KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKapolri Terbitkan Maklumat Cegah Klaster Baru Covid-19 Terutama di Pilkada 2020 oleh : Danny Melani Butarbutar
21-Sep-2020, 15:35 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Kapolri Jenderal Idham Azis menerbitkan Maklumat untuk mencegah terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19 di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak tahun 2020. Maklumat Kapolri bernomor Mak/3/IX/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan Dalam Pelaksanaan Pemilihan Tahun 2020.

"Jadi
selengkapnya....


 


 
BERITA PUISI LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PUISI

Kami Masih Punya Rasa Malu
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 31-Mei-2020, 11:30:08 WIB

Pak, bantulah kami, kembalikan harga diri kami, berikanlah kami pekerjaan, karena kami bukan pengemis. walau setiap hari kami harus mengais, mencari sesuap yang pahit namun terasa manis

Pak, bantulah kami, kembalikan rasa malu kami, agar kami bisa hidup seperti manusia
dan tidak harus hidup seperti binatang, dimana kami harus makan dedak dan bekatul

Pak, bantulah kami, karena kami masih punya rasa malu. Kami tidak ingin mencari makan
tersisa di tong sampah

Pa, bantulah kami, karena kami masih punya rasa malu, Kami tidak mau menjual kehormatan diri kami.
Benar kami miskin, benar kami lapar, Tetapi kami masih memiliki rasa malu

Pak bantulah kami, karena kami masih punya rasa malu. Kami tidak mau ribut apalagi bersungut,
kami memilih sungkem dan bungkem

Pak tolonglah kami, bukankah Bansos itu hak kami ,Namun tetap saja disunat hingga sekian persen
Dengan bermacam alasan diiringi pesan yang tidak berkesan

Pak dengarkanlah kami, Mungkin inilah bedanya, kami yang miskin dan hina
Dengan para bapak yang kaya dan terhormat, Yang memiliki segala-galanya

Pak, sadarkah kalian. Memiliki segalanya harta dan kuasa
Terkecuali satu yang tidak Bapak miliki ialah: RASA MALU

Puisi diatas adalah sebuah celoteh si MISKIN jelata disaat si Corona merasuk ke tubuh manusia di jagad fana ini.

Mungkin para penguasa, yang memiliki kuasa berkata: Kenapa musti repot-repot mikirin rakyat yang kelaparan! Rakyat kan sudah di anjurkan agar menarik tali pinggang lebih ketat dan lebih kencang lagi.?

"Apalagi yang mau di ikat Pak? – Tulang juga udah enggak ada lagi sehingga hanya tinggal “angin KENTUT” saja yang masih tertinggal" . Malah dianjurkan agar kami rakyat puasa Senin - Kemis, yang penting perut Gw makin gendut dan account saya di bank semakin tebal.

Adakah anda memerhatikan, kalau kita membutuhkan bantuan pejabat mulai dari hal yang paling kecil seperti mengurus SIM s/d proyek milyard US $. Dengan tanpa rasa malu, mereka akan meminta upeti dari kita, bahkan untuk ini bukan hanya secara diam-diam lagi melainkan sudah merupakan pungutan resmi, yang lazim di beri nama Pungli atau PUNGutan LIar.

Tanya, apakah oknumnya punya rasa malu? Dimana harkat dan derajat diri dan bangsa negara kita sekarang ini? Apakah kita akan menjadi negara pengemis sampai kiamat, karena para pemimpinnya yang sudah tidak punya rasa malu lagi!

Daripada berpikir mencari jalan keluar, yang baik bagaimana caranya memajukan bangsa untuk memberikan peluang kerja kepada rakyatnya, lebih baik dan lebih mudah ngemis atau ngutang ke negara lain!

Pada saat sekarang ini sudah banyak manusia yang dari sononya dilahirkan tanpa ada urat kemaluan ataupun juga yang putus urat kemaluannya pada saat menjalankan tugasnya, sehingga rasa malunya hilang total. Banyak rakyat kita yang harus menanggung aib dan menanggung rasa malu karena ulah mereka:

Apakah kita tidak malu bahwa: sekarang ini sudah lebih dari 20% bayi yang dilahirkan mati karena kekurang gizi? Apakah negara ini sudah menjadi negara yang melarat tidak beda jauh dengan di Afrika?

Negara kita yang dahulunya kaya raya hutan rimbanya, sekarang jadi tanah gersang, karena sudah gundul hutannya dibakari oleh para pejabat dan konglomerat yang rakus? Negara kita yang dahulu begitu subur, sekarang jadi negara miskin dan lapar!

Puluhan siswa/i drop out karena tidak ada dana, boro-boro untuk meneruskan sekolah, untuk bayar kost saja sudah tidak mampu. Bahkan saya kira, pada generasi berikutnya, perkataan "MALU" sudah akan lenyap dari dalam kamus segala bahasa di dunia ini. Sehingga anak cucu kita nantinya akan bertanya kepada kita: "Rasa malu itu apa dan bagaimana? Apakah rasanya asam, manis atau asin?"
Karena mereka sudah tidak akan bisa merasakannya lagi rasa malu tersebut.

Bagaimana menurut pendapat Anda? Maturnuwun sanget berkah dalem. Have a nice week & selalu jaga kesehatan. (Disadur dari laman Fb MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembalioleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
10-Jun-2020, 09:39 WIB


 
  Obyek Wisata Rohani Salib Kasih Dibuka Kembali Obyek wisata rohani Salib Kasih di pegunungan Siatas Barita, Tapanuli Utara dibuka kembali sejak Jumat (5/6), setelah dua bulan lebih ditutup akibat wabah Covid-19. Lokasi wisata ini salah satu destinasi unggulan yang dibangun bupati Lundu Panjaitan tahun 1993. Puluhan ribu
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia