KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA KONSULTASI LAINNYA










 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
LOVE STORY BIBI LUNG & YOKO 27 Jun 2020 05:00 WIB

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
KONSULTASI

Dilahirkan untuk Jadi Jahat
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 29-Mei-2020, 13:44:01 WIB

KabarIndonesia -  "Born  to be Bad" (Dilahirkan untuk menjadi jahat). Adakah orang menjadi jahat BAD-jat (bedjat) itu sudah sejak lahir? Apakah para maling, pembunuh dan pemerkosa itu, karena memang sudah ditakdirkan dari sononya? Bukankah orang jadi jahat atau baik itu karena pilihan kita sendiri yang lebih dikenal dengan sebutan KEHENDAK BEBAS - Free Will ?

Setiap mahasiswa Psikologi sudah diajarkan, bahwa pada saat bayi itu dilahirkan, ia itu masih murni tanpa noda (KLIN SO KLIN) seperti Tabula Rasa yaitu kertas putih yang nantinya akan ditulisi dengan pengalaman hidupnya sendiri.

Teori Tabula Rasa itu adalah dongeng kuno dari filsuf John Locke pada tiga abad yang lampau jadi sudah kadaluarsa. Begitu juga dengan Free Will itu semuanya hanya sekedar DONGENG - ilusi atau isapan jempol saja.

Tidak bisa dipungkiri bahwa setiap manusia yang dilahirkan di dunia ini harus menjalani kehidupannya masing-masing. Hanya sayangnya kita tidak memiliki hak yang sama.

Putra Presiden akan lebih mudah meraih kesuksesan maupun pangkat daripada anak sang penjual Jamu Gendong. Anak yang dilahirkan di desa Klutuk pedalaman di Papua tidak akan bisa mendapatkan fasilitas seperti anak yang dilahirkan di London.

Jadi dari sudut sini saja sudah terbuktikan bahwa tidak semua orang memiliki START POINT yang sama.

Kenapa Elvis dilahirkan dengan wajah yang lebih ganteng daripada saya atau anda? Apakah ini bisa dibilang adil ?

Sudah terbuktikan, bahwa bakat menjadi seniman itu adalah bawaan sejak lahir. Apabila orang dapat memiliki bakat pembawaan jadi seniman, kenapa tidak bisa memiliki bakat pembawaan jadi jahat ?

Apakah saya, misalnya jadi Playboy itu juga sudah karena sudah adanya bakat atau bawaan dari sejak orok ?. Orang jadi jahat atau baik itu, karena sudah DITAKDIRKAN sejak lahir !

Sang Pencipta sudah menentukan dari sononya, apakah Sumanto akan jadi pemakan mayat ataukah tidak. Orang yang sudah ditakdirkan jadi jahat tidak akan bisa mengelak, sebab sudah Hardware atau GEN pembawaan dari sononya demikian.

Perlu anda ketahui bahwa ini bukan hanya sekedar teori dari saya yang sedang mabok, melainkan telah terbuktikan secara ilmiah.

John Locke bisa mengeluarkan teori Tabula Rasa; tiga abad yang lampau dimana ilmu pengetahuan belum sedemikian majunya seperti sekarang ini.
Padahal mereka belum memiliki instrument CT Scan untuk meneropong dan meneliti otak manusia.

Setiap anak kecil juga tahu bahwa komputer Pentium II tidak mungkin bisa berubah menjadi Pentium 6, walaupun ditunjang oleh Software sebagaimana canggihnya sekalipun juga, terkecuali Hardwarenya di Up-Grade.

Begitu juga manusia yang sudah dari sononya dilahirkan jadi JAHAT dgn adanya GEN IBLIS tidak mungkin bisa dirubah menjadi Baik. Masalahnya orang jadi jahat atau baik itu ditentukan oleh GEN (Hardware) moral perasaan yang sudah tertanam di otak manusia sejak ia brol dilahirkan !

Hal inilah yang ditulis Marc Hauser dalam bukunya Moral Minds". Dia seorang professor psychology, organismic and evolutionary biology, dan biological anthropology di Harvard University.

Orang jadi jahat, bukannya karena pilihan, melainkan karena "Born to be Bad!"
Pendapat ini didukung sepenuhnya oleh Frans de Waal Guru Besar Psikologi dari Universitas Emory di Atlanta. Ia telah mengadakan penelitian selama puluhan tahun terhadap simpanse maupun manusia yang diungkapkan dalam bukunya "Primates and Philosophers How Morality Evolved" .

Apakah pendapat ini hanya berdasarkan teori dari para psikolog saja ?
Tidak, melainkan telah dibuktikan pula oleh guru besar ahli saraf Jerman Hans Markowitsch;

"Kita sekarang telah mengetahui dengan pasti dimana letak neuron (sel otak) moral kita yang menentukan apakah ini baik ataukah jahat! Begitu juga yang menentukan moral itu apa ? " Neuron inilah yang akhirnya menentukan orang itu jadi jahat ataukah tidak!. Jadi bukannya sekedar pilihan (Free Will) melainkan sudah bawaan dari sononya sejak kita brol lahir!

Tapi agama mengajarkan lain?!

Cobalah renungkan oleh akal sehat Anda, kenapa Kain bisa membunuh Abel, darimana ia belajar membunuh? Bukankah mereka itu termasuk manusia pertama dikolong langit ini ?

Jawabannya mudah, karena Kain itu BORN TO KILL atau BORN TO BE BAD alias sdh DITAKDIRKAN dari sononya Bung !

So pertanyaan saya: Apakah agama bisa memperbaiki moral seseorang?.(MU)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia