KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit dan Tol Media (Sebuah Kesaksian Untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA PUISI LAINNYA



  • AMOR
  • 16-Aug-2019, 10:58:55 WIB

  • JENUH
  • 17-Jul-2019, 15:06:38 WIB








 
BERITA LAINNYA
 

 

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
PUISI

Perjalaan Ilusi Tak Bertepi di Tengah Hujan dan Panas
Oleh : Adio Seftiwan | 24-Jul-2019, 14:30:48 WIB

Tak lama rasanya beberapa bulan yang lalu, banyak sekali kejadian diluar nalar yang dialami yah namanya kehidupan.
Tak tahu apa alasannya, mengapa, apakah, itu tanda tanya besar. Introveksi sudah hampir setiap waktu, bahkan di keliling dinding kaca, tak ada yang aneh.

Yah, sebagai makhluk ciptaan Allah yang bernafas dan masih berpijak di atas bumi dan berteduh di bawah langit-Nya, pasti tak akan luput dari dosa dan kekhilafan.
Tetapi kondisi saat ini yang paling sangat berasa sepanjang hirupan nafas, tak tahu skenario apakah yang sedang berjalan.

Seperti dipukul dengan sapu beramai-ramai. Keburukan, fitnah, bertubi-tubi dilekatkan di bahtera kecil ini. Sebesar apakah kesalahan itu?

Khusnuzon, ikhlas dan sabar tetap kita jadikan panutan, senyuman selalu kita jadikan penghapus air mata.
Berserah diri dan berdoa kepada sang pencipta agar selalu dikuatkan dan dibersihkan hati.

Tetap terus tegar menanamkan rasa syukur.
Benar, kita hidup butuh makan, butuh minum.
Bernafas butuh oksigen.
Berjalan butuh kaki.
Tulis dan cebok butuh tangan.
Beaktifitas butuh stamina.
Berpikir butuh otak.

Mungkinkah akan menjadi hal yang fatal jikalau semua yang kita lakukan hanya dimotori oleh otak sebagai pemicu tanpa diringi dengan rasa?

Sebagai setiap makhluk yang bernyawa pasti memiliki hati, simbiosis mutualisme tak akan belebur menjadi sempurna tanpa menyatukan pemikiran dan rasa.

Kita ialah petarung dunia dan akhirat.
Kenapa mesti sebutkan kata menyerah sebelum Tuhan yang menentukan?
Tak ada yang tak mungkin bagi-Nya sebagai sang pencipta.
Nafsulah terkadang yang sering menjadi benalu.
Bertahan bukan berarti sombong keras dan angkuh.
Hanya belajar memahami arti kehidupan.
Namanya dalam perjalanan pasti kan bertemu kerikil dan debu.

Filosofi roda berbutar itu pasti.
Filosofi hidup tanpa materi itu hal yang duniawi.
Filosofi akan ada misteri kalau sudah tak ada lagi.

Tak ada yang iri dengki jika tak ada hati, iya toh.
Munafik jika kita berbohong pada diri sendiri.
Kita tak pandai merangkai kata.
Kita bukan ahli bahasa yang bisa terapi.
Bahasa kita tak seindah puisi.
Tetapi insyallah iman, hati kita tetap dijaga dengan bersih.
Biarlah skenario drama perjalanan ini, menjadi pesan dan kesan yang berarti.

Semoga kita semua dijadikan orang-orang yang selalu diberkahi rahmat dan hidayah-Nya. Amin


 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia