KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalPemerintah Nyatakan Tiga Hari Berkabung Nasional atas Wafatnya Habibie oleh : Danny Melani Butarbutar
11-Sep-2019, 14:48 WIB


 
 
KabarIndonesia - Jakarta, Dikabarkan, pada hari ini Rabu (11/9/2019) sekitar pukul 18,05 WIB, Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (B J Habibie), telah meninggal dunia di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, pada usia 83 tahun. Jenazah almarhum telah diberangkatkan dari
selengkapnya....


 


 
BERITA NASIONAL LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Siapa Kau Siapa Aku? 02 Sep 2019 10:28 WIB

AMOR 16 Aug 2019 10:58 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 

 

 

PUNYA NYALI, HARGA DIRI DAN JIWA MENGABDI YANG TINGGI

 
NASIONAL

PUNYA NYALI, HARGA DIRI DAN JIWA MENGABDI YANG TINGGI
Oleh : Tonny Djayalaksana | 16-Aug-2019, 15:34:58 WIB

KabarIndonesia - Saya benar-benar merasa bersyukur dan terberkati karena bisa menyaksikan ajang Pilpres 2019. Di mana saya bisa melihat dan mempelajari seribu satu macam sifat manusia yang ada. Semesta betul-betul sedang memberi pelajaran ke diri saya, agar KESADARAN saya bisa meningkat terus sampai ke puncak yang paling tinggi, agar melampaui Hukum Dualitas yang ada pada kehidupan di Semesta ini.

Sebagai pelengkap pemahaman kita dalam melihat bagaimana sosok Jokowi yang sesungguhnya dibandingkan rivalnya, marilah kita simak tulisan Erick Tohir yang menjabat sebagai Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi - Ma'ruf Amin.    

CURAHAN PERASAAN INI MEWAKILI BERJUTA-JUTA RELAWAN (termasuk saya) DAN PENDUKUNG DI SELURUH PELOSOK NEGERI INI   
REKAM  JEJAK 
Oleh: Erick Thohir  
      
Saya bergabung dengan Timses "dia" bukan karena rencana-rencananya, tapi lebih karena track record-nya. Yaa..., rencana pasti diperlukan. Tapi rekam jejak jangan diabaikan. Rencana boleh dibuat oleh siapa saja, tapi rekam jejak adalah hal yang pernah dibuatnya dan melekat sebagai catatan yang tidak boleh diabaikan, karena rekam jejak adalah prestasi yang sesungguhnya.    

Tulisan ini me-remind bagaimana "dia" ada untuk Indonesia dan sekarang terasa begitu nyata. Bagaimana kerjanya dan apa hasilnya. Rekam jejaknya sebagai anak bantaran kali, hidup dalam kemiskinan dan serba kekurangan membuatnya menjalani hidup penuh perhitungan. Dia ditempa oleh kesulitan, dibina oleh pengalaman, disatukan oleh tujuan dan dia dilindungi oleh Rahmat Tuhan YME.     

Kerja kerasnya, karirnya, prestasinya sebagai walikota, gubernur dan presiden yang sedang dijalaninya dengan progress kerja yang luar biasa, sampai banyak orang mengatakan tidak ada presiden seperti dia sebelumnya. Saya tidak membenarkan 100% kalimat itu. Tapi sebagai presiden yang mengemban amanah rakyat, "dia" adalah sosok yang mengerti tentang tanggung jawab.   

Bukan asal jawab dan gagap, aji mumpung menikmati fasilitas. Jabatan hanya sekedar bersandar, lalu tanpa sadar negaranya bubar karena kebanyakan gaya rekaman segala. 

Lupa kalau presiden dipilih untuk melayani, bukan menikmati dan menggemukkan diri. "Dia" bukan setipe makhluk ini. "Dia" punya nyali, harga diri, dan jiwa mengabdi yang tinggi.    

Kontestasi 2019 pasti luar biasa. Suara di mana-mana. Serangan di luar nalar manusia. Kita dipaksa mengatakan keburukan atas sebuah kebaikan, dan sebaliknya kezholiman mereka paksakan menjadi kebaikan. Semua unsur itu menjadi catatan dan kita tahu rekam jejak para pelaku yang nyaris tanpa bisa menunjukkan kinerjanya yang sekarang, atau bekasnya yang pernah dia kerjakan.        

Serunya kontestasi sekali ini adalah karena "dia" head to head kembali dengan pesaingnya, sang capres abadi. Empat kali ikut kontentasi adalah record satu-satunya yang pernah ada di dunia. Sama seperti Candi Buaya, mulutnya saja yang menganga tanpa lidah perasa. Bualannya kemana-mana. Semua gak nyambung. Hanya saja dada dipaksa membusung agar dilihat cantiknya saja, tapi gak bisa apa-apa.    

Meme dan joke yang disampaikan netizen kadang ada benarnya. Head to head  "dia" vs "pesaingnya" dilihat dari rekam jejaknya satu pun tidak ada alasan kita memilihnya.        

1. "Dia" dibesarkan dengan tempaan...., "pesaingnya" dibesarkan dengan kekayaan. 

2. "Dia" hidup dalam kesulitan..., "pesaingnya" hidup berkecukupan.  

3. "Dia" tinggal di bantaran kali...., "pesaingnya" 60% tinggal di luar negeri. 

4. "Dia"lahir di Indonesia...., "pesaingnya" kita tidak tahu dia lahir di mana. 

5. "Dia" pernah jadi walikota 2 periode...., "pesaingnya" pernah jadi tentara.... 

6. "Dia" pernah jadi gubernur...., "pesaingnya" dipecat dari tentara. 

7. "Dia" jelas agamanya ...., "pesaingnya" cuma sekadar ada.  

8. "Dia" Jelas keluarganya...., "pesaingnya" tak usah ditanya...  

9. "Dia" sekarang Presiden...., "pesaingnya" tukang nakut-nakuti.  

10. "Dia" Membesarkan Indonesia...., "pesaingnya" akan membubarkan dan mempunahkan Indonesia.    

"Rekam Jejak" itu jelas menggambarkan "Fakta", dan kita berpegang apa adanya bukan dipaksa percaya yang belum ada. Tidak ada alasan bagi orang waras untuk memilihnya, karena dia tak pantas untuk Indonesia. Biarlah "pesaingnya" dipuja-puja kaumnya dan hatinya dibutakan oleh pujian dari orang-orang yang berkerumun di sekelilingnya untuk "sekadar cari makan".     

Tugas kita adalah menjaga Indonesia dari incaran para "gali/garong politik" yang akan mencabik-cabik. Kita tidak boleh hanya sekadar mengembik. Kita harus berani MENGHARDIK agar kaum pemakai cadar ini tak sempat bersandar. Rona wajah yang ditutupinya terekam dalam jejaknya, walau kelihatan matanya tapi sulit kita percaya, apa benar dia bisa membuat besar Indonesia, atau malah akan membakarnya, karena sejatinya dia akan merampoknya.    

"KITA HARUS TERUS WASPADA AGAR PARA PERAMPOK TIDAK MEMBAKAR RUMAH KITA UTK MENGAMBIL ISINYA. MARI KITA JAGA INDONESIA DENGAN SEGALA DAYA UPAYA ...!!!".      

"Dia" SAJALAH JANGAN PERNAH BERUBAH.     

Bismillah hirrohmannirrohiim, semoga Allah tetap menjaga Republik Indonesia yang kita cintai dengan sepenuh hati.   Aamiin..YRA 

Penulis: Tonny Dayalaksana - Mualaf Zaman Now       ENTLIGHTENDED Convert Will Bring ELIGHTENMENT   www.djayalaksana.com       

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Mekanisasi Pertanian di Tanah Batakoleh : Leonardo Tolstoy Simanjuntak
14-Jun-2019, 06:38 WIB


 
  Mekanisasi Pertanian di Tanah Batak Petani di Tanah Batak sekarang merasa lega. Semakin sulitnya mendapatkan tenaga kerja untuk mengelola pertanian padi, membuat mereka kewalahan. Untunglah mekanisasi pertanian itu beberapa tahun terakhir sudah hadir. Untuk panen raya, petani di kawasan Silindung Tapanuli Utara umumnya sudah menggunakan
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia