KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiInternational Press Card HOKI Bukan Sekedar Kartu Pers oleh : Kabarindonesia
30-Nov-2020, 14:05 WIB


 
  KabarIndonesia - Berikut beberapa alasan mengapa International Press Card HOKI bukan sekedar Press Card biasa:

- Jumlah penulis Harian Online Kabar Indonesia (HOKI) terus bertambah, hingga sudah mencapai lebih dari 15.000 orang banyaknya; 
- HOKI telah mendapat penghargaan MURI sebagai media yang
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
TOUR KE BELANDA GRATIS JIKA.... 04 Des 2020 15:05 WIB

 
 
OPINI

Ada Perbedaan Akar Masalah Antara Kasus George Flyod dan Papua
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 11-Jun-2020, 13:54:13 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Berita yang menjadi viral diberbagai media saat ini, kasus penyiksaan warga kulit hitam, George Floyd), yang memicu aksi unjuk rasa besar-besaran di Amerika Serikat (AS). Kasus ini tidak bisa disamakan dengan persoalan yang ada di Papua. Kasus Floyd dan tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya beberapa waktu lalu memiliki perspektif dan latar belakang yang berbeda.

Hal itu dikatakan pengamat masalah Papua, Adriana Elisabeth di Jakarta, Selasa (9/6/2020). "Salah satu kasus yang muncul beberapa minggu lalu di Amerika Serikat (AS) atau kasus George Floyd menjadi contoh persoalan perbedaan ras atau warna kulit masih potensial menjadi gerakan sosial yang memancing solidaritas ke banyak negara," ujarnya.

Mengutip beritasatu.com, Adriana Elisabeth mengatakan, dalam sejarah rasisme di dunia, sistem rasialis tidak terjadi dengan sendirinya melainkan dikonstruksi dengan beberapa alasan karena kepentingan ekonomi dan politik. Ketidakpahaman mengenai kompleksitas sistem rasialisme berpotensi menimbulkan distrust dan konflik.

Menurut Adriana Elisabeth, kekeliruan logika (false binary) dalam kasus ini mengarah pada pemahaman bahwa perbedaan rasial terbatas pada warga kulit. Padahal, ujarnya, perbedaan itu terletak pada perspektif.

Kasus Floyd, ujar Adriana Elisabeth, berdekatan dengan dua peristiwa di Indonesia terkait hasil putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang mengalahkan Presiden Joko Widodo dan Menkominfo Johny G Plate atas kebijakan pelambatan/pemutusan internet di Papua dan Papua Barat dalam demo dan kerusuhan berseri pada 2019. Peristiwa lain adalah tuntutan jaksa terhadap tujuh tahanan politik di PN Balikpapan.

"Apakah rasialis di AS bisa dianalogikan dengan kasus rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya pada Agustus 2019? Terdapat perbedaan akar masalah antara kasus Minesota dan Surabaya," ujar Adriana.

Adriana Elisabeth berpandangan, persoalan Surabaya yang disusul dengan demonstrasi dan kerusuhan antirasisme merupakan akumulasi persoalan masa lalu dan masalah-masalah pembangunan yang belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Papua. Dengan kata lain, kasus rasialis yang muncul merupakan “percikan api” dari “bara api” yang belum bisa dipadamkan.(Sumber: Asni Ovier, www.beritasatu.com)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 

 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia