berdua bisa hidup bahagia dengan penuh keharmonisan dan kasih sayang bahkan mereka telah dikaruniakan dua orang anak sehat.

Pada suatu hari si Polan pulang dengan perasaan riang gembira: “Mam, aku punya satu surprise yang sangat luar biasa menyenangkan?”kata si Polan, “Aku akan bisa melihat lagi, masa gelap hidup saya akan berakhir!”lanjut si Polan.

Bagi si Polan, ini merupakan hadiah terindah dan terbesar yang Tuhan akan berikan selama hidupnya. Maklumlah karena hal inilah yang ia impi-impikan dan sangat didambakan sekali di dalam kehidupannya.

Tiap hari si Polan berdoa dengan khusuk berkali-kali kepada Tuhan. Ia memohon agar HANYA SATU KALI saja di dalam kehidupannya, walaupun ini hanya untuk beberapa detik sekalipun juga untuk bisa melihat wajah sang istri maupun anak-anaknya yang sangat ia kasihi.

Rupanya Tuhan telah mengabulkan doanya, dalam waktu yang dekat ini ia akan bisa melihat lagi seperti sediakala.
Karena seorang Dokter ahli mata dari Jerman, telah menyatakan kesediaannya untuk mengoperasi mata si Polan, sehingga akhirnya ia bisa melihat lagi.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sang dokter menyatakan bahwa ia yakin bisa menolong si Polan sehingga bisa melihat lagi. Dan minggu yang akan datang Ia akan bisa segera dioperasi.

Apakah Anda bisa membayangkan, bagaimana perasaan si Polan setelah 22 tahun lamanya buta, akhirnya ia akan bisa melihat lagi?

Nantinya, Ia akan bisa melihat kembali semua keindahan alam yang pernah ia lihat selama puluhan tahun sebelumnya. Bagaimana hijaunya rumput itu, bagaimana indah birunya warna langit. Ia akan bisa melihat dan menikmati lagi isi dunia ini dengan segala macam warna yang indah-indah.

Namun yang lebih penting dari segala2nya ialah ia sangat ingin sekali bisa melihat wajah istri maupun anak-anaknya yang terkasih, yang BELUM pernah ia lihat selama hidupnya.

Apakah SURPRISE ini menyenangkan istrinya?

Disatu pihak isterinya merasa senang kalau suaminya akan bisa melihat kembali. Namun disisi lain ia merasa sangat takut sekali. Ia merasa takut, apakah kehidupan kekeluargaan mereka akan bisa tetap berjalan seperti sediakala dengan penuh kasih dan keharmonisan?

Ia takut perkawinannya akan menjadi kandas, ia takut rumah tangganya akan menjadi hancur. Ia merasa takut, bagaimana kalau suaminya nanti melihat wajahnya yang buruk dan sudah rusak ini.

Ia merasa takut suaminya tidak akan bisa dan mau mengasihinya lagi, bahkan yang sangat ia takuti ialah di tinggal oleh suaminya, karena penampilan luarnya yang buruk dan rusak terbakar.

Bahkan ia berdoa kepada Tuhan memohon pengampunan dosa, karena ia merasa BERSALAH, sebab ia tidak mampu berbagi rasa untuk bisa turut merasakan perasaan gembira bersama suaminya.

Ia merasakan perasaan egoisnya terlalu besar, karena ia terlalu mengasihi suaminya. Apakah ia ini bersalah??
Perasaan gembira bahwa suaminya akan bisa melihat kembali, telah di tutup oleh rasa takut tak terhingga.

Apakah salah kalau ia sangat mengasihi suaminya? Apakah salah kalau ia merasa takut ditinggal oleh suaminya? Saya pikir, ini sebuah hal yang wajar.

Walaupun demikian ia tidak mau mengungkapkan perasaan ini kepada suaminya, ia tetap bungkam dan pendam di dalam hatinya.

Semakin mendekati hari H, perasaan si Polan makin senang karena ia akan bisa melihat kembali, bahkan kawan-kawan maupun tetangganya sekampung sudah mengetahui berita bahagia ini dan semuanya turut mengucapkan selamat dan turut menyatakan kebahagiaan mereka.

Hanya saja istrinya seorang, semakin mendekati hari H, perasaan semakin cemas dan rasa takutnya pun semakin besar pula. Istrinya tetap tidak mau mengungkapkan perasaannya, karena ia tidak mau merusak kebahagiaan maupun harapan dari suaminya.

Walaupun ia tidak mengucapkannya, namun hal ini terasakan sekali oleh suaminya si Polan. Maklum istrinya yang tadinya periang dirssakan seolah-olah berubah menjadi semakin pendiam dan sering melamum sambil menarik nafas panjang, Memang isterinya sedang dilanda dan dihantui oleh rasa takut!

Hari H pun tiba, sejak jam empat pagi si Pulan sekeluarga telah bangun, karena bagi si Polan hari itu adalah hari yang TERINDAH di dalam kehidupannya. Dan seperti persyaratan yang diminta Dokter mats, sejak kemarin si Polan sudah puasa, tidak lagi makan maupun minum.

Tepat jam 8.00 pagi BEL bunyi rumah berdering, rupanya supir taxi yang akan menjemput si Polan telah tiba, dan iapun berjalan keluar untuk membukakan pintu

Namun istrinya dgn perlahan dan penuh rasa kesedihan pergi ke kamar tidur untuk berdoa sambil menangis. Ia ingin membanjiri surga dengan air mata, agar Tuhan tahu perasaan hatinya, bahwa ia sangat takut ditinggal oleh suaminya yang sangat ia kasihi! Ia tidak mau dan tidak bisa pamit lagi dari suaminya, karena perasan takutnya sudah tidak tertahankan lagi.

Apakah salah, apabila kita mengasihi seseorang sedemikian besarnya sehingga timbul rasa takut kehilangan?

Pada saat ia berlutut dan berdoa, sambil berlinang air mata, tiba-tiba ia merasakan belaian tangan yang membelai kepalanya dengan lembut dari belakang dan penuh rasa kasih sayang.

Ternyata itu adalah tangan suaminya, ia berkata: “Mah, saya tidak jadi pergi, saya telah membatalkan jadwal operasinya, karena saya tidak jadi dan TIDAK AKAN MAU di operasi lagi.
Bagi saya kasih sayangmu ada jauh lebih indah dan jauh lebih berharga daripada bisa melihat.

Buat apa saya bisa melihat, kalau setelah itu hubungan dan keharmonisan hidup kita berdua menjadi rusak bahkan hancur.
Kasih sayangmu ada jauh lebih berharga dan lebih indah, daripada mata yang bisa melihat lagi. Biarlah saya TETAP BUTA sampai dengan akhir ajal saya, yang penting kita bisa berkumpul dengan penuh kasih sayang untuk selama-lamanya sampai ajal memisahkan kita," ujar Polan dengan lembut sambil memeluk isterinya.

Karena kasih kepada istrinya si Polan rela berkorban. Ia rela untuk hidup sebagai seorang tuna netra buat selama-lamanya

Namun jawablah sendiri apakah kita bersedia dan mau berkorban untuk orang yang kita kasihi seperti cerita yang tersebut diatas?

Sebagai akhir kata; walaupun saya belum pernah melihat Anda; tapi saya MENGASIHI ANDA SEMUA, I LOVE YOU – FULL ABIS! Big Hugs!. Semogalah LOVE STORY ini (hasil karya Mang Ucup) berkenan buat kita Duduluran semua! (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia