KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalLowongan Kerja PT.Indomaret 2021 oleh : Danny Melani Butarbutar
12-Feb-2021, 00:57 WIB


 
  KabarIndonesia – Jakarta, 💳 Lowongan Kerja PT.Indomaret Resmi DibukaDapatkan pekerjaan dari PT.Indomaret lewat program COVID19. Segera mendaftar pengembangan kompetensi berupa bantuan biaya yang ditujukan untuk pencari kerja, pekerja ter-PHK, atau pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi. Bantuan akan dikirimkan setiap bulan
selengkapnya....


 


 
BERITA POLITIK LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
 

Ilusi 1 Desember dan Paradigma Baru Pengelolaan Papua

 
POLITIK

Ilusi 1 Desember dan Paradigma Baru Pengelolaan Papua
Oleh : | 03-Des-2020, 06:09:37 WIB

KabarIndonesia - Memprihatinkan, setiap tanggal 1 Desember selalu saja ada yang memperingatina sebagai Hari Proklamasi West Papua. Padahal sudah jelas dimana dalam Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada 2 Agustus 1969 lampau, rakyat Papua sudah memutuskan secara aklamasi untuk bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut diegaskan oleh Ketua Bamus Papua dan Papua Barat, Willem Frans Ansanay yang menyatakan bahwa Pepera pada 2 Agustus 1969 tersebut, nyata-nyata sudah memutuskan bahwa Papua bergabung dengan NKRI dengan wilayahnya dari Sabang sampai Merauke. Bahkan berdasarkan pengakuan internasional, juga telah dipertegas Papua resmi telah masuk NKRI pada hari Kemerdekaan 17 Agustus 1945.

Dalam diskusi online (virtual) bertema “Ilusi 1 Desember” yang digelar pada Senin (30/11/2020), lagi-lagi Willem Frans Ansanay menegaskan, “Saya garis bawahi sudah clear (Papua masuk NKRI). Fakta sudah membuktikan internasional sudah clear Papua masuk NKRI.” 

Apalagi menurut dia, saat ini Pemerintah Pusat telah memberikan berbagai langkah tepat untuk mengubah Papua lebih baik melalui Dana Otonomi Khusus. 

“Pemerintah telah memberikan langkah sangat tepat bagi Papua dan telah menyetujui dana Otonomi Khusus bagi Papua,” paparnya.

Mengamini pendapat Ansanay, Ketua DPD Pemuda Mandala Trikora Provinsi Papua Ali Kabiay juga menilai bahwa peringatan hari Kemerdekaan West Papua pada tanggal 1 Desember hanyalah sebuah mimpi belaka. Pasalnya, Papua sudah jelas masuk dipangkuan NKRI dan merdeka pada 17 Agustus 1945.
“Tanggal 1 Desember itu suatu mimpi belaka saja karena kita sudah merdeka 17 Agustus. PBB sudah menyatakan Papua bagian dari Indonesia yang sah. Dalam membentuk negara bukan hal mudah dan tidak mudah membalikan telapak tangan,” tegas dia. 

Terkait dengan kebijakan pemerintah pusat untuk Papua, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko sebelumnya telah kembali memastikan bahwa pelaksanaan Otonomi Khusus atau otsus tahap kedua di Tanah Papua akan segera dilaksanakan.

Kepastian kebijakan pemerintah tersebut merujuk pada Keputusan Presiden (Keppres) No.20/2020 tentang Tim Koordinasi Terpadu Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat.

“Keppres itu bertujuan agar tercipta semangat paradigma dan juga cara-cara baru dalam mengelola percepatan pembangunan Papua dan Papua Barat untuk meningkatkan sinergi antara lembaga/kementerian dengan pemerintah daerah sehingga percepatan pembangunan dalam menuju kesejahteraan Papua dan Papua Barat bisa segera terwujud,” jelas Moeldoko kepada media, Selasa (1/12/2020).

Lebih lanjut, Moeldoko menyampaikan terdapat lima hal sebagai kerangka baru yang ingin dituju dalam mewujudkan kesejahteraan di Papua dan Papua Barat.

Pertama, tranformasi ekonomi berbasis wilayah adat. Kedua kualitas lingkungan hidup dan ketahanan bencana. Ketiga mewujudkan SDM yang unggul, inovatif, berkarakter dan kontekstual Papua. Keempat infrastruktur khususnya infrastruktur dasar dan persoalan ekonomi, dan kelima tata kelola pemerintahan dan keamanan yang menghormati hak.“

Lima hal itulah kerangka yang ingin diwujudkan dalam upaya menuju percepatan Papua yang semakin sejahtera,” imbuh Moeldoko.Untuk pengingat kita, Otonomi Khusus Papua tahap pertama yang berlaku selama 20 tahun sudah akan berakhir pada 2021 besok. (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 
 

 
Hacker ClanX12 15 Jan 2021 06:38 WIB

 

 
Kenaikan Cukai Rokok Ditunda 04 Nov 2020 00:50 WIB

 

 

 
 

 

 
 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia