KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalAROMA KEPENTINGAN DALAM AGENDA TERSENDIRI oleh : Tonny Djayalaksana
18-Aug-2019, 15:58 WIB


 
 
KabarIndonesia - Upaya-upaya lawan Jokowi untuk menjatuhkannya sangat militan sekali. Sebagai pelengkap telah saya sertakan tulisan Denny Siregar yang menggambarkan bagaimana sebuah konspirasi dijalankan untuk menjatuhkan pemerintahan Jokowi. Namun akhirnya perlindungan dari Allah bisa menggagalkan semua itu. 

Semua
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB


 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Aksi Damai STKS Sampaikan Petisi Tolak Pengrusakan Hutan dan Lingkungan di Samosir
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 08-Mei-2019, 15:59:00 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Dalam lima bulan terakhir ini kabupaten Samosir diterpa peristiwa bencana alam banjir yang menyebabkan kerusakan lahan pertanian, kebun, pemukiman, sekolah, juga infrastruktur jalan dan jaringan listrik. Dari catatan dan pemberitaan berbagai media cetak dan online, dikabarkan bahwa pada Kamis (13/12/2018), akibat hujan deras yang mengguyur desa Ambarita dan sekitarnya (terletak di pulau Samosir, mengakibatkan sungai kecil di dusun Tambun dan dusun 3 Pasar Dolok meluap dan membawa lumpur. Aliran air yang meluncur dari pebukitan desa Ambarita menerjang sejumlah kebun rakyat, 6 ruangan belajar di SMA negeri 1 Ambarita, dan 3 rumah warga tergenang air bercampur endapan lumpur dan batu, juga kompleks gereja HKBP. Namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Dua bulan berikutnya, pada Kamis (21/3/2019) sekitar pukul 16.00 WIB di Sianjurmula (daratan Sumatera), kejadian banjir bandang juga telah merusak 5 (lima) hektar lahan atau areal pertanian di tiga desa, yakni desa Sarimarrihit, Habeahan Naburahan, dan Aek Sipitudai, kecamatan Sianjur Mulamula, kabupaten Samosir. Pada waktu itu, tidak ada korban jiwa tetapi banjir telah merusak irigasi, sawah tertimbun batu dan petani gagal panen. Beberapa hari yang lalu, bencana banjir terjadi lagi, kali ini lebih besar lagi. Banjir bandang pada Jumat,(3/5/2019) telah menerjang dan meluluh-lantakkan 5 (lima) rumah di dusun Ransang Bosi desa Buntu Mauli, kecamatan Sitiotio (wilayah kabupaten Samosir di daratan Sumatera pinggiran danau dibawah kawasan pebukitan hutan. Akibat banjir ini, satu orang perempuan ditemukan tewas tertimpa lumpur, dua jembatan hancur diterjang banjir di desa Buntu Mauli, sehingga akses jalan kabupaten putus dan tidak bisa dilalui. Pasca banjir, hingga Minggu malam (4/5/2019), aliran listrik putus di lokasi bencana sehingga suasana malam semakin mencekam ditambah hujan deras yang tak kunjung reda. Sebagaimana biasa, pihak pemerintah daerah hanya melakukan kegiatan kebencanaan melalui pemberian bantuan alat berat, normalisasi sungai, bantuan sosial kepada para korban. Menyikapi rentetan kejadian bencana alam tersebut, petani Samosir yang tergabung dalam STKS (Serikat Tani Kabupaten Samosir) bersama beberapa elemen masyarakat seperti KSPPM (Kelompok Study Pengembangan Prakarsa Masyarakat), Ikatan Wartawan Online (IWO) Samosir, Komunitas Green Samosir, melakukan aksi damai pada hari Kamis (8/5) di simpang empat depan Gereja bolon HKBP Pangururan. Gelar aksi damai bertujuan untuk menyampaikan keprihatinan serta beberapa dugaan penyebab bencana banjir bandang di Samosir terutama di kecamatan Sitiotio yang telah terjadi sebanyak 3 (tiga) kali yaitu pada tahun 1994, tahun 2010 serta tanggal 3 Mei 2019 lalu. Selain melakukan Aksi Damai dan Keprihatinan serta beberapa orasi, aksi ini juga akan memberikan selebaran-selebaran yang merupakan edukasi dan pencerahan kepada rakyat Samosir tentang kerusakan yang telah terjadi dengan hutan dan lingkungan di seluruh kabupaten Samosir. Diperoleh kabar sebelumnya rencana kegiatan aksi ini merupakan hasil rapat koordinasi seluruh elemen yang menyatakan diri sukarela sebagai peserta pada Selasa, (6/5/2019) di Sopo STKS. Tepat pada pukul 08.00 WIB, hari Rabu (8/5), Aksi damai dan pernyataan keprihatinan pun disampaikan Ketua STKS Samosir Esbon Siringoringo. Kertas karton bertuliskan tuntutan aksi juga dipajang, sedang selebaran dibagikan kepada warga masyarakat yang melintas di lokasi aksi. Seiring dengan berlangsungnya penyampaian orasi dari perwakilan elemen peserta, warga masyarakat dihimbau untuk membubuhkan tanda tangan pada spanduk putih. Tanda tangan tersebut nantinya sebagai wujud dukungan warga atas tuntutan dan keprihatinan aksi. Pantauan media, kendati aksi damai ini digelar ditengah kesibukan lalu lintas warga (hari pekan atau pasar tradisional kota Pangururan), namun tetap berlangsung dengan aman dan lancar. Pihak Polres Samosir menurunkan petugas untuk menjaga ketertiban. Saat gelar aksi damai berakhir, awak media yang hadir menyambangi ketua STKS Esbon Siringoringo. "Benar, kita melakukan aksi damai berupa aksi damai dan orasi serta memberikan petisi tolak pengrusakan hutan dan lingkungan di seluruh kabupaten Samosir. Hal ini terjadi karena eksploitasi hutan di wilayah hulu, daerah tangkapan air selama bertahun-tahun baik secara legal maupun ilegal dan kini mengancam kelestarian Danau Toba, salah satu di antaranya menyebabkan pasokan air terganggu, hutan tidak lagi mampu menyerap maupun menyimpan air," ujar Esbon Siringoringo pada Ranto Limbong, matalensa.co.id. Menurut Esbon, pengrusakan hutan dan lingkungan ini mengakibatkan keresahan bagi petani yang tinggal, hidup dan bekerja di sekitaran sumber air. Petani merasa dirinya terancam saat bertani, rusaknya lahan pertanian yang merupakan satu-satunya sumber ekonomi dan hilangnya sumber penghidupan yang selaras dengan alam. "Karenanya,untuk mencegah terjadinya bencana alam susulan di kabupaten yang kita cinta ini., pengrusakan hutan yang telah terjadi baik oleh perusahaan Ilegal logging maupun legal logging seperti PT. TPL dan perusahaan perorangan lainnya harus segera ditutup," pungkas Esbon Siringoringo, seraya menambahkan bahwa kedepannya aksi damai Petisi tolak pengrusakan hutan dan lingkungan di Samosir ini akan dilakukan secara berkesinambungan. Sementara itu Pdt Rein Justin Gultom, mantan Direktur Pengembangan Masyarakat HKBP, yang juga mengalami terjangan banjir di kompleks tinggalnya gereja HKBP Ambarita pada tanggal 13/22/2018 yang lalu. Melalui akun facebooknya dia menyampaikan dukungan atas digelarnya aksi ini. "Seruan. Hentikan Penghianatan Alam. Telah banyak korban Berjatuhan. Selamat berjuang saudaraku STKS, KSPPM, Samosir Green dan IWO," tulisnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
KETAKUTAN ADALAH DASAR AGAMA? 17 Aug 2019 14:18 WIB


 

 

 
Investasi Dengan Uang Receh 20 Aug 2019 12:01 WIB


 

 

 

 

 

 

 
Apakah (Cukup) Anda Senang? 16 Aug 2019 11:04 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia