KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiSenior Living D’Khayangan - Five Star Service with Three Star Price oleh : Kabarindonesia
13-Mei-2019, 17:47 WIB


 
 
KabarIndonesia - Tidak bisa dipungkiri bahwa d‘Khayangan bagi saya merupakan Senior Living Bintang Lima dan ini bukan sekedar katanya saja, melainkan berdasarkan pengalaman saya pribadi sendiri yang sering datang berkujung ke d'Khayangan.

Kesan pertama yang saya dapatkan adalah lokasinya
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
SYEH SITI JENAR 16 Mei 2019 15:44 WIB

Harapan 08 Mei 2019 06:04 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 
24 Tahun Tenggelamnya KMP Gurita 18 Mei 2019 04:40 WIB


 
 
NASIONAL

Lewat Kelompok Kerja Bisnis dan Hak Anak, PKPA Agendakan Pengenalan Hak Anak dalam Agenda Indonesia 4.0
Oleh : Sulaiman Zuhdi Manik | 27-Des-2018, 09:54:54 WIB

KabarIndonesia - Jakarta, Memastikan hak-hak anak terpenuhi dalam proses transformasi industri 4.0 Yayasan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) luncurkan kelompok kerja bisnis dan hak anak melalui  kelompok kerja pemangku kepentingan dalam kerangka kerja Indonesian Global Compact Network (IGCN), di Jakarta, (10/12/2018). 

Keumala Dewi, Direktur Eksekutif PKPA, dalam keterangannya menjelaskan bahwa Indonesia 4.0 merupakan strategi yang akan diprioritaskan pemerintah Indonesia melalui kementrian lembaga untuk memastikan Indonesia mampu mengatasi tantangan peralihan atau transformasi industri dan menjaga daya saing usaha yang pada akhirnya mampu mempertahankan ekonomi Indonesia dalam kondisi yang baik

. “Paling tidak ada dua pihak yang akan terdampak dari transfroamsi tersebut yaitu dunia usaha dan generasi muda/remaja yang akan menjadi sumber daya manusia penggerak ekonomi bangsa” ujarnya pada diskusi yang dihadiri lebih 100 peserta perwakilan dari berbagai kalangan dunia usaha, lembaga swadaya masyarakat dan tenaga ahli tersebut.

Menurut Keumala, dalam transformasi industri 4.0 tersebut banyak kekuatiran dampak yang akan terjadi, bagaimana transformasi tersebut memperbaiki pemenuhan hak anak di Indonesia atau menghambat? Kompetensi apa yang diperlukan dunia usaha yang harus disiapkan generasi muda, serta apakah ini akan membantu percepatan capaian SDG di tahun 2030 atau menghambat? “Melalui kelompok kerja ini PKPA akan berkontribusi membawa praktik baik dan pembelajaran dari pengalaman bersama civil engagement alliance yang dilaksanakan sejak 2016 di Sumatera Utara khususnya tentang promosi dan upaya pelaksanaan prinsip bisnis dan hak anak dengan pendekatan desa ramah anak” jelas Keumala.

Lebih lanjut, Keumala Dewi menjelaskan tahun 2013, di Indonesia tiga lembaga menjadi pengusun prinsip bisnis dan hak anak (PBHA) yaitu UNICEF, Save The Children dan UN Global Compact melalui pengarusutamaan PBHA kepada pemerintah dan pelaku bisnis. Menurut Keumala, sejak tahun 2013 kenyataannya banyak perusahaan dan dunia usaha besar dan kecil belum memahami dengan jelas apa sebenarnya PBHA, apa dampak jika mereka menerapkan PBHA dan bagaimana PBHA  membantu usaha mereka beroperasi lebih baik dan lebih bertanggung jawab.

“Diperlukan kurang lebih dua tahun persiapan kelompok kerja ini. Selanjutnya kelompok kerja bisnis dan hak anak ini akan melalukan berbagai kegiatan untuk mengarusutamakan 10 prinsip bisnis dan hak anak yaitu mengakui adanya keterkaitan dampak oleh dunia usaha atau bisnis melalui keberadaan mereka di satu, operasional, produk dan jasa yang dihasilkan dengan hak-hak anak secara langsung dan tidak langsung, dalam keseharian kehidupan sebagaimana dijelaskan lebih lanjut dalam dokumen PBHA” pungkas Keumala.(*)

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 



Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
Umat Yang Bingung 18 Mei 2019 15:45 WIB


 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia