KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Berita RedaksiTerbuka Kesempatan Magang di Harian Online KabarIndonesia oleh : Redaksi-kabarindonesia
24-Apr-2019, 03:27 WIB


 
 
KabarIndonesia - Bila Anda seorang mahasiswa/mahasiswi dari berbagai fakultas di wilayah Indonesia dan memiliki minat di dunia media online termasuk penulisan artikel dan pengeditan, redaksi Harian Online KabarIndonesia (HOKI) memberikan kesempatan magang di HOKI selama satu tahun sebagai Tim Redaktur.
selengkapnya....


 


 
BERITA LINGKUNGAN HIDUP LAINNYA









 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Pasangan Abadi 13 Apr 2019 04:16 WIB

Sepenggal Kisah dari Menoreh (2) 24 Mar 2019 06:12 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 
 
LINGKUNGAN HIDUP

Pernyataan DLH Sumut: Seluruh Air Danau Toba Sudah Tercemar
Oleh : Drs Melani Butarbutar, Mm | 06-Mar-2019, 07:00:14 WIB

KabarIndonesia - Samosir, Dalam lima tahun belakangan ini, masyarakat kawasan Danau Toba sering dihantui oleh issu terjadinya pencemaran air danau terluas di Asia Tenggara. Ditengarai bahwa pencemaran itu diduga terjadi akibat pembuangan limbah oleh perusahaan yang bergerak di sektor perikanan (KJA) dan peternakan yang ada di kawasan Danau Toba. Berbagai lembaga pemerhati dan pegiat lingkungan berteriak agar pemerintah menghentikan kerusakan hutan dan pencemaran lingkungan hidup/air danau toba. Namun teriakan tersebut tidak mendapat respon dari lembaga berwenang. Pro kontra dan polemik terjadi tentang kebenaran pencemaran dan kualitas air danau toba. Dikabarkan bahwa pada hari Senin, (18/2) massa Aliansi Peduli Danau Toba telah mengadakan pertemuan dengan sejumlah komisi DPRD Sumatra Utara, terkait tuntutan untuk me "Salah satu kesepakatan dari pertemuan 18 Februari 2019 adalah DPRD Sumut akan membentuk panitia khusus yang nantinya bertugas menginvestigasi pencemaran air Danau Toba dan rapat kembali akan digelar yang difasilitasi komisi D DPRD Sumut," informasi salah seorang kordinator aksi Aliansi Peduli Danau Toba, Nico Nadeak kepada medanbisnisdaily.com, Kamis (28/2/2019). Selanjutnya, untuk memenuhi kesepakatan tersebut, pada hari Selasa (5/3) menggelar Rapat dengar pendapat (RDP) di Komisi D DPRD Sumut, untuk mendorong pembentukan Panitia Khusus Pencermaran Danau Toba tersebut. RDP ini dihadiri Bupati Karo, Terkelin Brahmana; Wakil Bupati Samosir, Juang Sinaga; Sekda Dairi dan perwakilan Pemkab Simalungun, Humbang Hasundutan, Tapanuli Utara dan Toba Samosir. Dikabarkan, dalam rapat dengar pendapat (RDP) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Utara menyampaikan pernyataan bahwa seluruh air Danau Toba sudah tercemar dengan tingkat pencemaran sedang. Kondisi tingkat pencemaran tersebut ditemukan berdasarkan penelitian yang dilakukan hingga 2012. Kesimpulan penelitian itu yang kemudian dijadikan dasar pembuatan surat keputusan Gubernur Sumut tahun 2017 tentang daya tampung dan daya dukung Danau Toba terhadap usaha budi daya ikan sebesar 10.000 ton/tahun. Kepala Bidang Tata Guna Lingkungan dan Amdal DLH Sumut, Sugiatno yang hadir dalam RDP tersebut mengaku bahwa keputusan Gubsu tersebut belum dilaksanakan. "Hanya saja, sayangnya keputusan itu belum diaplikasikan," sebutnya kepada Parlindungan Sibuea, medanbisnisdaily.com. Sementara itu, Ketua DPP Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB), Lamsiang Sitompul yang juga hadir dalam RDP mengatakan, "pencemaran air Danau Toba telah mengancam kehidupan masyarakat di kawasan danau terbesar di Asia Tenggara itu.". Ditambahkannya, ancaman yang terjadi mulai dari hilangnya potensi ekonomi hingga air yang tidak bisa lagi digunakan berenang atau dikonsumsi. "Itu sebabnya seluruh perusahaan di kawasan Danau Toba yang menimbulkan pencemaran harus dihentikan izin usahanya," tegas Lamsiang. Wakil Bupati Samosir Juang Sinaga pada kesempatan tersebut menjelaskan berbagai bentuk program dan kegiatan sudah dilakukan di Samosir sebagai upaya agar situasi pencemaran di Danau Toba dapat dihentikan. Di antaranya mengutip eceng gondok, upaya bersih-bersih dan sebagainya. Menurutnya, pencemaran air Danau Toba sudah terhitung parah, hanya bisa dihentikan jika semua kepala daerah bersama masyarakat di kawasan Danau Toba kompak. Hal senada disampaikan Bupati Tanah Karo, Terkelin bahwa masyarakat di kawasan Tongging sudah dibuat kesepakatan agar Danau Toba zero KJA. Akan tetapi karena di daerah lainnya masih diperkenankan, maka mereka juga menjalankan usaha serupa. "Kapan saja ada kesepakatan bersama di seluruh kawasan Danau Toba tidak boleh ada kerambah, warga Karo sudah siap, tapi harus bersatu," ujarnya. Anggota Komisi D dari Partai Demokrat, Layari Sinukaban mendorong agar persoalan pencemaran Danau Toba dibawa ke DPR RI dan Presiden Jokowi. Agar upaya pembersihannya kembali bisa berlangsung secepat mungkin. Tanpa ada tahapan hingga daya tampung dan daya dukung kembali normal sebanyak 10.000 ton/tahun. "Karena keputusannya ada di pusat, kita bawa saja persoalan Danau Toba ini ke DPR RI dan Presiden sebagai kepala negara. Saya yakin Presiden Jokowi mendukung agar Danau Toba bersih dari KJA," ujar Layari. Leonard Sumurung Samosir dari Golkar menyatakan bisa saja persoalan pencemaran Danau Toba disampaikan ke DPR RI dan Presiden Jokowi. Namun sebelum menuju kesana lebih dulu akan diselenggarakan rapat gabungan dengan komisi lainnya di DPRD Sumut misalnya, dengan Komisi A terkait perizinan. "Nanti melalui rapat komisi gabungan kita lihat apakah pansus dan upaya mengadu ke DPR RI serta Presiden disetujui," ungkap Leonard. Terkait adanya perusahaan yang diduga memicu pencemaran air Danau Toba, dalam pertemuan tanggal 18/2 dan 5/3 yang dipimpin Ketua Komisi B DPRD Sumut, Robby Anangga, dihadiri anggota komisi B Richard Sidabutar dan Donald Lumbanbatu (Gerindra), Syamsul Sianturi (Demokrat), anggota Komisi A Sarma Hutajulu (PDI Perjuangan) dan anggota Komis D Leonard Samosir (Golkar), bersepakat akan mendorong agar DPRD Sumut membentuk Pansus Pencemaran Danau Toba. "Saya selaku Ketua Komisi B bersama anggota lainnya agar dibentuk Pansus Pencemaran Lingkungan di Danau Toba," ujar Robby dan ditimpali Leonard Samosir, "Kami Komisi D setuju agar KJA dibersihkan semuanya dari Danau Toba," Sementara Nico Nadeak, kordinator aksi Aliansi Peduli Danau Toba, menegaskan, "Kita akan terus menyampaikan agar perusahaan-perusahaan perusak lingkungan di Kawasan Danau Toba ditutup. Juga menuntut mereka membayar kerugian yang dialami masyarakat dan memperbaiki lingkungan yang rusak." (*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum"oleh : Fida Abbott
21-Apr-2019, 05:24 WIB


 
  Hanya Satu Produk Indonesia di "Asia Society and Museum" berlokasi di 725 Park Ave, New York, NY 10021; berukuran tidak besar; memiliki dua lantai dan lantai bawah tanah. Lantai pertama untuk pendaftaran para tamu yang berkunjung, kafe, dan toko suvenir. Lantai dua untuk museum yang
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia