KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalKetua MPR RI Bamsoet Prediksi Lonjakan Kasus Covid-19 Pasca Libur Lebaran oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Mei-2021, 10:01 WIB


 
  KabarIndonesia - Jakarta, Mengutip surel editor KOMPAS.com, bahwa untuk tahun ini larangan mudik seperti membentur tembok.

"Mungkin karena kejenuhan yang menumpuk. Mungkun karena peasaan lebih aman lantaran vaksin dan klaim kemampuan pemerintah mengendalikan", sebut Wisnu Nugroho.

Persoalan
selengkapnya....


 


 
BERITA SERBA SERBI LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 
 
M E R D E K A !!! 17 Aug 2020 06:01 WIB

Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

Dicap Oposan, Siapa Takut?

 
SERBA SERBI

Dicap Oposan, Siapa Takut?
Oleh : Rudy Handoko | 25-Des-2008, 02:12:30 WIB

KabarIndonesia - Ternyata seru juga rasanya dicap sebagai anti pemerintah. Aku sedang merasakannya saat ini. Seorang teman yang bekerja sebagai reporter menginformasikan, seorang pejabat teras di Pemkab lingkup tempat tinggalku mengeluarkan statemen bahwa aku seorang oposan. Kata temanku, ungkapan tersebut disampaikan dalam suatu press conference. Gila, hebat betul!!!

Sungguh di luar dugaan dia mengeluarkan statemen seperti itu, di hadapan banyak wartawan? Tapi aku tidak ambil pusing. Toh aku tak pernah minta makan kepadanya.

Lantas temanku bertanya, "ada masalah apa?" Mana aku tahu!!! Bisa jadi karena tulisan-tulisanku. Memang seringkali rekan-rekan wartawan pernah mengingatkan bahwa tulisan-tulilsanku harus 'diedit' terlebih dahulu jika hendak diterbitkan di media karena di dalamnya terlalu banyak kata-kata dan kalimat sarkas yang menohok dan menampar. Jadi teringat petuah orang tua zaman dahulu yang mengatakan bahwa kata-kata dan kalimat terkadang lebih pedas dan membikin luka ketimbang perbuatan/ tindakan fisik. Aku tak peduli!

Temanku kembali bertanya, "kenapa lebih memilih berlawanan dengan pemerintah?" Barangkali itu sudah menjadi sifat dasarku. Bagiku, jika memang tampak tak berkualitas pelayanan publiknya, maka aku katakan tak berkualitas. Jika memang birokrasinya tak becus dan kerjanya cuma menunggu gajian, maka aku katakan itu kelas pejabat-penjahat. Jika tampak menyimpang dan tak transparan, maka aku katakan itu tidak benar! Mau marah, silahkan! Tak ada yang berhak melarangku bicara, kan?
Aku masih ingat, yang terbaru yang kubuat rilis beritanya adalah tentang terlantarnya satu keluarga yang ingin berobat ke RSUD karena anaknya menderita tumor. Maka aku bilang, pejabat Pemkab cuma ngomong doang akan menjamin masyarakatnya di bidang kesehatan. Kenyataannya, ada orang miskin yang tidak dipedulikan ketika hendak berobat, malah dibebani oleh aparatur desanya dengan biaya mengurus Jamkesmas. Bukankah itu edan!!!
Mungkin ini salah satunya yang bikin berang pejabat teras, karena beritanya sarkas dan menjadi headline, membuat matanya merah? 

Ah, barangkali setelah ini aku tak boleh pulang kampung lagi karena tak ada lagi tempat bagiku di sana. Semuanya sudah dikapling dan tak tersisa buatku sebab yang ‘empunya’ daerah sudah mengadiliku sebagai musuh. Eh, memangnya ini tanah milik nenek moyangmu? 

Bukankah aku terlahir di kampung ini tanpa pernah minta bantuanmu! Aku jadi besar dan dewasa begini hasil jerih payah orang tua dan di situ tembuni/ari-ariku tertanam, di tanah nenek moyangku! Ya, sudahlah, terlanjur dicap sebagai musuh dan oposan, maka LAWAN!!!

*Grafis: Amir Kiah

Blog: http://www.pewarta-kabarindonesia.blogspot.com
Alamat ratron (surat elektronik): redaksi@kabarindonesia.com
Berita besar hari ini...!!! Kunjungi segera: http://www.kabarindonesia.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 
 

 

 
 
 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia