KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
Serba SerbiJababeka Senior Living Luxury Retirement Home oleh : Kabarindonesia
08-Des-2019, 09:41 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jababeka Senior Living mempersembahkan Luxury Retirement Home, suatu konsep konsep layanan hunian bagi Senior (lansia) dengan standar hotel bintang empt tetapi perhatian dan kepeduian team Care sebagaiman layaknya tinggal di rumah sendiri yg penuh kasih sayang. Home Sweet
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Opera Afeksi 08 Des 2019 14:27 WIB

Perih Paling Parah 26 Nov 2019 19:35 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (9)

 
NASIONAL

Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar Janji (9)
Oleh : Tonny Djayalaksana | 20-Jul-2019, 12:56:40 WIB

KabarIndonesia - Pada Nukilan Buku Jokowi Utusan Semesta: Sekali Lagi Semesta Membuktikan Tidak Pernah Ingkar janji bagian (8), telah kita simak bagaimana DKI Jakarta yang ditinggalkan Jokowi sejak Pilpres 2014 digantikan dengan baik oleh Ahok-Djarot sampai tiba waktunya digelar kembali Pilkada/Pilgub DKI Jakarta 2017-2022.

Proses Pilgub DKI Jakarta periode 2017-2022, adalah sebuah peristiwa yang boleh dikatakan sangat brutal. Kubu pasangan Anies-Sandi menghalalkan segala cara, dari mulai fitnah, caci maki, berita hoax dan teror yang sangat masif, terstruktur hingga menggunakan tempat ibadah (mesjid) sebagai ajang kampanye.       

Diawali dari kesalahan Ahok sendiri ketika berpidato di Kepulauan Seribu, polemik terus berimbas sangat luas. Terjadi demo secara besar-besaran yang dikoordinir oleh kelompok yang mengatakan dirinya sebagai Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI ( GNPF-MUI). Kelompok ini lahir karena inisiasi dari munculnya fatwa MUI yang ditandatangani oleh KH. Ma'ruf Amin sebagai ketua umum MUI.  
   
MUI mengeluarkan Fatwa, bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, terbukti telah menghina agama Islam. Berawal dari fatwa ini maka lahirlah kelompok yang menamakan dirinya sebagai pengawal Fatwa MUI tersebut. GNPF-MUI diketuai oleh Ust Bahtiar Nasir dan didukung ormas Front Pembela Islam (FPI) yang dipimpin oleh ketua umumnya yang dalam waktu bersamaan digelari oleh para pendukungnya sebagai Imam Besar yaitu Habib Rizieq Shihab.  
     
Fatwa selesai ditandatangani pada tanggal 11 Oktober 2016 oleh Ketua Umum MUI dan Sekjen MUI. Kemudian pada tanggal 11 Nopember 2016, dengan GNPF-MUI sebagai koordinator, mereka mengadakan demo secara besar-besaran dengan mengusung tema "Bela Islam dengan aksi damai 411".  
   
Tujuan dari unjuk rasa tersebut adalah untuk memprotes adanya penistaan agama Islam oleh Gubernur Ahok. Namun realitanya, para demonstran mengarahkan massa ke Istana Merdeka. Para pemimpin demo ngotot meminta untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. Namun pada saat itu Presiden tidak ada di tempat. Lalu mereka pun diterima oleh Wakil Presiden didampingi oleh beberapa pejabat-pejabat diantaranya ada Menko Polhukam. Demo di depan Istana tersebut sempat menimbulkan kerusuhan kecil. Berkat aparat yang cepat dan tanggap, akhirnya bisa segera teratasi. Tidak sempat sampai meluas kemana-mana.             

Jadi bisa disimpulkan demo aksi damai bela Islam tersebut, ditunggangi muatan yang sasaran sesungguhnya adalah Presiden Jokowi. Adapun Ahok adalah sebagai sasaran antara semata.          

Setelah demo 411 tersebut bisa diatasi oleh aparat pemerintah, rupanya lawan-lawan politiknya telah merencanakan serta mempersiapkan demo yang lebih besar lagi, yang ditujukan langsung kepada Presiden Jokowi.      
Tanggal 2 bulan 12 ditentukan sebagai hari H untuk mengadakan demo yang lebih besar lagi dari pada demo 411. Karena itulah belakangan pendukung demo tersebut lebih dikenal dengan julukan kelompok 212.       Persiapan untuk menuju demo 212 sudah dibuat sedemikian matang. 

Pada saat itu mereka merencanakan untuk melaksanakan sholat Jumat bersama di Monas dan sekitarnya. Panggung untuk mimbar pun sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Sampai tiba saatnya para simpastisan demo 212 berdatangan dari berbagai penjuru bumi Indonesia. Jumlahnya memang sangat luar biasa besar sampai-sampai pihak pelaksana mengklaim jumlah yang hadir di acara 212 tersebut mencapai 7 juta orang.           

Kenapa demo 212 ini dipusatkan di Monas? Tentunya sudah bisa dibaca, memang tujuan mereka adalah mengepung Istana Merdeka. Sepertinya mereka meyakini bahwa kali ini Presiden Jokowi tidak akan meninggalkan Istana lagi, seperti halnya ketika demo 411 di mana Presiden Jokowi diberitakan telah diselamatkan oleh pengawal- pengawalnya untuk keluar Istana dengan dalih meresmikan sebuah proyek yang konon katanya dekat bandara Soekarno-Hatta. Dengan begitu, kalau terjadi masalah yang di luar kontrol aparat keamanan atau terjadi chaos, maka Presiden bisa segera diselamatkan lewat udara dari bandara Soekarno-Hatta tersebut.       
Akibat dari adanya peristiwa tersebut, setiap hari Presiden Jokowi dibully dan dinyatakan pengecut. Tidak berani menemui rakyatnya sendiri, padahal dalam kesehariannya, kenyataannya Presiden Jokowi sering mengundang tokoh-tokoh atau elemen-eleman masyarakat para pendukungnya untuk datang ke Istana, baik itu dalam acara formal atau informal.        

Lalu kenapa ketika rakyatnya sendiri (demonstran) mendatangi Istana dan meminta untuk bertemu, beliaunya malah menghindar keluar dari Istana dengan berbagai macam alasan? Belajar dari pengalaman sebelumnya tersebut, maka pada perencanaan acara demo 212, pihak kelompok pendemo sudah mengatur strategi yang sedemikian rupa, agar tidak terjadi seperti 411 Presiden bisa lolos keluar istana.  
     
Manusia boleh merencanakan sesuatu sesuai kehendaknya, akan tetapi semesta sudah lebih dulu membuat skenario-Nya dan kembali Semesta menunjukan bahwa hukum yang telah dibuat-Nya tidak pernah diingkari.          
Sehari sebelum hari H, panggung tempat upacara di Monas sudah berdiri. Para demonstran dari berbagai daerah sudah banyak yang berdatangan. Mereka tersebar di berbagai daerah. Tapi yang terbanyak berkumpul di mesjid Istiqlal, karena lokasinya paling dekat dengan Monas dan daya tampungnya juga bisa memuat banyak orang.          

Tiba hari H nya, yaitu tanggal 2 bulan Desember tahun 2016. Dimana terkait dengan tanggal dan bulan pelaksanaannya, maka demo tersebut menjadi terkenal dengan singkatan angka 212. Rupanya demo super damai 212 ini, telah direncanakan oleh beberapa tokoh untuk melakukan makar terhadap pemerintahan yang sah yaitu pemerintahan Jokowi-JK.        

Namun karena sudah terburu tercium oleh aparat, maka setelah selesai sholat subuh, beberapa tokoh yang diduga menginisiasi gerakan makar tersebut ditangkap. Sebut saja diantaranya ada, Ratna Sarumpaet, Sri Bintang Pamungkas, Rachmawati Soekarno Putri, musisi Achmad Dhani dan beberapa tokoh lainnya yang tidak perlu saya sebutkan satu persatu. Dengan adanya peristiwa penangkapan itu, otomatis terjadi kegalauan dalam tubuh panitia demo Super Damai 212 tersebut. Mereka memprotes kasus penangkapan tersebut.           

Seiring berjalannya waktu, tibalah saatnya mendekati waktu pelaksanaan sholat Jumat. Meskipun pada saat itu turun hujan yang cukup lebat, para demontran tetap bertahan seraya menunggu sholat Jumat dimulai. Kira-kira 15 menit menjelang sholat Jumat hendak dimulai, tiba-tiba dari Istana Presiden Jokowi memutuskan untuk pergi ke Monas dan bergabung dengan para demonstran untuk menunaikan sholat Jumat bersama.          

Inilah momen yang tidak pernah disangka-sangka. Presiden Joko Widodo, tiba-tiba memutuskan untuk ikut sholat Jumat bersama demonstran di Monas. Beliau berjalan kaki diiringi rombongan Wapres Jusuf Kalla, Menteri Agama, Lukman Hakim S, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Sekretaris Negara Praktikno, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Tito Karnavian, Menkopolhukam Wiranto dan sejumlah menteri serta Paspampres.        

Sembari memegang payungnya sendiri, beliau berjalan menuju panggung di Monas. Usai sholat Jumat, Presiden Jokowi pun berpidato menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada peserta aksi demo Super Damai 212 tersebut. Adapun isi lengkap pidato yang disampaikan Presiden Joko Widodo pada saat itu bisa dibaca pada link berikut:   https://m.detik.com/news/berita/d-3360946/ini-pidato-lengkap-presiden-jokowi-di-panggung-aksi-2-desember     

Sebelum Presiden Jokowi secara spontan mengambil keputusan untuk turut bergabung melaksanakan sholat Jumat, dalam hati saya berkata, "Kalau demo ini ingin segera bisa bubar dengan aman dan tertib, alangkah baiknya kalau Presiden ikut hadir di tengah-tengah demonstran untuk melaksanakan sholat Jumat bersama. Dengan begitu, panggung yang sudah di setting sedemikian rupa, dengan perencanaan dan strategi yang mereka anggap sudah sangat matang, dalam sekejab bisa diambil alih oleh Presiden."       

Entah kenapa, mungkin seperti ada getaran resonansi yang sama dan kuat, sehingga antara apa yang saya pikirkan persis sama dengan apa yang Presiden lakukan. Padahal saya hanya berpikir secara logis saja. Jika ketika demo 411, Presiden Jokowi dianggap takut, pengecut, dan tidak berani menghadapi rakyatnya, maka jika sekarang beliau malah keluar ikut bergabung dengan para demonstran artinya sudah mencapai anti klimaks. Dampaknya, pihak lawan pun akan terpukul KO. Dan itu TERBUKTI SEBAGAI SEBUAH KENYATAAN.       

KEMBALI SEMESTA MEMBUKTIKAN BAHWA HUKUM KARMA, TABUR-TUAI dan SEBAB-AKIBAT TIDAK PERNAH DIINGKARI. (Bersambung) 

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utaraoleh : Sesmon Toberius Butarbutar
25-Sep-2019, 15:25 WIB


 
  Peninjauan Proses Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara Camat Nassau Timbul Sipahutar (kiri) meninjau Pendaftaran Pilkades di Desa Lumban Rau Utara, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Samosir, Rabu (25/09/2019)
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 
Pemilu Spanyol Diulang 18 Nov 2019 12:05 WIB

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 
LILIN ADVENT-NATAL 08 Des 2019 16:13 WIB

Kesehatan Manusia Dalam Alkitab 05 Des 2019 11:08 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia