Wimpie Liem (21-Jul-2019, 13:19:59)
Kelompok seperti PA 212 mengingatkan kita semua akan keikutsertaan mereka dalam reuni 212 tahun lalu. Peserta reuni tersebut mayoritas berasal dari kader PKS dan eks HTI, yang menginginkan tegaknya khilafah di Indonesia. Artinya, apabila mereka tetap melakukan kerusuhan walaupun Prabowo masuk ke pemerintahan Jokowi, maka sudah dapat dipastikan bahwa tujuan mereka berdemo bukanlah demi agama dan bangsa Indonesia, melainkan demi khilafah.

Hutapea Sembiring (21-Jul-2019, 13:19:19)
Apakah benar apa yang diutarakan oleh para kalangan internal Partai Gerindra, muncul istilah "212" yang merupakan tawaran jabatan Paslon 01 terhadap Paslon 02. Di antaranya 2 kursi menteri, 1 kursi wakil ketua MPR, dan 2 jabatan di Dewan Pertimbangan Presiden. Kemungkinan bergabungnya Prabowo ke pemerintahan tidak pula ditampik oleh Wapres Jusuf Kalla. Ia kembali mengingatkan bahwa dunia politik itu sangat dinamis. Tidak ada kawan maupun lawan yang abadi.

Dr. Dede Gunawan (21-Jul-2019, 05:41:24)
Bpk pandai menulis kisah Sejarah mirip seperti Prof. Dr. Haji Abdul Malik yang lebih dikenal dgn Buya Hamka Seorang sastrawan, sejarawan, aktivis, ulama serta ahli filsafat. Beliau pernah mengatakan bahwa “Peluang yang besar, itu datang secara tiba-tiba, datang tidak menentu masa, datang disaat kita kesusahan, nilailah dengan bijaksana, rebutlah peluang yang besar itu”. Rupannya hal inilah yang terjadi dgn Jokowi pada saat sekarang ini.


Hal :  1|