KabarIndonesia

Kirim / Edit Berita
Daftar Jadi Penulis

Dari Kita Untuk Kita

Home | Index | Berita | Berita Foto | Top Views | Top Reporter | Berita Redaksi | RSS RSS | Blog | FAQ | Email ke Redaksi
 
BERITA UTAMA
NasionalJalan Berliku Divestasi Tuntas, Kontrak Karya Freeport Sah Menjadi IUPK oleh : Wahyu Ari Wicaksono
22-Des-2018, 04:36 WIB


 
 
KabarIndonesia - Setelah sekitar dua tahun proses negosiasi intensif yang melibatkan pemerintah, Holding Industri Pertambangan PT INALUM (Persero), Freeport McMoRan Inc. (FCX) dan Rio Tinto, akhirnya pada hari ini telah resmi terjadi pengalihan saham mayoritas (divestasi) PT Freeport Indonesia (PTFI)
selengkapnya....


 


 
BERITA HIBURAN LAINNYA












 
BERITA LAINNYA
 

 

 
Terbunuh Cinta Sendiri 05 Jul 2020 14:46 WIB

Negeri Nestapa 23 Jun 2020 09:15 WIB

 


 
BERITA LAINNYA
 
YUUK DEMO NGEPUNG SURGA! 27 Jun 2020 06:33 WIB


 

Toko Boekoe Tempo Doeloe

 
HIBURAN

Toko Boekoe Tempo Doeloe
Oleh : Kabarindonesia | 04-Apr-2020, 09:39:47 WIB

KabarIndonesia - Hampir setiap anak Tempo Doeloe senang baca komik, termasuk saya. Sebelum ada komik dalam bentuk buku, kami selalu membaca komik strip yang terdapat di koran ataupun majalah.

Misalnya, Put On yang terbit rutin di surat kabar Sin Po (Sinar Harapan). Komik strip Put On merupakan hasil karya dari Kho Wan Gie sejak tahun 1930.

Komik strip lainnya adalah Tarzan, Sie Djien Koei Tjeng Tang (karya Siaw Tiek Kwie), dan Apiauw (karya Goei Kwat Siong) dari majalah Star Weekly.

Komik pertama yang berupa buku dalam bahasa Indonesia adalah Sri Asih (Wonder Women Indonesia) yang merupakan karya komik pertama dari R.A. Kosasih (almarhum), sang legenda Bapak Komik Indonesia.   Ia juga adalah pengarang komik Mahabarata. Komik ini diterbitkan oleh toko buku Melodi (Tan Eng Hiang) - Jalan ABC di tahun 1952.

Di samping komik, saya juga kecanduan bacaan silat.   Saya membaca hampir semua cerita silat yang bisa didapatkan, mulai dari cerita silat (bersambung) di koran harian tempo doeloe seperti Sin Po (Sinar Harapan), Keng Po (Kompas), Star Weekly (Kim Tjoa Kiam - 1958) sampai dengan buku silat karangan Kho Ping Hoo, Tjan Id, Liang Ie Shen sampai Lho Khuan Chung. Karena sedemikian rajinnya baca silat, sampai tidak naik kelas.   Kalau kelompok Sin Po, penerjemahnya adalah Gan KL (Gan Kok Liang). Sedangkan kelompok Keng Po memakai OKT (Oey Kim Tiang).   Media yang mempublikasikan karangan Kho Ping Hoo itu adalah majalah "Analisa".

Selain cerita silat,saya juga hobi membaca buku roman detektif seperti Naga Mas, Les Hitam maupun Gagaklodra.

Majalah Star (1939-1942) yang kemudian bertukar menjadi Star Weekly, "Pancawarna"(kepunyaan Sin Po), "Varia" (kepunyaan Keng Po) dan "Analisa". Karena begitu senangnya membaca buku, walaupun pada saat itu saya belum menguasai bahasa Inggris, tetapi sudah berlangganan buku dari British Council - Jalan Naripan.

Maklum, di situ saya bisa pinjam buku secara gratisan. Selain itu, saya juga sering berburu buku bekas di pasar loak yang berlokasi.

Ketika mulai remaja saya sering mencari buku stensilan esek-esek. Yg paling beken adalah Enny Arrow.   Pada saat itu buku-buku Enny Arrow dalam bentuk stensilan diperjual belikan secara sembunyi-sembunyi alias underground.

Sering yang menjualnya pada waktu itu menyelipkan stensilan tersebut di antara koran atau majalah yang mereka jual.

Menurut 17,2% responden pada saat itu. Membaca karya Enny Arrow/ stensilan menjadi sumber pertama pengetahuan mereka tentang seks.

Sesuatu yang dianggap cabul dan tabu pada saat itu ternyata bisa menginspirasi banyak orang dan menjadi bahan bacaan pengetahuan tentang seks.    

 

[Beritahu Teman]  [Print Berita]

Bagikan :   Share 


Komentar & Respon :
Nama
Komentar
Validasi
 


 
BERITA FOTO
Sambal Oelek Indonesia Buatan ASoleh : Fida Abbott
02-Jun-2020, 02:23 WIB


 
  Sambal Oelek Indonesia Buatan AS Sambal Oelek ini saya temukan di Walmart Supercenter, Parkesburg, Pennsylvania. Awalnya saya mengira buatan salah satu negara Asia selain Indonesia karena tulisan di depan botolnya. Ternyata buatan Amerika Serikat. Tampaknya Indonesia harus meningkatkan persaingannya di pasar bebas dan jeli membidik
selengkapnya....
 
 

Follow KabarIndonesia on Twitter

 
BERITA LAINNYA
 

 

 

 

 

 

 
MANG UCUP ITU CHINA BANANA 28 Jan 2020 00:52 WIB

 

 

 

 

 

 
HOW ARE YOU MY FRIEND? 27 Jun 2020 05:21 WIB

Masihkah Ada Rasa Damai Di Hati? 21 Jun 2020 14:23 WIB

 

  Back to Top   Home |  RSS RSS  
© Copyright 2009 KabarIndonesia