KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKetua MPR RI Bamsoet Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Mei-2021, 10:01 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip surel editor KOMPAS.com, bahwa untuk tahun ini larangan mudik seperti membentur tembok.

"Mungkin karena kejenuhan yang menumpuk. Mungkun karena peasaan lebih aman lantaran vaksin dan klaim kemampuan pemerintah mengendalikan", sebut Wisnu Nugroho.

Persoalan
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
CARA MENINGKATKAN KHARISMA ! 12 Mei 2021 10:22 WIB


 
 
DAERAH

Biogas, Sarana Alternatif Pengolahan Limbah Kotoran Sapi
Oleh : Ki Agus N. Fattah | 23-Des-2011, 11:04:02 WIB

KabarIndonesia - Skala prioritas populasi penyelenggaraan kegiatan peternakan di Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung, diperlukan upaya pengembangan serta pemahamanindividual bagi setiap pelaku produksi ternak. Mengingat jumlah penduduk di wilayah Kabupaten Bandung dari tahun ke tahun semakin bertambah. Sehingga area untuk sektor peternakan dari waktu ke waktu semakin terbatas.
    
Menyikapi permasalahan itu, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bandung, Ir. H. Hermawan, menutur kepada pewarta HOKI, ketika ditemui di kantornya, Kamis, 22/12/2011, perlu dilakukan upaya sosialisasi agar permasalahan yang timbul akibat limbah ternak tersebut tidak berdampak buruk bagi masyarakat. Seperti yang divisualisasikan mengenai jumlah ternak di wilayah Kabupaten Bandung, diantaranya:

1. Sapi Potong, populasi 16.658 ekor, produksi daging 858.443 kg,
2. Sapi Perah,  populasi 29.702 ekor, produksi daging 0 kg.
3. Kerbau, populasi 3.045 ekor, produksi daging 330.142 kg.
4. Kuda, populasi 2.015 ekor, produksi daging 84.146 kg.
5. Kambing, populasi 22.782 ekor, produksi daging 1.670.337 kg.
6. Domba, populasi 223.437 ekor, produksi daging 15.423.373 kg.
7. Ayam Buras, populasi, 1.686.999 ekor, produksi daging 1.419.670 kg.
8. Ayam Ras Petelur, populasi 393.612 ekor, produksi daging 191.540 kg.
9. Ayam ras Pedaging, populasi 4.089.900 ekor, produksi daging 17.913.762 kg.
Total populasi 6.927.821 ekor, produksi daging 35.017.959 kg.
    
Permasalahan dari jumlah keseluruhan peternakan yang ada terletak pada lokasi ternak dan limbahan kotoran ternaknya dan jumlah tingkat kepadatan penduduk di wilayah Kabupaten Bandung yang sekarang berkembang pesat. Sehingga lokasi yang sebelumnya terdapat jarakantara peternakan dengan rumah penduduk atau permukiman, sekarang kian rapat.

Akibatnya, masyarakat yang berdekatan langsung dengan lokasi peternakan itu, mesti menanggung resiko terkena dampak limbah dari peternakan. Kenyataan ini yang mengharuskan lita untuk segera melakukan upaya penanggulangan agar permasalahan itu tidak sampai berlarut-larut.

Sebagai gambara struktur populasi sapi berikut limbah kotorannya, sebagai berikut:

1. Sapi Perah 20.702 ekor, menghasilkan kotoran basah sebanyak 22 kg/ekor, asumsi jumlah kotoran segar tahun 2010 adalah 238.507.060 kg.
2. Sapi Potong 16.658 ekor, menghasilkan kotoran basah sebanyak 22 kg/ekor, asumsi jumlah kotoran segar tahun 2010 adalah 133.763.740 kg.

Jadi bila dillustrasukan lebih jelas lagi, sebanyak 29.302 ekor sapi yang dipelihara peternak di Kab. Bandung, setiap harinya menghasilkan menghasilkan 1.019.920 kg limbah kotoran ternak. Sementara dari kepemilikan BIODEGESTER yang sudah yang sudah dibagikan oleh Disnakan Kab. Bandung, baru sekitar 29,265% dari keseluruhan total limbah kotoran sapi yang dimanfaatkan untuk Biogas dan kompos. 
    
Rekapitulasi pemasangan unit Biogas dari tahun 2005-2010 mencapai 1.064 buah. Dari total keseluruhan Biogas, 380 unit Biogas yang terpasang, maka produksi gas dalam setahun bisa mencapai 574m3 dan limbah kotoran sapi yang diserap adalah sebesar 78.840.000 kg/tahun. Berarti limbah kotoran sapi yang diserap untuk dimanfaatkan sebagai Biogas mencapai 29,265% dari jumlah total limbah kotoran segar.
    
Sapi Perah, tambah Hermawan, merupakan ternak potensial di Kab. Bandung. Diantaranya seperti di Kecamatan Rancabali, Kecamatan Ciwidey, Kecamatan arjasari, Kecamatan Pasirjambu, Kecamatan Pangalengan, Kecamatan Kertasari, Kecamatan Banjaran, dan Kecamatan Cilengkrang. Dari delapan kecamatan tersebut, jumlah ternak sapi dengan populasi terbesar terdapat di wilayah Kecamatan Pangalengan dan Kecamatan Kertasari.
    
Sementara itu, Syamsul, salah seorang penduduk Kecamatan Katapang, melalui Media Online Kabarindonesia, mengharapkan kepada Pemkab. Bandung untuk bisa menanggulangi permasalahan limbah kotoran sapi dengan maksimal juga optimal. Sebab masih banyak peternak yang memanfaatkan lingkungan sekitarnya, seperti selokan/parit, untuk melakukan pembuangan limbah. Kenyataan itu jekas mengakibatkan beberapa unsur ekosistem terganggu dikarenakan lingkungan sekitarnya terkontaminasi bau yang tak sedap. Begitu juga dengan sumur-sumur penduduk.
    
"Mengenai adanya oknum peternak yang membuang sembarang limbah kotoran sapi, memang bukan sekali dua kali menerima pernyataan itu. Kami akan terus melakukan upaya koordinasi dengan para peternak, agar perbuatan mereka bisa diantisipasi dengan memanfaatkan limbah itu menjadi sesuatu yang berguna. Seperti biogas juga kompos," kata Hermawan menegaskan. (*)


Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com/
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera:
http://kabarindonesia.com/

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 
 

 

 
 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia