KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
PolitikSurvei SMRC: Mayorias Warga Tidak Suka Rizieq Shihab oleh : Wahyu Ari Wicaksono
26-Nov-2020, 10:52 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menemukan bahwa 73% warga Indonesia tahu atau pernah dengar nama Muhammad Rizieq Shihab (MRS). Dari yang tahu, yang suka kepada MRS 43%, yang berarti jauh di bawah kesukaan terhadap
selengkapnya....


 


 
BERITA OPINI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
OPINI

Apa Untung-Rugi Indonesia Jika Lockdown?
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 20-Mar-2020, 13:46:59 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Sejak diketahuinya penyebaran virus corona Wuhan sudah mendunia hingga melanda negara-negara besar di Eropah, USA dan Asia, dan pernyataan WHO bahwa Covid-19 sebagai pandemik global, banyak negara di dunia menetapkan kebijakan Lockdown.

Bagi Pemerintah Indonesia dibawah pimpinan Presiden Jokowi, tidak begitu saja terburu-buru melakukan lockdown. Sebagaimana dilansir detikFinance dalam Picture Story, Jumat, (20 Mar 2020), dikatakan akibat penyebaran COVID-19 di Indonesia membuat warga meminta pemerintah terapkan lockdown. Kebijakan itu menuai pro-kontra karena akan berdampak pada berbagai sektor.

Dikabarkan pada Tagar #Indonesia_LockdownPlease, ramai dibahas di jagat media sosial pada Kamis (19/3/2020). Usulan lockdown atau isolasi wilayah itu dinilai dapat menjadi upaya untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Meski begitu, ada berbagai hal yang harus diperhatikan bila RI berencana menerapkan kebijakan tersebut agar tak menimbulkan persoalan baru yang memberatkan masyarakat. Dalam keterangan gambar yang ditayangkan, dijelaskan pertimbangan untung ruginya jika Pemerintahan Jokowi menerapkan kebijakan lockdown.

Dikatakan, dari sisi keuntungan, lockdown dinilai sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona kian meluas di masyarakat. Pasalnya dengan diterapkannya lockdown, warga akan lebih banyak menghabiskan waktu dengan mengisolasi diri di rumah sehingga kemungkinan penyebaran COVID-19 di ruang publik dapat ditekan.

Meski begitu, ada sejumlah kekhawatiran yang membayangi usulan lockdown di wilayah Indonesia, salah satunya krisis ekonomi. Pro dan kontra di kalangan masyarakat pun terjadi. Pemerintah pun harus hati-hati apabila mau mengambil langkah lockdown.

Pasalnya, masyarakat miskin akan menjadi pihak yang paling terdampak dengan kebijakan ini. Masyarakat kelas menengah ke bawah akan menurun apabila lockdown dilakukan. Tak sedikit warga yang menilai bilamana diterapkannya kebijakan itu pekerjaan mereka menjadi terganggu. Terlebih bagi mereka yang mengandalkan pemasukan harian seperti pedagang maupun pekerja sektor informal lainnya.

Peneliti Indef Bhima Yudhistira mengatakan masyarakat yang berada di garis kemiskinan kebanyakan merupakan pekerja di sektor informal, yang mendapatkan pendapatannya harian di luar rumah. Dia memberi contoh pengemudi ojek online (ojol) ataupun pedagang kaki lima, kalau lockdown dilakukan bagaimana mereka bisa bekerja dan mendapatkan uang.

Penerapan lockdown yang tak dipersiapkan secara matang juga dapat mengakibatkan kepanikan bagi masyarakat, khususnya terkait respons panic buying atas kebutuhan bahan pangan pokok yang bila tak dipersiapkan secara matang dapat menyebabkan permintaan melonjak dan stok terancam menipis.

Belum lagi pasokan bahan baku pokok bagi masyarakat Jakarta akan terhambat, utamanya pangan. Sejauh ini, menurut Bhima, Jakarta mengandalkan pasokan pangan dari luar daerah. Sementara itu Jakarta juga menyumbang 20% angka inflasi nasional. Kalau barang langka di Jakarta dan berujung pada kenaikan harga secara lokal, maka angka inflasi nasional bisa saja terkerek hingga 6%.

Meski begitu, bila pemerintah di kemudian hari berencana menerapkan lockdwon, ada sejumlah hal yang harus disiapkan agar kekhawatiran maupun kemungkinan terburuk yang dapat merugikan masyarakat dapat diatasi.

Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Muhammad Edhie Purnawan mengatakan paling utama, pemerintah harus memastikan pasokan kebutuhan dasar terpenuhi. Apabila lockdown mau dilakukan selama dua minggu, maka kebutuhan pokok tidak boleh langka di pasar. Baik di pasar tradisional maupun pasar ritel modern.

Terkait lockdown, Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menyebut bahwa apabila Jakarta saja yang lockdown, Indonesia bisa krisis ekonomi. Pasalnya, sejauh ini 70% pergerakan uang dalam perekonomian nasional berada di Jakarta. Akan sangat berisiko bila aktivitas perekonomian lumpuh karena melakukan lockdown di Jakarta.

Bhima pun mengatakan bila pemerintah terburu-buru melakukan lockdown, kebijakan tersebut dapat memicu kelaparan akibat persiapan yang tidak matang.

Edhie mencontohkan kasus lockdown di Filipina. Presiden Duterte bekerja sama dengan dua konglomerat besar negara tersebut, San Miguel Corporation dan Ayala Corporation untuk menyediakan makanan.

Koordinasi dan kerja sama antara pemerintah dengan kalangan bisnis dan masyarakat secara masif harus dilakukan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Pemerintah juga harus mendorong kesiapan pada kalangan bisnis yang ditunjuk untuk menyiapkan pasokan bahan pokok dan logistik.

Namun, bila Indonesia belum mempertimbangkan opsi lockdown maka pemerintah harus dengan sangat segera bisa mendatangkan para ahli dan peralatan yang sangat memadai di segenap penjuru Indonesia untuk bisa mendeteksi, mengarantina, dan memutus rantai penyebaran virus corona.

Selain itu, Peneliti Indef Bhima Yudhistira pun mencoba memberikan alternatif yang dapat dilakukan pemerintah selain menerapkan lockdown. Mulai dari mendorong kebijakan social distancing, hingga melacak penyebaran virus dengan teknologi Artificial Intelligence (AI). Pemerintah juga harus segera menyiapkan pembangunan rumah sakit darurat. Lalu stok farmasi dan obat-obatan harus dijaga.

Kesigapan serta keterbukaan informasi dari pemerintah terkait penanganan dan pencegahan penyebaran virus Corona kepada masyarakat pun dapat menjadi salah satu upaya untuk memberikan rasa aman kepada warga.

Pasalnya, dengan informasi yang jelas serta kesigapan penanganan dan penanggulangan penyebaran virus corona masyarakat dapat ikut serta memantau dan mengetahui kondisi terkini terkait penanganan COVID-19 di Indonesia.

Sementara itu, pantauan kabarindonesia,com di medsos Whatsapp grup, dengan menayangkan pernyataan pers Menlu RI Retno Marsudi tentang perlintasan orang dari dan ke Indonesia terkait Covid-19 ( https://youtu.be/z0tB-Z0OmV8), netizen memberi komentar jika Indonesia akan lockdown.

"Akhirnya meski terlambat dan setelah mendapat tekanan dari WHO, Indonesia berlakukan Lockdown mulai tengah malam nanti, Jum'at (20/3/2020) pukul 00.01 WIB. Jika sekarang Kamis (19/3/2020) pukul 13.00 WIB berarti waktu Lockdown tinggal 11 jam saja lagi. Simak video berikut. Akhirnya pemerintah memutuskan Indonesia lockdown (berlaku 20 Maret 2020)".(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
  Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Papua Nyatakan Dukungan Agar Otsus Jilid II Dilanjutkan pada Peringatan Hari Pahlawan Menyadari bahwa sejarah perjuangan pahlawan nasional Republik Indonesia khususnya yang tercermin pada peristiwa 10 November 2020 patut dikenang dan diteladani sebagai upaya generasi muda Indonesia dalam menghormati para pejuang yang telah merebut bangsa ini dari zaman penjajah hingga nyawa mereka
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB


 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia