Ir. Nurhadi Suryo (02-Jun-2019, 18:47:47)
Rupanya pak Tonny sdh mencapai ketingkatan yg jauh lebih tinggi daripada hanya seorang Mualaf. Bpk telah meningkat menjadi seorang Spiritualis. Hal ini terpancarkan dari tulisan2 Bpk. Seperti yg Bpk tulis Spiritual berhubungan dengan atau bersifat kejiwaan (rohani, batin) sedangkan religi adalah kepercayaan kepada Tuhan. Oleh sebab itu Spiritual lebih berfokus JIWA/ROHANI seseorang. Sedangkan religi fokusnya lebih ke KEPERCAYAAN/AGAMA. Dgn kata lain, orang yang spiritual adalah orang yang BAIK, sedangkan orang yang religius adalah orang yang TAAT dengan Agamanya saja. Maka dari itu sy sependapat dgn Bpk. agar kita jgn hanya bersifat Agamais saja namun pemahaman Spiritualnya nol besar. Lebih baik jadi orang yang membahagiakan daripada agamais tapi meresahkan. Salam Damai

Lukman Simanjuntak (02-Jun-2019, 15:38:45)
Tulisan ini benar-benar sangat menyejukan dan juga bisa meredupkan kebencian antar kaum agamais. Karena agama inilah kita jadi semakin terbelenggu dan terkotak-kotak. Melalui tulisan pak Tonny ini kita bisa melepaskan belenggu pemikiran dimana se-akan2 “Tuhan-mu adalah Hatu-ku” Pak Tonny mirip seperti Nelson Mandela yang telah menerima hadiah Perdamaian Nobel; karena Mandela telah mampu mendobrak dinding dan pemisah antar sesama bangsa sendiri.


Hal :  1|