KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB

 
 
NASIONAL

Indonesia Capai Rekor Tertinggi Kasus Covid-19 di Asia Tenggara, Ini Pemicunya!
Oleh : Danny Melani Butarbutar | 19-Jun-2020, 08:31:40 WIB

KabarIndonesia - Mencermati perkembangan kasus virus corona di Indonesia melalui update data yang disajikan Gugus Tugas Pusat, terlihat jumlah kasus positif covid-19 setiap harinya masih mengalami peningkatan.

Saat berita ini ditulis, jumlah total kasus Covid-19 di Tanah Air sudah menyentuh angka 42.762 kasus, bahkan Indonesia tercatat sebagai negara terbanyak yang memiliki warga yang terpapar covid-19 di Asia Tenggara, disusul Singapura, Filippina, Malasya dan Thailand

Dikabarkan, jumlah kasus meninggal dunia juga mengalami penambahan menjadi 2.339 dan jumlah sembuh memperlihatkan angka 16.798 orang.

Data yang ditayangkan menunjukkan pada Kamis (18/6/2020) kemarin menjadi hari dengan jumlah penambahan kasus virus corona terbanyak sejak Maret 2020 lalu. Penambahan kasus harian virus corona mencetak rekor baru 1.331 kasus mengalahkan rekor tertinggi sebelumnya 1.241 kasus.

Data tersebut didapatkan setelah dilakukan pemeriksaan terhadap 20.650 spesimen dalam satu hari. Adapun, total pemeriksaan hingga saat ini ada 580.522 spesimen dari 358.659 orang yang diambil sampelnya. Artinya, satu orang bisa diambil spesimennya lebih dari satu kali.

Dilansir dari berita Kompas.com, epidemiolog sekaligus Juru Bicara Satgas Covid-19 Rumah Sakit UNS, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan ada empat hal yang memicu tingginya kasus harian tersebut, yakni:

1. Pelonggaran aktivitas

Memasuki bulan keempat sejak kasus pertama virus corona ditemukan di Indonesia, tidak bisa dipungkiri kalau masyarakat sudah mulai tak nyaman, terutama akibat kebijakan #stayathome dan #workfromhome yang berdampak pada kesulitan penyediaan kebutuhan sehari-hari.

Mencermati hal itu, pemerintah mulai memperbolehkan pelonggaran aktivitas demi menguatkan kembali perekonomian. Banyak pengamat yang menyoal pelonggaran PSBB adalah hal sulit dan pahit untuk diambil.

"Ibarat rem dan gas. Kalau direm terus, risikonya berhenti semua. Tidak mencapai apa-apa. Kalau terus gaspol, risikonya bisa tidak terkendali," kata Tonang saat dihubungi Kompas.com, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya, hingga saat ini masih belum dapat ditemukan keseimbangan antara gas dan rem tersebut.

2. Tahapan dan kriteria kebijakan pemerintah

Mencari keseimbangan antara rem dan gas bukan perkara mudah, dan itulah yang sedang dialami oleh pemerintah. Hal ini membuat kebijakan yang diambil para pejabat publik masih terkesan belum jelas dan berubah-ubah.

"Misalnya, kita longgarkan segini, kalau nanti bisa begini, kita tambah longgarnya. Kalau nanti ada begini, kita ketatkan lagi, dan seterusnya," ujar Tonang mencontohkan.

Menurutnya, hal tersebut harus jelas dan disampaikan di awal, sehingga masyarakat mendapat acuan atau pegangan dalam kehidupan sehari-hari.

3. Faktor pengetesan agresif

Selain itu, ada faktor yang memang tidak bisa dihindari, yakni pengetesan secara agresif. "Oh jelas itu (testing yang agresif) dan memang itu harapannya," ucap Tonang.

Hanya saja, yang sebenarnya menjadi harapan adalah jumlah pemeriksaan PCR yang meningkat, tapi jumlah orang positif menurun.

Tonang menjelaskan, saat ini angka positivitas masih berkisar di angka 11,5 persen. "Kalau bisa, justru semakin banyak pemeriksaan PCR itu angka positivitas akan turun sampai di bawah 5 persen. Minimal itu dibawah 5 persen," papar Tonang.

Apabila jumlah pemeriksaan meningkat dan bersamaan jumlah positif juga meningkat, maka sebenarnya masih banyak kasus positif yang selama ini belum terdeteksi.

4. Masyarakat yang abai

Terakhir adalah faktor yang memperlihatkan kesadaran masyarakat terhadap virus ini, sangat rendah. Tidak lain karena masih banyak yang abai atau tidak peduli serta tidak menerapkan protokol kesehatan yang ada.

"Bahwa masyarakat abai, ya ada faktor tersebut. Tapi yang lebih utama menurut saya memang soal kurangnya acuan bersama untuk mendorong partisipasi masyarakat tadi," kata Tonang.

Para pemerhati masyarakat memperhatikan di lapangan, banyak masyarakat yang keluar rumah tanpa memakai masker, tidak menjaga jarak, di sisi lain petugas-aparat tidak memmperingatkan warga yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Kendati demikian, imbuh dia, jangan kemudian mudah menyalahkan begitu saja. "Ya namanya masyarakat memang beragam kemampuan dan pemahamannya. Kalau tidak acuan dan pegangan, ya makin beragam implementasinya," pungkasnya.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 
Kemendiknas Luncurkan #Teman KIP 05 Aug 2020 10:35 WIB


 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia