KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
 
KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji bagian (6) kita telah melihat, berbagai upaya untuk menyerang dan menjatuhkan Jokowi ternyata justru sering berbalik menjadi bumerang yang menjadikan elektabilitas Prabowo-Hatta terdegradasi. Jokowi-JK
selengkapnya....


 


 
BERITA DAERAH LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Sayapku Telah Patah 08 Jul 2019 10:34 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Kasus Penyerobotan Lahan Kebun Warga Desa Kawasi Kecamatan Obi  Halmahera Selatan Terhenti

 
DAERAH

Kasus Penyerobotan Lahan Kebun Warga Desa Kawasi Kecamatan Obi Halmahera Selatan Terhenti
Oleh : Zulkifli Budi. S | 17-Jun-2019, 15:36:11 WIB

KabarIndonesia - Maluku Utara, Hampir setahun kasus penyerobotan lahan dilakukan oleh perusahaan Nikel PT. Harita Group Desa Kawasi hingga kini tak kunjung selesai. Kasus penyerobotan lahan masyarakat ditangani oleh  Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marimoi yang dilaporkan ke Polisi Daerah (POLDA) Maluku Utara 13 Desember 2018 lalu. Kasus tersebut terhenti di tengah jalan entah kenapa.

Sebelumnya PT Harita Group bersama warga telah adakan pertemuan 18 November 2018, bertempat di desa Kawasi kecamatan Obi kabupaten Halmahera Selatan. Pertemuan tersebut tidak menghasilkan kesepakatan, tetapi PT Harita secara paksa mengambil tindakan seakan-akan bahwa lahan tersebut sudah menjadi milik perusahan. Lalu penggusuran membabibuta dilakukan 22 November 2018, pada jam 2 malam sampai waktu subuh.

Setelah itu baru diketahui warga di pagi hari, kericuhanpun timbul karena amukan warga, hingga pemboikotan serta pemberhentian paksa atas tindakan perusahan. Lahan milik warga yang digusur kurang lebih 36,7 Ha jadi rusak an merupakan satu-satunya harta yang dimiliki. Warga desa Kawasi yang bertahan hidup dengan bercocok tanam kini jadi sirna. Masyarakat berharap agar Polisi Daerah (POLDA) agar mengusut tuntas kasus penyerobotan lahan tersebut, agar keadilan di negeri ini dapat terungkap.

"Kami sudah tidak bisa bikin apa-apa untuk menutupi kebutuhan rumah tangga karena harta sudah digusur habis, apalagi di dalam lahan kebun ada tanaman tahunan dan bulanan. Kami tetap berharap dan menunggu proses hukum lebih lanjut. Kasus ini sudah dikuasakan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Marimoi, tetapi hampir setahun belum ada hasil yang baik. Kami pun berharap agar ada lembaga-lembaga lain turut membantu dan memantau kasus ini, supaya cepat dan ada hasil baik" tutur salah satu warga sambil meneteskan airmata.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Cara Asik Menikmati Mudik 23 Mei 2019 13:11 WIB

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia