KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTol Laut, Tol Langit, dan Tol Media (Sebuah Kesaksian untuk HUT ke-13 HOKI) oleh : Wahyu Ari Wicaksono
12-Nov-2019, 01:10 WIB


 
 
KabarIndonesia - Sekarang ini perkembangan teknologi media telah berkembang dengan luar biasa. Apalagi ketika muncul teknologi yang disebut sosial media. Kemunculan sosial media telah membuat banyak hal berubah. Mulai dari industri, bisnis, kehidupan sosial, gaya hidup dan banyak lainnya. Salah
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Komedi Politik 02 Okt 2019 11:10 WIB

Antara Jarak dan Doa 21 Sep 2019 10:40 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
FamGofest 2019 Hadir di BSD City 21 Nov 2019 09:18 WIB

 

 

DUNIA PANGGUNG SANDIWARA (1): Sejatinya Panggung Itu Adalah Alam Semesta

 
ROHANI

DUNIA PANGGUNG SANDIWARA (1): Sejatinya Panggung Itu Adalah Alam Semesta
Oleh : Tonny Djayalaksana | 06-Sep-2019, 14:17:57 WIB

KabarIndonesia - "Panggung Sandiwara" adalah judul sebuah lagu ciptaan seorang musisi terkenal yang cukup melegenda di Indonesia, yaitu Ian Antono bersama Taufik Ismail yang menuliskan liriknya. Lagu tersebut sangat populer dan sudah seperti menjadi milik rakyat (public domain). Namun sayangnya, sepertinya banyak yang tidak paham, betapa sangat dalam arti yang dikandung lirik lagu tersebut. 

Lagu tersebut betul-betul menggambarkan sebuah realita dalam kehidupan di dunia ini. Sehingga bisa juga di katakan bahwa lirik lagu tersebut adalah sebagai penyebab Sang Maha Pencipta, membuat skenario untuk menciptakan Alam Semesta beserta seisinya. Berikut ini lirik lagunya: Dunia ini panggung sandiwara Ceritanya mudah berubah, Kisah Mahabrata atau tragedi dari Yunani  

Setiap kita dapat satu peranan yang harus kita mainkan Ada peran wajar dan ada peran berpura-pura          

Mengapa kita bersandiwara Mengapa kita bersandiwara          

Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak Peran  bercinta bikin orang mabuk kepayang Dunia ini penuh peranan, Dunia ini bagaikan jembatan kehidupan          Mengapa kita bersandiwara? Mengapa kita bersandiwara?           

Peran yang kocak bikin kita terbahak-bahak Peran bercinta bikin kita mabuk kepayang Dunia ini penuh peranan, Dunia ini......           
Lirik lagu tersebut sangat sederhana sehingga mudah dicerna. Namun mengandung arti yang sangat dalam.  Saya sangat meyakini bahwa waktu Ian Atono dan Taufik Ismail menciptakan lagu ini, mereka telah dipakai Semesta sebagai perpanjangan tangan-Nya, untuk menyampaikan pesan Semesta kepada seluruh Manusia sebagai penduduk Dunia ini. Mari kita kupas saja lirik lagu itu berdasarkan sudut pandang Spiritualitas:          

DUNIA INI PANGGUNG SANDIWARA:          

Bagaimana tidak? Bukankah sebelum Alam Semesta ini ada (diciptakan), yang ada hanyalah hitam gelap dan kosong belaka? Di dalam hitam, gelap, dan kosong tersebut ada Sang Keberadaan dalam Ketiadaan. Karena semata-mata Sang Keberadaan INGIN DIKENAL sesuai dengan keterangan dari sebuah Hadits Qudsi, yang berbunyi: AKU INGIN DIKENAL MAKA AKU CIPTAKAN CIPTAAN-CIPTAAN UNTUK MENGENALI-KU.           

Jadi, dengan demikian semua yang ada di Alam Semesta beserta isinya ini, semuanya adalah ciptaan-Nya. Semua makhluk termasuk Manusia dan Entitas lainnya yang hidup di Alam Semesta ini semuanya adalah DIA.  Karena seperti yang sudah dijelaskan di awal, bahwa sebelum Alam Semesta ini ada, cuma ada DIA=Sang Keberadaan berada dalam Ketiadaan. Maka setelah terciptanya Alam Semesta ini, semua yang ada di Alam Semesta inI juga adalah DIA.          

Demikianlah awal penyebab kenapa Alam Semesta ini diciptakan? Oleh karena semata-mata Sang Keberadaan=Tuhan/Allah sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, INGIN DIKENAL. Jadi sejatinya yang disebut "Panggung" itu adalah Alam Semesta itu sendiri. Adapun para pemain Sandiwaranya adalah seluruh isi yang ada di Alam Semesta tersebut.       CERITANYA MUDAH BERUBAH:       
Menurut para ahli sejarah, konon Bumi ini sudah berusia milyaran tahun. Sejak Alam Semesta ini diciptakan, entah makhluk apa yang pertama menghuni Alam Semesta ini dan sudah melalui berapa kali evolusi? Pasalnya belum ada satu literatur atau data apa pun yang bisa menerangkannya secara akurat.          

Menurut pemahaman saya, Tuhan/Allah=Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas, dalam proses penciptaannya itu memerlukan waktu yang sangat panjang. Tidak ada yang instan atau serta-merta. Dari satu peradaban beralih ke peradaban selanjutnya, awalnya membutuhkan waktu yang sangat panjang. Seiring waktu yang berjalan dan kemajuan peradaban manusia, maka semakin lama semakin cepat perubahannya. Seluruh Alam Semesta beserta seisinya berproses dalam ruang dan waktunya masing-masing. Tidak ada satu makhluk serta entitas lain yang diam total. Semuanya berkembang menuju perbaikan dan kemajuan yang disesuaikan dengan zamannya.           

Itulah hakekat dari lirik lagu "Ceritanya Mudah Berubah". Dari sejak zaman Purbakala hingga zaman sekarang ini, entah sudah mengalami mungkin ribuan bahkan jutaan kali perubahan "Ceritanya". Di antara "Cerita-cerita" tersebut, tentunya termasuk juga "Cerita Mahabrata dan Tragedi Yunani".  

SETIAP KITA DAPAT SATU PERANAN YANG HARUS KITA MAINKAN. ADA PERAN WAJAR DAN ADA PERAN BERPURA-PURA:          

Setiap Manusia yang dihadirkan di dunia pada zamannya, masing-masing diberi peranan. Ada peran wajar, ada juga peran berpura-pura. Itulah yang lazim disebut "Dualitas". Semua kehidupan yang ada di Semesta ini sifatnya adalah "Dualitas", karena bagi Tuhan/Allah sifat "Dualitas" tersebut adalah sebuah kesempurnaan. Karenanya, di Semesta ini tidak ada satu pun makhluk termasuk Manusia dan Entitas lain yang berhak menilai sifat "Dualitas" tersebut. Sebab semua Makhluk termasuk Manusia dan Entitas lainnya pasti memiliki keterbatasan. Semua ada dalam batas Ruang dan Waktunya masing-masing, sementara kehidupan saat ini tidak terlepas dengan kehidupan-kehidupan sebelumnya. Semuanya merupakan sebuah rangkaian "Cerita" yang tidak terputus dan semua rahasia dari kesinambungan "Certita-cerita" tersebut, hanya milik Tuhan/Allah=Sang Keberadaan sebagai Kecerdasan Semesta Tanpa Batas semata.          

Tak bisa dipungkiri lagi, semua peristiwa dan peranan yang terjadi di Semesta ini semuanya adalah peranan DIA semata. Sebab, di Semesta ini tidak ada satupun yang bukan DIA. DIA yang awalnya Abstrak/Gaib, lalu mewujud menjadi Alam Semesta beserta seisinya.            

Hal tersebut selaras dengan ayat 3 di Al-Quran surat Al-Hadid yang berbunyi: Dia Yang Awal, Dia Yang Akhir, Dia Yang Nyata Dia Yang Tidak Nyata Dan Dia Maha Mengetahui. Karena semata-mata INGIN DIKENAL. Jadi semua peranan yang diperankan di Dunia ini baik Yang Wajar maupun Yang Berpura-pura, semuanya diperankan oleh DIA.            

Adapun semua Makhluk termasuk Manusia dan Entitas lainnya, hanya dipakai sebagai perpanjangan tangan dari DIA. Karenanya semua media yang digunakan-Nya, tidak ada satupun yang Kekal-Abadi, karena semuanya dibatasi oleh Ruang dan Waktu. Jadi kalau di duia ini ada yang baik dan ada juga yang jahat itu semata-mata penilaian Manusia yang hidup pada saat itu. 

Padahal kehidupan saat itu tidak terlepas dengan kehidupan sebelum-sebelumnya, dan tidak ada satu Makhluk termasuk Manusia atau Entitas lainnya yang mengetahui rangkaian "Ceritanya", sejarah peradaban di Semesta ini, kecuali Sang Maha Pencipta sebagai satu-satunya Sang Keberadaan yang memiliki Kecerdasan Semesta Tanpa Batas. Yang memiliki semua "Cerita" dan Rahasia yang ada dari Awal sampai Akhir nanti. Bukankah hal yang demikian itu identik dengan sebuah SANDIWARA? (Bersambung)             

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia