Haji Badrun (25-Mar-2019, 06:41:37)
Istilah “sains Islam” itu hanya isapan jempol, ilusi belaka. Dan upaya-upaya islamisasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh beberapa kalangan selama ini hanya khayalan dan lebih ke arah justifikasi sains dengan dalil-dalil agama. Istilah derogatifnya, “ayatisasi” sains. Dan sains sekarang yang sudah menyempit pengertiannya itu sudah terlanjur menjadi instrumen untuk mengukur kemajuan suatu peradaban. Makanya Islam sekarang dianggap mundur gara-gara tidak banyak memegang peranan dalam sains dan teknologi. Istilah sains diambil dari bahasa Latin scio, scire, scientia, yang bermakna “aku tahu, mengetahui, pengetahuan” tentang apapun oleh siapapun dengan cara apapun dalam perjalanan waktu telah dan terus mengalami pengerucutan maknawi (semantic reduction) hingga sekarang dibatasi untuk menunjuk pengetahuan manusiawi (bukan ilahi) mengenai alam jasmani (bukan rohani) dan alam nyata (bukan alam ghaib) secara empiris, induktif dan quantitatif.

Ir.irawan (25-Mar-2019, 05:57:10)
Tulisan pak Tonny ini sangat bagus dan sangat bermanfaat sekali maka dari itu seharusnya di kirimkan ke Majalah National Geographic Indonesia agar bisa dibaca secara Nasional maupun International.

Irawan (25-Mar-2019, 05:52:07)
Baru pertama kalinya saya membaca seorang Ustadz membahas soal fisika Atom dlm Dakwahnya. Oleh sebab itu saya merasa semakin kagum kpd Bpk.

Drs. Hidayat (25-Mar-2019, 05:48:14)
Saya hanya bisa meng-Amini apa yg pak Tonny tulis. Maklum dgn apa yg di pamerkan oleh ISIS di Youtube membuat banyak umat Islam sendiri menjadi turut muak bahkan membenci Islam. Pada dasarnya tidak ada satupun agama di dunia ini yang menghalalkan pembunuhan, sebab tujuan agama adalah untuk perdamaian, menyebarkan kasih sayang, dan mengatur tatanan sosial agar lebih baik seperti yg bpk uraikan dlm tulisan bpk yg sebelumnya.


Hal :  1|