KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA ROHANI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kegelapan vs Cahaya (2): Kegelapan Itu Kekal, Cahaya Datang dan Pergi

 
ROHANI

Kegelapan vs Cahaya (2): Kegelapan Itu Kekal, Cahaya Datang dan Pergi
Oleh : Tonny Djayalaksana | 16-Jun-2019, 16:58:42 WIB

KabarIndonesia - Dalam tulisan "Kegelapan vs Cahaya" bagian (1), sudah saya ungkapkan kenyataan bahwa jika digali hakekat makna yang terkandung di dalamnya secara mendalam ternyata kegelapan itu justru merupakan berkah. Berkah bagi manusia untuk melepaskan diri dari kemelekatan yang disebabkan oleh adanya cahaya.

Jika kita pelajari lebih mendalam lagi, ternyata penjelasan tentang "Kegelapan dan Cahaya" di tulisan bagian (1) tersebut, hampir sama maknanya dengan upacara hari Nyepi yang dilakukan oleh masyarakat Hindu di Bali. Adapun penjelasannya kurang lebih seperti berikut ini : Di Bali, perayaan pergantian tahun baru Icaka itu dilaksanakan sebagai momentum perenungan diri. Mengheningkan semesta agung dan semesta kecil (manusia) dari hiruk pikuk urusan duniawi. Agar ada jeda untuk mencari ke dalam keheningan diri.     

Di situ dirayakan dengan Nyepi. Upaya ke arah sepi di dalam dan sepi di luar itu melalui apa yang disebut Catur Brata Penyepian (Empat Pengendalian Diri saat Nyepi): 
1. Amati Geni: tidak menyalakan api di luar dan api di dalam (emosi)  
2. Amati Karya: tidak melakukan kegiatan tubuh di luar dan di dalam diri. Mendiamkan pikiran, perasaan, ego dari pekerjaan sehari-harinya.  
3. Amati Lelanguan: tidak melakukan penghiburan di luar dan dalam diri dengan berbagai bentuk hiburan itu 
4. Amati Lelungan : tidak bepergian ke luar diri, namun lebih menyelam ke dalam keheningan diri untuk mengenal Suara Sang Jati di dalam. 

Itulah sekilas penjelasan tentang perayaan Nyepinya. Begitu juga pemahaman dalam agama Budha, yang penjelasannya sebagai berikut: Buddha Gautama mungkin merupakan satu-satunya orang yang memiliki tingkat kesadaran tertinggi. Ia telah memilih sebuah kata yang dapat diartikan sebagai kegelapan. Sementara semua agama telah berbicara tentang cahaya, melupakan sepenuhnya bahwa cahaya itu tidak kekal dan jika engkau adalah terang, engkau juga tidak abadi. Cahaya itu tergantung pada sesuatu. Ia disebabkan oleh sesuatu.       

Buddha Gautama menyebut tingkat tertinggi kesadarannya nirwana. Bahkan pemeluk agama Buddha tidak pernah berpikir tentang itu sebagai kegelapan, karena kata itu menghasilkan asosiasi yang buruk dalam diri kita. Tapi nirwana arti persisnya "kegelapan" secara harafiah "meniup lilin." Tapi apa artinya? Meniup lilin, apa yang tersisa kemudian? Kegelapan yang abadi, tanpa kematian, yang bukan main.       

Merasakan dirimu penuh dengan cahaya mungkin adalah satu permainan ego. Merasakan dirimu teridentifikasi dengan cahaya, engkau mungkin hanya menggubah identitasmu - tapi ego bertahan. Tapi meniup lilin adalah meniup jauh ego, dan kegelapan yang luas pasti akan menciptakan kesahajaan, kerendahan hati, dan keadaan tanpa ego dalam dirimu yang sama luasnya.       

Adapun kesimpulan dari artikel yang saya tulis di atas ini sekali lagi untuk menegaskan bahwa "Kegelapan itu kekal abadi, adapun Cahaya datang dan pergi.       

Sebagai penutup, bolehlah kiranya kita kutip kata-kata humor dari si Jenius Albert Einstein yang menyatakan: "LUBANG HITAM ADALAH TEMPAT TUHAN DIBAGI NOL" Silahkan Anda coba mencari hakekat makna ungkapan humor tersebut sesuai pemahaman kita secara bijak. Tabik. (*)

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia