KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Nasional21 JUNI HARI ISTIMEWA oleh : Tonny Djayalaksana
24-Aug-2019, 15:51 WIB


 
 
KabarIndonesia - Dihadirkannya seorang saksi ahli dari pihak terkait yaitu Prof Dr Edward Omar Sharif Hiariej yang kesaksiannya mampu mementahkan semua dalil-dalil pihak pemohon secara baik dan luar biasa. Melalui kesaksiannya tersebut maka tanggal 21 Juni 2019 itupun seperti menjadi
selengkapnya....


 


 
BERITA PUISI LAINNYA
  • AMOR
  • 16-Aug-2019, 10:58:55 WIB


  • JENUH
  • 17-Jul-2019, 15:06:38 WIB










 
BERITA LAINNYA
 

 

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Sepekan Bersama Luka di Kota Tandus

 
PUISI

Sepekan Bersama Luka di Kota Tandus
Oleh : Silivester Kiik | 05-Mei-2019, 07:57:28 WIB

Gerimis mulai pamit meninggalkan tetesan kehidupan, tersingkirkan oleh aura terik yang melayukan keharmonisan.
Panas dan kering mulai menjamu relung,
berotasi pada lingkaran kegelapan untuk mengadu amarah.

Sepekan sudah termakan luka rasa,
silih berganti muncul dari arah tak pasti.
Ingin menyudahi pada teduhnya ranting pohon tua,
namun senyatannya semakin menggigit lebih dalam.

Belukar telah membuka mulutnya untuk menyantap,
tiap-tiap cemburu yang makin membludak.
Saling berkaca diceritakan,
saling bercerita dicemoohkan.

Berteriak dan menampar diri sendiri,
menghindari kokohnya amukan jejak-jejak reruntuhan.
Ibarat rindu yang mati oleh mendungnya kejujuran,
Dan terkubur sementara lewat mimpi malam untuk bernapas.

Ketika fajar menyapa dengan keanggunan gairahnya,
ada butiran kelembutan hadir memeluknya.
Menyerahkan pada pangkuan kota tandus,
untuk bersaksi bahwa aku mati untuk kehidupan cinta yang lain.

Tunmat, 4 Mei 2019 (*Catatan terik bersama senja di batas kota)


Jari-Jari Gerbong di Tapal Batas

Ini tentang prahara para tuan tanah,
menatap di balik jari-jari gerbong sebagai pujian,
melayangkan tangan-tangan kepalsuan,
lalu kembali untuk menyesap kopi dengan tenang.

Ini tentang prahara para dedaunan kering,
di tinggalkan kematiannya dari pohon kehidupan,
menggigil dalam bunyian terompet anak gembala,
yang menggantikan peninggalannya dengan pohon palem yang memabukkan.

Ini tentang prahara para pemangku tangan,
tersenyum dalam surat wasiat pengalengan,
bahagia dalam pundi-pundi kekonyolan,
dan mati tanpa sebuah doa.(*) 

Atambua, 5 Mei 2019


Nadi Kenyamanan

Sebuah kenyamanan tak pernah mengira
Bahwa hancur berantakan selalu mengisi kehadirannya
Namun ia tetap tegar pada langkahnya
Sebab secepat apapun kekuatannya
Kejujuran mampu mengalahkannya

Atambua, 5 Mei 2019

Sumber Gambar: Dokumen Pribadi (Silivester Kiik)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
DI ATAS LANGIT ADA LANGIT 23 Aug 2019 14:03 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia